MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 19 Oktober 2019 09:49
Jadi Anggota TNI Berawal dari Ketidaktahuan

Mengenal Dandim 0910/Malinau, Letkol Inf Nopid Arif, S.Sos,.M.Han

BERTUGAS: Dandim 0910/Malinau Letkol Inf Nopid Arif, S.Sos,.M.Han saat berbaur bersama masyarakat.

PROKAL.CO,   ADALAH Dandim 0910/Malinau Letkol Inf Nopid Arif, S.Sos,.M.Han. Ia di masa kecilnya dahulu mengaku sama sekali tak mengetahui bahwa dari didikan orang tuanya Endik Suprijadi dan Tati Rusmijati bahwa kelak dewasa akan diarahkan menjadi seorang anggota TNI.

“Ya, saya tidak tahu orang tua saya di masa kecil dulu mendidik saya ke arah sini (TNI),” ungkap Nopid pria kelahiran Bandung, 3 November 1978 ini dalam perbincangannya kepada penulis.

Lanjutnya, rasa tidak tahunya itu pun, diakui anak bungsu dari empat bersaudara ini hingga ia menamatkan pendidikan di sekolah jenjang atas. Sebab, orang tuanya dahulu, khususnya ayahandanya memang tak pernah menceritakan tentang apa maksud dan tujuan dari pola hidup yang dijalani setiap harinya.

“Kalau bicara seperti apa saya kecil dahulu. Ya, saya sejak SD (sekolah dasar), SMP (sekolah menengah pertama) dan SMA (sekolah menengah atas) sering digenjot fisik. Seperti harus lari–lari seperti itu saat berangkat ke sekolah,” ujarnya seraya menyebutkan rinci masa sekolahnya dulu di SD Angkasa 4, SMP Negeri 26 Bandung dan SMA Negeri 9 Bandung.

Tak sampai di situ, diceritakannya pria yang memiliki hobi olahraga dan membacara ini, yaitu dari cara makan pun di rumah ibarat diatur sebagaimana rupa. Namun, saat itu ia berpikir mungkin dikarenakan sosok ayahandanya seorang TNI Angkatan Udara (AU). Maka, sedikit banyak pola kehidupannya pun harus ikut diterapkan olehnya sebagai bahan hidup disiplin.

“Termasuk di sore harinya itu saya setiap harinya harus bersih–bersih halaman rumah. Sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, pastinya saya ikuti semua arahan yang ada,” kata ayah yang memiliki tiga buah hati ini. Yakni, Lady Nophida Hikmah Dikpa, Naura Nophida Siti Khodijah dan Hafizah Nopidha Nur Latifah.

Namun, lanjutnya, lagi–lagi ia sama sekali tak menyadarinya akan arah ayahandanya dahulu. Mengingat, latar belakang keluarga ayah dan ibunya tidak ada anggota keluarganya yang diarahkan menjadi seorang TNI. Sehingga sekalipun diarahkan untuk genjot fisik dan disiplin tinggi dalam kehidupannya setiap hari. Tak terbesit bahwa ke depan akan diarahkan sebagai anggota TNI.

“Baik keluarga dari ibu dan ayah tak ada yang menjadi angkatan. Padahal, saat itu keluarga besar pun banyak laki-laki. Jadi, saya berpikir arah hidup yang saya jalani ini mungkin sebagai bekal kelak dewasa menjadi orang yang memiliki disiplin tinggi. Tidak sebagai TNI,” ucapnya.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, antara tahun 1996–1997. Ayahandanya mendaftarkan dirinya sebagai anggota TNI. Dan di situ baru ia mengetahui bahwa ayahnya menginginkan masuk sebagai anggota TNI.

“Seketika saya berpikir. Ternyata saya akan diarahkan ke sini (TNI). Ya, saya pun menjalani serangkaian tes. Baik, psikologis ataupun kesehatan dan lainnya. Alhamdulillah, secara keseluruhan dari hasil tes dikatakan bagus. Dan di situ saya tersadar akan buah dari didikan ayahanda sejak kecil dahulu,” ingatnya.

“Bahkan, hingga melewati proses pendidikan pun saya tak ada hambatan yang cukup berarti. Ya, karena semua terasa seperti menjalani kehidupan di rumah sejak SD, SMP dan SMA. Ya, semua menjadi hal biasa seperti menjalani kehidupan sehari-hari,” sambungnya.

Saat ditanya mengenai keinginan dahulu tatkala lulus SMA, ia mengatakan bahwa awalnya ia ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi atau kuliah. Meski, saat itu orang tuanya tak melarangnya. Yakni saat itu ia pun mendaftar dan pengumuman di salah satu perguruang tinggi negeri dinyatakan lulus.

“Saya masuk semua, di TNI saya lulus. Di perguruan tinggi saya lulus juga. Jadi antara TNI atau sekolah,” katanya yang saat itu memang sedikit dilema.

Akan tetapi, lebih lanjut diceritakannya, lantaran saat itu melihat sosok ayah merupakan seorang TNI AU. Sementara, di keluarga besar lainnya tak ada yang menjadi seperti sosoknya. Maka, berangkat dari situ akhirnya ia memutuskan untuk mengambil kesempatan yang ada dan melanjutkan sebagai anggota TNI.

“Meski, saat itu tidak sama persis. Ayah menjadi TNI AU dan saya TNI AD. Di samping pertimbangan saya saat itu karena memang sebelumnya ada pembinaan. Maka, saya pun harus siap menjadi generasi penerusnya,” tuturnya.

“Tapi, alhamdulillah untuk saat ini keinginan saya yang sempat tertunda dahulu tercapai juga. Yaitu saya berhasil menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi S1 di STIE Cimahi Bandung dan S2 di Unhan Bogor,” ungkapnya.

Saat ditanya kembali saat ini dengan posisi menjadi Dandim 0910/Malinau, ia mengaku tetap berpegang teguh pada pesan orang tuanya. Yaitu bagaimana harus dapat melaksanakan amanah dengan baik.

“Orang tua saya berkata, berat menjadi komandan atau pemimpin karena banyak cobaannya. Tapi, saya sejauh ini selama bertugas akan berupaya berbuat yang terbaik dan melaksanakan tugas dengan maksimal,” katanya.

“Dan ditanya ketika saya saat ini menjadi anggota TNI. Apa harapannya ke depan? Maka saya jawab dengan mudahnya. Yaitu saya bisa berperan sebagai TNI yang berbuat baik bagi negara ini. Yang jelas dalam menjalaninya bukan hanya dunia,” timpalnya.

Di sisi lain, mengenai pengalam bertugas sendiri yang berkesan. Ia mengaku bahwa saat ia bertugas di Aceh dahulu, saat itu ada anggota dalam rombongan meninggal dunia. “Dari situ saya sangat teringat sampai saat ini. Bahwa, begitu penting nyawa seseorang. Namun, ini pada saat berugas di bagian tempur,” katanya.

Tambahnya, jika mengenai tugas di teritorial sendiri. Ia mengaku bahwa secara keseluruhan semuanya berkesan. Mengingat, dalam tugasnya semua berkesinambungan.

“Tapi, yang di teritorial yang saya ingat saat ini yaitu saat di Kodim Banjarmasin. Di sana sekalipun sebentar yaitu waktu antara 7–8 bulan. Namun, saya merasa dinamika luar biasa,” ucapnya.

“Alasannya, saat itu saya merasakan berbagai kegiatan. Mulai dari Natal dan Tahun Baru, pilpres, Idulfitri dan Iduladha. Sehingga dengan dinamika seperti itu dan komunitas masyarakat yang banyak di Banjarmasin. Hal itu membuat kesan tersendiri juga,” pungkasnya. (***/eza)


BACA JUGA

Selasa, 14 Januari 2020 10:17

Berusia 60 Tahun, Bupati Punya Semangat Tinggi

MALINAU – Senin (13/1), Dr. Yansen TP, M.Si genap berusia…

Senin, 13 Januari 2020 14:48

Menginspirasi Masyarakat Melalui Buku

MALINAU — Terinspirasi dari visi orang tuanya, Dr. Yansen TP,…

Jumat, 10 Januari 2020 13:27

Begini Perjuangan Melestarikan Jantung Hutan Borneo

Sempat mengikuti equator prize 2019, dalam ajang bergengsi United Nations…

Rabu, 08 Januari 2020 15:37

Syukurlah..!! Layanan Speedboat Berangsur Normal

MALINAU – Aksi mogok jalan massal speedboat reguler sempat membawa…

Selasa, 07 Januari 2020 12:04

Tahun 2020 Pejabat Diminta Fokus

MALINAU – Usai melakukan pelantikan pejabat eselon III dan IV…

Selasa, 07 Januari 2020 12:02

Nomenklatur Berubah, Pegawai Dimutasi dan Bergeser

MALINAU – Setelah pada tanggal 3 Desember 2019 lalu Pemerintah…

Selasa, 07 Januari 2020 11:32

Pantau Hoaks, Ada Tim Patroli Siber

MALINAU – Tahun 2020 akan ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),…

Selasa, 07 Januari 2020 11:26

Penumpang Beralih Gunakan Pesawat

MALINAU – Tidak beroperasinya speedboat reguler yang melayani berbagai daerah…

Jumat, 03 Januari 2020 14:07

Awal Tahun, Sidak Sampai ke Kecamatan

MALINAU – Mengawali hari pertama kerja di tahun 2020, Pemerintah…

Kamis, 02 Januari 2020 15:31

Pelaku UMKM Jajakan Kuliner dan Batik Daerah

MALINAU – Cuaca Bumi Intimung, sebutan lain Kabupaten Malinau, sedari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers