MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 15 Oktober 2019 09:19
Petani Keluhkan Harga TBS Kelapa Sawit
DIKELUHKAN: Harga TBS Rp 850 per kg dianggap petani mandiri belum mendapatkan keuntungan.

PROKAL.CO,  TANJUNG SELOR – Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di petani mandiri di Kabupaten Bulungan saat ini di angka Rp 850 per kilogram (kg). Harga itu menurut petani dianggap tak relevan dengan besarnya biaya yang dikeluarkan selama perawatan.

“Rp 850 per kg itu masih ibarat gali lubang, tutup lubang. Tidak ada untungnya bagi kami,” ungkap Burhanudin kepada Radar Kaltara belum lama ini.

Dikatakannya juga, dirinya yang sudah cukup lama menjadi petani mandiri. Sejauh ini mengaku terus berupaya untuk bertahan daripada harus merasakan kerugian secara total. Sebab, dari luas kebun sawit yang digarapnya sekira 2 hektare (ha). Menurutnya, memiliki potensi buah yang cukup baik. “Kalau bicara apa harapan kami (petani mandiri). Tentunya, harga TBS dapat naik. Seminim-minimnya Rp 1.000 per kg-nya,” kata pria bertopi ini.

Lanjutnya, permasalahan seperti yang dialami oleh petani mandiri ini. Ia berharap dapat menjadi perhatian dan pemerintah dapat turun tangan. Pasalnya, kondisi TBS dengan harga yang menjerit ini bukan kali pertama terjadi. Petani mandiri sebelumnya pun merasakan hal yang sama.

“Kami khawatir harga TBS ini terus turun. Tentu bukan gali lubang dan tutup lubang lagi. Tapi, gulung tikar karena merugi,” ucapnya.

Namun, tambahnya, pihaknya percayakan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Karena diakuinya sebagai petani mandiri tak bisa cukup banyak bergerak. Hanya, dengan harga seperti itu setidaknya tak rugi dan tak sampai usahanya untuk menghidupi keluarganya pun hilang. “Mudah-mudahan segera ada solusi terbaik. Kami berharap ada kabar itu,” harapnya.

Terpisah, menyikapi keluhan petani mandiri, Kepala Dinas Pertanian Bulungan Ahmad Yani melalui Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Iin Rosita mengungkapkan, terkait TBS dengan harga Rp 850 per kgdimungkinkan dari petani mandiri tak memperhitungkan biaya transportasinya.

“TBS per kg saat ini posisinya Rp 1.000. Nah, jika di petani mandiri Rp 850 mungkin itu terima di tempat. Maka, wajar karena tak ada transportasi ke pabriknya secara langsung,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, faktor lainnya dikarenakan petani mandiri tidak melakukan kemitraan terhadap perusahaan sawit yang memiliki pabrik. Sehingga mereka pun dalam hal ini tak bisa menuntut dengan harga yang sama.

“Ya, berbeda halnya dengan petani plasma. Yaitu, kalau mereka (petani plasma) memang harga sesuai dengan yang ditentukan pabriknya,” jelasnya.

Di sisi lain, mengenai anggapan tak relevan. Pihaknya justru menanyakan akan jenis hitung-hitungan yang diterapkan oleh si petani mandiri. Apakah memang perhitungannnya sudah benar-benar sesuai dengan analisa usaha atau sebaliknya. “Kita harus tahu hitung-hitungannya seperti apa dulu. Karena sampai menganggap tak ada untung dan lain sebagainya,” ucapnya.

Meski, pihaknya tak menampik bahwa komoditi sawit ini tidak mudah. Dan setidaknya dari komoditi yang masuk ke tanaman konvensional seharusnya hanya di skala perusahaan. “Memang jika ingin terlihat hasilnya, sistemnya harus besar. Di samping tetap memperhatikan pola pupuk, teknis menanam dan lain sebagainya,” terangnya.

“Namun, kembali kepada permasalahan di atas yaitu mengenai harga TBS. Yaitu yang berlaku di petani mandiri adalah yang di pasar. Dan di pasar ada tengkulak. Kecuali sudah berbadan hukum koperasi. Maka, harga mungkin selisihnya tak cukup jauh,” ungkapnya. (omg/eza)


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 12:15

Kaltara ‘Disuntik’ Rp 10,82 Triliun

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto…

Jumat, 22 November 2019 12:11

Distribusi Mesin Konverter Kit Diawasi Ketat

TANJUNG SELOR –Meski sebelumnya sudah dilakukan verifikasi dan pendataan terhadap…

Jumat, 22 November 2019 11:40

2020, Pembangunan Fisik PLBN Dimulai

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sungai…

Jumat, 22 November 2019 11:34

Pembangunan Gedung LPMP Masih Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Hingga kini, status lahan yang akan digunakan…

Jumat, 22 November 2019 11:31

Tiga Nelayan Indonesia Disandera Abu Sayyaf

TANJUNG SELOR – Kelompok bersenjata Abu Sayyaf kembali berulah. Kali…

Jumat, 22 November 2019 11:28

Polda Akan Bangun Gudang Senjata

TANJUNG SELOR - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) memperoleh…

Kamis, 21 November 2019 12:15

Mesin Koverter Kit Mulai Didistribusikan

TANJUNG SELOR – Jika sebelumnya, nelayan kecil yang menggunakan mesin…

Kamis, 21 November 2019 12:11

Polemik Suket, Bisa Terindikasi Maladministrasi

TANJUNG SELOR – Polemik tak berlakunya surat keterangan (suket) sebagai…

Kamis, 21 November 2019 12:07

Dua Pelamar CPNS Gugur

TANJUNG SELOR – Sejak dibukanya pendaftaran rekrutmen calon pegawai negeri…

Rabu, 20 November 2019 17:59

Listrik Padam 5 Jam Tanpa Pemberitahuan

TANJUNG SELOR – Warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Bulungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*