MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30
KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi
ilustrasi

PROKAL.CO,  TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota Tarakan kembali terjadi. Akibat kelangkaan, masyarakat menggantungkan keperluan dapur dari tabung elpiji 3 kg dibuat gigit jari. Kekosongan tabung gas elpiji 3 kilogram ini diketahui terjadi di agen.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan bahwa pihaknya telah menelusuri penyebab kelangkaan tersebut. Agen beralasan pengiriman terkendala. “Mereka (penyalur gas) tidak tahu kenapa terlambat masuk (tiba di Tarakan) karena gas itu kan dikirim dari luar. Jadi alasannya itu,” ucapnya.

Melalui hal tersebut, Khairul mengharapkan agar pemasangan jaringan gas di Kota Tarakan dapat segera terealisasikan ke seluruh kecamatan. Sehingga penggunaan gas elpiji 3 kg hanya digunakan oleh pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di seputaran Kota Tarakan.

Nah, pada kawasan pesisir, harus ada jalan keluar dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebab jika tidak ada jalan keluar, maka pemakaian gas elpiji 3 kilogram akan terus dilakukan. “Tapi kami berharap agar pemakaian gas elpiji 3 kg akan dikurangi. Kalau sudah pakai jaringan gas, jadi elpiji 3 kg hanya digunakan oleh pedagang UKM,” pungkasnya.

Sementara itu, agen elpiji Mitra Andalan, Iwan Setiawan mengatakan bahwa gas elpiji 3 kg memang kosong. Hal tersebut terjadi karena keterlambatan kapal yang tiba di Tarakan sejak Rabu (9/10) lalu.

“Biasanya gas ini datangnya dari Balikpapan. Infonya sih kapalnya terlambat. Saat ini di agen kosong,” ungkapnya.

Dikatakan Iwan, kuota gas elpiji yang diterima pihaknya biasa mencapai 30 ribu tabung gas. Namun, biasanya pihaknya menyalurkan 1.200 tabung gas setiap hari. Dengan adanya kelangkaan gas ini, ditegaskan Iwan bahwa penjualan gas elpiji tetap pada harga Rp 16 ribu. “Gas di agen sudah kosong sejak Rabu kemarin. Kalau yang pangkalan harus tetap jual di angka Rp 16 ribu, tapi enggak tahu kalau pengecer,” imbuhnya. (shy/lim)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 14:06

Pikap Hantam Matik, Pengendara Tewas

TARAKAN – Kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan terkait kecelakaan yang…

Jumat, 22 November 2019 14:04

Siapkan Bimbingan Pranikah via Online

RENCANA diwajibkannya calon pengantin mengantongi sertifikat bimbingan pranikah, rupanya diwarnai…

Jumat, 22 November 2019 14:00

Masih Ada Utang di APBD 2020

TARAKAN – Dalam penyampaian nota penjelasan pemerintah tentang Raperda APBD…

Kamis, 21 November 2019 12:21

WADAWWW..!! Dua Kelurahan Masuk Kategori Kumuh Berat

TARAKAN – Dua kelurahan yang ada di Bumi Paguntaka yakni…

Kamis, 21 November 2019 12:18

63 Rambu Peringatan Bencana Segera Dipasang

TARAKAN - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan akan…

Rabu, 20 November 2019 18:19

Benturan di Jalur Pelayaran Berulang, Alat Tangkap Nelayan Ditabrak Ponton Batubara

TARAKAN – Aktivitas di laut Kaltara memang cukup tinggi, nelayan…

Rabu, 20 November 2019 18:17

Prihatin Harga Pupuk Naik dan Hoaks

Lulus dengan menyandang status cumlaude tentunya menjadi impian dan keinginan…

Rabu, 20 November 2019 18:05

Lapor Apa Saja di ‘Tarakan 1 Click’

TARAKAN - Polres Tarakan terus meningkatkan pelayanan untuk keamanan masyarakat.…

Selasa, 19 November 2019 13:39

Investasi Rp 37,9 Triliun, Sinosteel Masih Survei

TARAKAN – Rencana investasi Sinosteel Corporation dengan membangun membangun pabrik…

Selasa, 19 November 2019 13:36

“Jalan Rusak, Apa Harus Demo?”

TARAKAN – Warga Jalan Aki Balak, khususnya di sekitar SDN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*