MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 23 Oktober 2019 09:26
SDN 030 Sempat Kesulitan Rekrut Guru Agama
BANGUNAN MEGAH: SDN 030 Tarakan di Sebengkok, Tarakan Tengah.

PROKAL.CO,

 TARAKAN - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 030 di Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah menolak tuduhan atas keluhan dari beberapa orang tua siswa mengenai dugaan menyepelekan mata pelajaran agama.

Ririn (37) orang tua mengeluhkan anaknya tidak mendapatkan pendidikan agama Kristen dari sekolah. Ia dan sejumlah orang tua siswa lainnya mendatangi pihak sekolah. Setelah mengetahui tidak anaknya tak mendapat pelajaran agama di sekolah, ia sempat protes. Meski demikian, pihak sekolah memberi penjelasan jika hal itu dikarenakan tidak adanya guru agama. Menurut Ririn, hal itu disebabkan karena tidak adanya anggaran dari pihak sekolah tersebut.

“Kami merasa keberatan karena kelas 1 sampai kelas 6 tidak ada pelajaran agama Kristen Protestan. Padahal pihak sekolah sudah meminta biaya sukarela kepada kami untuk membayar tenaga pengajar honorer, dan kami membayarnya setiap bulan. Tapi alasan pihak sekolah mereka tidak punya anggaran menggaji guru agama. Itu yang kami kecewakan,” ujarnya, kemarin (22/10).
Kekhawatiran orang tua jika sang anak sudah menghadapi ujian nasional (UN) ke depannya. Selain itu, ia juga mengkhawatirkan sang anak tidak mendapat pendidikan agama yang cukup di usia dini.
“Ini ujian tengah semester sudah lewat, sampai saat ini anak saya dan beberapa siswa tidak mendapat pendidikan agama. Sementara pelajaran agama ini kan diujiankan saat UN. Jadi bagaimana anak kami nantinya mengikuti UN tanpa belajar. Apalagi soal ujian ini dibuat di pusat, kalau dia tidak bisa mengerjakan soal, percuma dia dikasih sekolah. Selain itu kan pendidikan agama sangat perlu untuk membentuk keimanan anak dari kecil. Kok malah semacam ada diskriminasi terhadap agama tertentu di sini,” nilainya.

Roslan F Sinaga, salah satu pegawai yang membidangi kesiswaan di SDN 030 menjelaskan jika tuduhan tersebut tidaklah benar. Ia menjelaskan, selama ini pihaknya memang kesulitan dalam mencari tenaga pengajar agama Kristen. Baru pada minggu lalu pengajar yang dimaksud didapatkan pihak sekolah.

“Itu tidak benar, minggu lalu kami telah mendapat guru pengganti yang bisa mengajar. Memang dia guru agama Katolik, tapi beliau juga bisa mengajar Protestan buat siswa. Memang untuk mencari tenaga pengajar guru agama Kristen cukup susah, selain SDM-nya terbatas, tidak semua orang bersedia mau mengajar dengan upah guru honorer. Sehingga hal itu yang membuat kami kemarin mengalami kendala. Tapi sejauh ini gurunya sudah ada,” ujar Roslan.

Ia mengakui, terbatasnya SDM pada mata pelajaran tertentu membuat pihaknya cukup kesulitan menemukan tenaga pengajar. Selain itu, upah guru honorer yang terbilang kecil, menjadi salah satu faktor sulitnya merekrut guru pengganti. Meski demikian, ia menegaskan jika sebelumnya sekolah memiliki guru agama. Hanya, tenaga pengajar tersebut mengundurkan diri karena alasan pribadi.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers