MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 21 Oktober 2019 08:46
Sampah Plastik Mengganggu Rantai Makanan
SAMPAH BERNILAI: Dimin (baju kuning) menunjukkan sampah kertas, karton, botol plastik, dan sampah lainnya yang bisa didaur ulang di Taman Industri Sampah - Kegiatan Ekonomi Berbasis Pengelolaan Lingkungan (TIS-Kebal), bersebelahan dengan depo sampah Pasar Tenguyun, Minggu (20/10).

PROKAL.CO,  KEBERADAAN sampah plastik di perairan tidak hanya mengancam keberlangsungan biota laut. Tetapi juga mempengaruhi rantai makanan, yang ujungnya dapat berdampak pada manusia itu sendiri.

Wakil Dekan Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan (UBT), Dhimas Wiharyanto, S.Pi., M.Si, mengatakan, sampah di perairan yang tidak ditangani dengan serius tentu mengancam keberadaan dan kelangangsungan biota laut.

Tumpukan sampah ini dapat mengganggu habitat biota laut. Entah itu mempersempit ruang lingkup, sekaligus berdampak buruk pada proses ekologi. Apalagi sampah plastik yang merupakan benda asing di perairan atau laut, membutuhkan proses yang sangat lama untuk terurai.

“Tempat ikan mencari makan berkurang dan mengganggu ikan bertelur. Bahkan beberapa hasil penelitian, ikan yang makan mikroplastik itu berbahaya juga,” terangnya kepada Radar Tarakan beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, sampah-sampah yang ada di perairan atau laut bisa menjadi daya tarik ikan untuk memakannya. Baik itu mikroplastik, dan ada pula hewan laut yang langsung memakan plastik secara utuh dan bisa menyebabkan kematian pada hewan tersebut. “Beberapa penelitian mengatakan, sampah menjadi daya tarik ikan untuk memakannya. Seperti mikroplastik, bisa dimakan ikan,” bebernya.

Secara tidak langsung, keberadaan sampah plastik di perairan atau laut bisa mempengaruhi rantai makanan. Misalnya saja, organisme terkecil atau plankton memakan plastik atau mikroplastik. Secara tidak langsung, hewan ukuran besar yang memakan plankton pun akan teracuni. Pada akhirnya akan merancuni manusia, yang mengonsumsi ikan tersebut.

“Dan itu masuk dalam rantai makan. Dari mikroplastik bisa terakumulasi dalam tubuh ikan. Di hilir, bisa pengaruh pada manusia yang memakannya juga. jadi itu terkontaminasi oleh plastik,” jelasnya.

Tak hanya di lautan, sampah plastik di tepi pantai tepatnya daerah mangrove pun bisa berpengaruh. Yang mana dapat mengganggu bibit mangrove, akarnya terikat dan lambat laun menghambat pertumbuhan mangrove. “Terkadang juga menutupi akar-akar mangrove,” katanya.

Sesungguhnya sampah plastik ini berdampak besar di setiap sudut lingkungan. Tidak hanya pada biota laut, tetapi juga perekonomian masyarakat.

Kemudian tumpukan sampah di pinggir pantai dapat menurunkan estetika atau keindahan dan daya tarik pengunjung. “Dampaknya secara umum merugikan. Dari segi ekonomi, dapat mengganggu transportasi laut. Kalau banyak sampah, nanti nelayannya nangkap sampah bukan ikan,” jelasnya.

Ia mengatakan asal muasal sampah plastik tentu sisa dari aktivitas manusia. Pengetahuan tentang sampah, membuang sampah sembarang tempat pun dianggap biasa. Tentu ini menjadi permasalahan serius untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Kemudian disusul dengan mengurangi pengunaan kantong plastik. Nah, dalam hal ini bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Tidak hanya mengurangi permasalahan sampah, tetapi juga menghasilkan energi.

“Di Tarakan, ada yang sudah memanfaatkan sampah plastik diubah menjadi sumber energi atau solar,” ujarnya.

Kemudian sampah plastik pun bisa dimanfaatkan oleh sekelompok masyarakat untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan. Mengatasi permasalahan sampah plastik ini perlu didukung penegak hukum.

“Penanganan hukum juga penting. Ditegakkan untuk pelarangan membuang sampah di sembarang tempat. Selain menangani sampah yang sudah ada, sumber atau asalnya juga perlu disadarkan,” tutupnya.

 

WALI KOTA YAKIN DENGAN TPS3R

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan bahwa TPS3R merupakan program pemerintah pusat yang telah ada sejak dulu, namun program tersebut sempat hilang di Tarakan.

“Untungnya masih ada beberapa daerah yang bertahan (program TPS3R) seperti Kampung Empat, Kampung Enam dan Karang Anyar Pantai,” ujarnya, Sabtu (19/10).

Program TPS3R merupakan sebuah program yang memilah antara sampah organik dan non organik. Pemilahan sampah tersebut dilakukan agar daur ulang sampah dapat terlaksana, seperti daur ulang pupuk, ekonomi kreatif yang mengeluarkan produk-produk UMKM dari sampah dan sebagainya.

“Jadi ini bukan untuk menggantikan program penanganan sampah yang lama, tapi ini sudah ada dari dulu. Hanya memang agak stagnan perkembangannya,” jelasnya.

Beruntung, anggaran program penanganan sampah TPS3R berasal dari anggaran pusat. Selebihnya merupakan anggaran corporate social responsibility (CSR) sejumlah perusahaan.

Khairul menyatakan, program sampah TPS3R akan mengurangi jumlah sampah sehingga tidak membuat TPA menjadi cepat overload. Sebab sampah yang akan dibuang ke TPA kelak merupakan sampah yang tidak dapat didaur ulang lagi.

“Sampah semesta itu hanya sebuah metode untuk pengelolaan sampah, tapi pedoman umum dan aturan sampah itu ada, bahkan UU-nya ada sehingga kami mengacu ke UU saja. Banyak cara untuk mengelola sampah, tapi tujuan utamanya adanya pengelolaan sampah sesuai aturan dan menjadikan Tarakan menjadi bersih,” katanya.

“Kalau sekarang kan sampah itu dibuang begitu saja, sehingga menumpuk. Tapi aturan saat ini adalah setelah dilakukan pemilahan, maka dilakukan sanitary landfill, jadi ditutup lagi sampah itu dengan tanah. Ini yang sedang kami rencanakan di TPA baru. Tapi perlu waktu untuk membenahi itu, mudah-mudahan ada progres lebih baik di tahun depan,” harapnya.

Diungkapkan Khairul, pada lokasi awal TPA baru yang terletak di kawasan Juata Laut memiliki beberapa permasalahan. Salah satunya dekat dengan permukiman masyarakat. Rencana lain di lahan Kecamatan Juata Kerikil.

“Pemkot hanya menyuplai lahan, sedangkan selebihnya dari pusat,” ujarnya.

Khairul menyatakan bahwa TPS3R memang dikelola oleh pusat sebab ini merupakan program pusat, sehingga dana dan insentif pengelola TPS3R pun berasal dari pusat. Melalui hal tersebut, Khairul menyatakan petugas sampah yang ada saat ini akan diberi tugas menjadi pengelola TPS3R agar insentif yang diperoleh tidak ganda.

“Ada rencana kami untuk bekerja sama, jadi tidak lagi dipungut dari masyarakat karena tidak seluruh kelurahan melaksanakan dan tidak ada kepastian dalam pengelolaan sampah itu. Kalau tiba-tiba diputus, ini akan jadi problem, karena kita berada di tengah tahun anggaran, sehingga tentu hanya memodifikasi saja supaya mengurangi dampak. Kalau perbaikan secara total, masih dibutuhkan perencanaan baik supaya jangan sampai program baru belum berjalan dengan baik,” jelasnya. (shy/*/one/lim)


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 18:17

Prihatin Harga Pupuk Naik dan Hoaks

Lulus dengan menyandang status cumlaude tentunya menjadi impian dan keinginan…

Rabu, 20 November 2019 18:05

Lapor Apa Saja di ‘Tarakan 1 Click’

TARAKAN - Polres Tarakan terus meningkatkan pelayanan untuk keamanan masyarakat.…

Selasa, 19 November 2019 13:39

Investasi Rp 37,9 Triliun, Sinosteel Masih Survei

TARAKAN – Rencana investasi Sinosteel Corporation dengan membangun membangun pabrik…

Selasa, 19 November 2019 13:36

“Jalan Rusak, Apa Harus Demo?”

TARAKAN – Warga Jalan Aki Balak, khususnya di sekitar SDN…

Selasa, 19 November 2019 10:46

Uji Petik pada Angkutan Nataru

MENJELANG perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kantor Syahbandar dan…

Senin, 18 November 2019 17:56

Malaysia Sokong Kegiatan Wonderful Indonesia

TAWAU – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia kian erat.…

Senin, 18 November 2019 17:54

Monitoring Akan Dilakukan dengan Kartu

TARAKAN - Monitoring yang dilakukan Tim Pengendalian Terpadu Pemprov Kaltara,…

Sabtu, 16 November 2019 14:52

Sport Center Terancam Mangkrak Lagi

TARAKAN – Lanjutan pembangunan Sport Center di Kampung Empat, Tarakan…

Jumat, 15 November 2019 15:03

Brimob Siap Amankan Pilkada 2020

TARAKAN - Suksesnya Pilpres dan Pileg serentak yang berlangsung tahun…

Jumat, 15 November 2019 15:01

Dewan Berharap Pemkot Sidak Rumah Makan

TARAKAN - Sebagian masyarakat masih kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*