MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 22 Oktober 2019 08:59
Prabowo Akan Kelola Rp 127 Triliun
Letjen (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo

PROKAL.CO,   LETJEN (Purn) Prabowo Subiantomendekati kenyataan akan bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tak lagi menjadi oposisi.

Kepastian ini didapat setelah mantan Danjen Kopassus itu  bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo menemui Jokowi di Istana Negara Jakarta, Minggu (21/10). Dia memutuskan menerima pinangan Jokowi untuk mengisi kursi di Kabinet Kerja Jilid II.

“Kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau (Jokowi) dan saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra apabila diminta siap membantu. Kali ini resmi diminta dan kami siap membantu,” ucap Prabowo, kemarin (21/10).

Meski begitu, Prabowo belum membeberkan secara rinci kementerian apa saja yang akan dipimpin oleh kader Partai Gerindra. Namun, Prabowo memberikan sinyal, Jokowi membutuhkan tenaganya di sektor keamanan. Walau tidak menyebut secara pasti posisi yang bakal diembannya, ada dua kementerian yang bisa diemban Prabowo jika menyangkut soal keamanan, yakni Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

“Saya diminta membantu beliau (Jokowi) di bidang pertahanan dan tadi beliau memberi beberapa pengarahan dan saya akan bekerja serius untuk mencapai sasaran yang ditentukan,” kata dia.

Menurut Prabowo, dari Gerindra hanya dia dan Edhy yang dipanggil oleh Jokowi. Meski begitu, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk mengumumkannya secara resmi. “Pada saatnya Pak Presiden yang akan umumkan. Ada sedikit konfirmasi, tempatnya di mana. Intinya beliau yang akan umumkan sendiri hari Rabu (besok),” pungkas mantan Danjen Koppasus itu.

Selain Prabowo, sejumlah tokoh telah menghadap Presiden Joko Widodo kemarin. Di antaranya, Nadiem Anwar Makarim, Wishnutama Kusubandio, Airlangga Hartarto, Erick Thohir, dan Mahfud MD.

Soal Prabowo akan menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) juga sempat disampaikan Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno usai menghadiri pelantikan Jokowi – Ma’ruf Amin di kompleks parlemen, Minggu (20/10).

“Beliau sudah sampaikan seandainya Gerindra diminta (Menhan), tentunya siap dan bisa membantu mengeksekusi program. Itu semua demi menjaga keutuhan bangsa,” kata Sandiaga.

Artinya, lanjut Sandiaga, pernyataan Prabowo sangat jelas, siap jadi bagian dari eksekutor konsepsi-konsepsi mengenai pertahanan, keamanan, dan juga perekonomian, swasembada pangan dan energi. “Itu jika Gerindra diajak,” ujarnya.

Selain Prabowo, mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini juga membenarkan jika Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo disiapkan untuk masuk di jajaran kabinet sebagai Menteri Pertanian (Mentan). Menurutnya, Edhy merupakan salah satu kader terbaik partai. “Ya (siap jadi Mentan) itu juga sama konsepnya seperti itu. (Prabowo dan Edhy) Keduanya kader terbaik yang dimiliki Gerindra,” ujar Sandiaga.

Kendati demikian, Sandiaga menyebut hal itu merupakan hak prerogatif Presiden untuk dapat menentukan pembantunya dalam Kabinet Kerja jilid II. “Tapi itu hak prerogratif Presiden, jangan kita spekulasi Presiden akan menyampaikan apa pun keputusannya Pak Prabowo, sudah menyampaikan dia plong sangat tidak ingin jadi beban dan puyeng,” ungkapnya.

Jike benar Prabowo menjadi Menhan, maka ia akan memimpin lembaga dengan anggaran terbesar pada 2020 mendatang. Seperti dikutip dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dalam dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2020, Kemenhan mendapatkan anggaran Rp 127,4 triliun.

Angka itu mengungguli Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) (lihat grafis).

Anggaran yang sedemikian besar itu naik dibanding 2018 dan 2019 ini.

 

BUPATI MINAHASA SELATAN TERPENTAL

Drama terjadi dalam penyusunan Kabinet Kerja jilid II. Nama Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu yang masuk bursa mendadak mental dalam sekejap. Wanita yang akrab disapa Tetty itu sebenarnya sudah tiba di Istana sejak pukul 10.00 pagi, kemarin (21/10). Urutan kedua setelah Mahfud MD.

Tetty pun datang menggunakan kemeja putih seperti calon menteri lainnya. Selain itu, dia juga masuk ke Istana melalui pintu belakang. Pintu yang sama, juga dilalui para calon menteri lainnya. Dia masuk tanpa memberi sepatah kata.

Namun, lebih dari 3 jam berlalu, Tetty tak kunjung keluar. Nadiem Makarim yang tiba setelahnya bahkan lebih dahulu keluar. Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, Tetty batal bertemu Jokowi.

Bey menjelaskan, Tetty merupakan calon menteri usulan dari Partai Golkar. Sebelum bertemu presiden, dia dijadwalkan bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Istana. Namun pasca pertemuan tersebut, Tetty mendadak batal berbicara dengan Jokowi. “Beliau langsung meninggalkan istana lewat samping. Jadi tidak sampai ketemu Presiden,” kata Bey.

Dengan demikian, lanjut dia, Tetty tidak masuk dalam kabinet. “Karena tidak bertemu dengan Presiden jadi bukan (gagal, Red),” imbuhnya. Bey mengaku tidak mengetahui dinamika yang terjadi dalam pertemuan Tetty dengan Airlangga.

Sebelum informasi pembatalan itu tersebar, Airlangga sendiri sempat berkomentar soal Tetty yang diundang ke istana. “Karena beliau sebagai bupati banyak hal yang dibahas. Tetapi juga belum tentu dengan Pak Presiden,” kata Menteri Perindustrian itu sebelum pergi.

Drama batalnya Tetty sebagai calon menteri mengundang tanya dari internal Golkar. Kader senior Golkar Bambang Soesatyo mengaku heran dengan munculnya nama Christiany Eugenia Paruntu sebagai calon menteri. Menurutnya, para pengurus partai sebelumnya sama sekali tidak tahu perihal munculnya nama bupati Minahasa Selatan itu sebagai salah satu calon menteri dari Golkar.  “Jadi memang kita saja di Golkar baru tahu,” kata Bambang Soesatyo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Nah, terkait tiba-tiba terpentalnya Tetty sebagai calon menteri, Bamsoet—sapaan Bambang Soesatyo—mengaku tidak tahu-menahu. Dia pun meminta wartawan menanyakan hal itu langsung ke Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. “Silakan tanya ke ketum,” kelitnya.

Bamsoet juga tidak tahu Airlangga Hartarto mengajukan nama yang bersangkutan sebagai calon menteri. Dia menduga masukkanya nama Tetty awalnya adalah untuk memenuhi keperluan menteri dari kalangan perempuan. Bahwa Presiden Jokowi hendak mempertahanakan unsur keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya delapan orang. Jumlah tersebut sama dengan periode sebelumnya. Biasanya keterwakilan perempuan mempertimbangkan wilayah geografis. Yaitu Indonesia timur, tengah dan barat. “Tentu pasti dasarnya adalah kemampuan,” ujarnya.

Lebih jauh Bamsoet mengakui Christiany Eugenia Paruntu merupakan kader Golkar. Namun dia mengatakan tidak tahu detail soal kiprah Tetty selain menjabat bupati Minahasa Selatan. “Intinya Golkar menyerahkan semuanya pada presiden untuk memilih orang-orang yang tepat,” paparnya.

Informasi yang beredar, Golkar di periode kedua Presiden Jokowi saat ini disebut mendapat 4 jatah kursi menteri. Dua nama yang mencuat adalah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita yang di periode lalu menjabat menteri sosial (mensos). Benarkah? “Saya tidak mau mendahului. Tapi yang pasti kami berharap Pak Ketua Umum (Airlangga Hartarto, Red) dan Pak Agus Gumiwang menjadi calon menteri,” tandas ketua MPR itu.

 

WAKIL MENTERI BERTAMBAH

Nomenklatur kementerian dalam pemerintahan Presiden Jokowi jilid II akan mengalami sejumlah perubahan. Selain membentuk beberapa lembaga dan badan baru, presiden juga menambah jumlah wakil menteri (wamen). Itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10).

Ngabalin menyampaikan, penambahan wakil menteri bertujuan memaksimalkan program kerja kementerian. Ada sejumlah kementerian, tutur dia, yang dalam kerja-kerja teknisnya membutuhkan wakil menteri. “Sehingga eksekusi program lebih maksimal,” kata Ngabalin.

Dari sejumlah pembicaraan dengan presiden, dia menduga ada lebih dari 10 kementerian yang memiliki kursi wakil menteri. Padahal di pemerintahan Jokowi jilid I hanya ada tiga wakil menteri. Yaitu wakil menteri luar negeri, wakil menteri keuangan dan wakil menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM). “Pembentukan nanti berdasarkan kebutuhan saja” imbuhnya.

Pembentukan wakil menteri juga mempertimbangkan geopolitik. Sehingga ada unsur dari berbagai latar belakang. Mulai dari kalangan akademisi, politisi, santri, TNI/Polri pengusaha hingga calon menteri dan wakil menteri dari kalangan milenial. “Jadi periode kedua ini jauh lebih sempurna dan komplit demi pelayanan ke masyarakat,” papar Ali Mochtar Ngabalin.

Dia menambahkan, Presiden Jokowi mengutamakan tim yang bagus. Sehingga dalam memilih calon pembantunya dilakukan seleksi ketat. Yang bersangkutan harus memiliki kapasitas, kapabilitas, manajerial yang bagus dan kemampuan eksekusi program.  “Kriteria ini sejalan dengan target pencapaian yang tinggi saat ini,” papar politisi Golkar itu.

 

TAK INGIN BERUTANG PEKERJAAN

Menko Polhukam Wiranto kemarin (21/10) kembali izin meninggalkan RSPAD Gatot Soebroto. Dia menuju ke kantornya untuk mengurus beberapa hal yang harus diselesaikan. “Nanti balik lagi karena masih perawatan,” katanya. Wiranto tiba pukul 13.30 dan meninggalkan kantor sekitar pukul 15.00.

Saat tiba, pejabat yang menjadi korban penusukan di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, itu langsung masuk ke ruang kerjanya. Sejumlah kardus yang berisi barang-barang diangkut keluar oleh beberapa petugas. Tidak disebutkan secara pasti apa saja isi kardus tersebut. Namun, seorang petugas sempat menyampaikan bahwa isinya lebih banyak buku-buku milik Wiranto.

Pada Sabtu (19/10) mantan Panglima ABRI itu juga datang ke kantor Kemenko Polhukam. Dia bertemu dengan seluruh jajarannya untuk bersilaturahmi di akhir masa tugas sebagai menteri kabinet Jokowi-Jusuf Kalla. “Saya sengaja kembali untuk menata persiapan yang dilakukan dengan adanya pergantian kabinet,” tuturnya.

Wiranto memang tidak menyampaikan secara tegas apakah akan dipercaya lagi menjadi Menko Polhukam atau tidak. Ditanya terkait dengan penggantinya, dia pun menjawab diplomatis. “Belum tahu, soal itu kita tunggu saja dulu,” katanya.

Dia hanya menegaskan sudah memberikan arahan agar pekerjaan yang belum tuntas segera diselesaikan. “Sehingga tak punya utang,” ungkapnya. (jp/far/mar/syn/c15/fal/jpg/lim)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 12:18

63 Rambu Peringatan Bencana Segera Dipasang

TARAKAN - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan akan…

Rabu, 20 November 2019 18:19

Benturan di Jalur Pelayaran Berulang, Alat Tangkap Nelayan Ditabrak Ponton Batubara

TARAKAN – Aktivitas di laut Kaltara memang cukup tinggi, nelayan…

Rabu, 20 November 2019 18:17

Prihatin Harga Pupuk Naik dan Hoaks

Lulus dengan menyandang status cumlaude tentunya menjadi impian dan keinginan…

Rabu, 20 November 2019 18:05

Lapor Apa Saja di ‘Tarakan 1 Click’

TARAKAN - Polres Tarakan terus meningkatkan pelayanan untuk keamanan masyarakat.…

Selasa, 19 November 2019 13:39

Investasi Rp 37,9 Triliun, Sinosteel Masih Survei

TARAKAN – Rencana investasi Sinosteel Corporation dengan membangun membangun pabrik…

Selasa, 19 November 2019 13:36

“Jalan Rusak, Apa Harus Demo?”

TARAKAN – Warga Jalan Aki Balak, khususnya di sekitar SDN…

Selasa, 19 November 2019 10:46

Uji Petik pada Angkutan Nataru

MENJELANG perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kantor Syahbandar dan…

Senin, 18 November 2019 17:56

Malaysia Sokong Kegiatan Wonderful Indonesia

TAWAU – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia kian erat.…

Senin, 18 November 2019 17:54

Monitoring Akan Dilakukan dengan Kartu

TARAKAN - Monitoring yang dilakukan Tim Pengendalian Terpadu Pemprov Kaltara,…

Sabtu, 16 November 2019 14:52

Sport Center Terancam Mangkrak Lagi

TARAKAN – Lanjutan pembangunan Sport Center di Kampung Empat, Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*