MANAGED BY:
SENIN
06 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 21 Oktober 2019 08:46
Sampah Plastik Mengganggu Rantai Makanan
SAMPAH BERNILAI: Dimin (baju kuning) menunjukkan sampah kertas, karton, botol plastik, dan sampah lainnya yang bisa didaur ulang di Taman Industri Sampah - Kegiatan Ekonomi Berbasis Pengelolaan Lingkungan (TIS-Kebal), bersebelahan dengan depo sampah Pasar Tenguyun, Minggu (20/10).

PROKAL.CO,

 KEBERADAAN sampah plastik di perairan tidak hanya mengancam keberlangsungan biota laut. Tetapi juga mempengaruhi rantai makanan, yang ujungnya dapat berdampak pada manusia itu sendiri.

Wakil Dekan Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan (UBT), Dhimas Wiharyanto, S.Pi., M.Si, mengatakan, sampah di perairan yang tidak ditangani dengan serius tentu mengancam keberadaan dan kelangangsungan biota laut.

Tumpukan sampah ini dapat mengganggu habitat biota laut. Entah itu mempersempit ruang lingkup, sekaligus berdampak buruk pada proses ekologi. Apalagi sampah plastik yang merupakan benda asing di perairan atau laut, membutuhkan proses yang sangat lama untuk terurai.

“Tempat ikan mencari makan berkurang dan mengganggu ikan bertelur. Bahkan beberapa hasil penelitian, ikan yang makan mikroplastik itu berbahaya juga,” terangnya kepada Radar Tarakan beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, sampah-sampah yang ada di perairan atau laut bisa menjadi daya tarik ikan untuk memakannya. Baik itu mikroplastik, dan ada pula hewan laut yang langsung memakan plastik secara utuh dan bisa menyebabkan kematian pada hewan tersebut. “Beberapa penelitian mengatakan, sampah menjadi daya tarik ikan untuk memakannya. Seperti mikroplastik, bisa dimakan ikan,” bebernya.

Secara tidak langsung, keberadaan sampah plastik di perairan atau laut bisa mempengaruhi rantai makanan. Misalnya saja, organisme terkecil atau plankton memakan plastik atau mikroplastik. Secara tidak langsung, hewan ukuran besar yang memakan plankton pun akan teracuni. Pada akhirnya akan merancuni manusia, yang mengonsumsi ikan tersebut.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 04 Juli 2020 10:59

Hindari Penularan Covid, Gasebo Ditertibkan

Tarakan  -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama beberapa…

Sabtu, 04 Juli 2020 10:51

Cerita dari Kecelakaan Speedboat Antasena, Penumpang Tak Sadar Ditarik dari Jendela

TANA TIDUNG - Usai mengalami kecelakaan 14 penumpang speedboat nonreguler…

Sabtu, 04 Juli 2020 10:39

Selanjutnya Partai Demokrat ke Iraw?

TARAKAN – Partai Demokrat disebut-sebut salah satu partai yang dilobi…

Jumat, 03 Juli 2020 11:18

Alhamdullilah... Tiga Hari, di Tarakan 13 Pasien Sembuh

TARAKAN - Tiga hari berturut-turut terdapat pasien yang dinyatakan sembuh…

Jumat, 03 Juli 2020 09:21

“Pancasila Jangan Diganggu Lagi”

TARAKAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan dan sejumlah ormas…

Jumat, 03 Juli 2020 09:19

Sektor Perparkiran Alami Kebocoran PAD

TARAKAN - Meski telah diresmikan sejak Januari lalu, namun hingga…

Jumat, 03 Juli 2020 08:56

Sriwijaya Air Kembali Layani Rute Tarakan

TARAKAN – Mulai 1 Juli 2020, maskapai Sriwijaya Air akan…

Jumat, 03 Juli 2020 08:55

Sapi Kurban Hanya Boleh dari Zona Hijau

 Tarakan -  Menjelang Hari Raya Iduladha pemeriksaan sapi yang masuk…

Kamis, 02 Juli 2020 18:28

Speedboat Antasena Rute Malinau-Tarakan Terbalik di Tana Tidung

TARAKAN - Speedboat nonreguler SB Antasena yang berangkat dari Malinau…

Kamis, 02 Juli 2020 10:23

Naik Pangkat, Polri Harus Bisa Dipercaya Masyarakat

TARAKAN- Tepat di Hari Bayangkara ke-74 kemarin (1/7), sebanyak 26…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers