MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22
Antara Prestasi dan Nama Daerah

Keterampilan Atlet Tarakan Dilirik Provinsi Luar

ASAH KEMAMPUAN: Moes Santoso saat melatih kedua cucunya bermain catur setiap hari.

PROKAL.CO,  

 MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa nama Kalimantan Utara (Kaltara). Bagaimana tidak, sejak 2013 Dita Karenza diadopsi Provinsi Jawa Barat.

Bukan tanpa alasan. Merasa tidak terurus di kota sendiri, pelatih nasional cabang olahraga (cabor) catur ini memutuskan mengirimkan cucunya ke Bandung, Jawa Barat. Dengan setitik harapan, cucunya ini bisa menjadi atlet internasional.

“Tahun 2012 pernah mewakili Kaltim, saat kita masih Kaltim. Tapi karena tidak ada perhatian dari Kaltim, Tarakan juga mulai minim semenjak ditinggal Pak Jusuf SK. Penghargaan terhadap olahraga makin berkurang. Jadi mau tidak mau, saya persilakan diadopsi Jawa Barat demi karier mereka,” katanya mengawali cerita kepada Radar Tarakan.

Dita berhasil meraih dua medali emas dari cabor catur standar dan catur cepat. Sementara mendapatkan medali perak dari catur kilat.

“Catur standar durasinya 3 jam, catur cepat durasinya 50 menit dan catur kilat durasi 6 menit. Jadi kejuaraan wanita usia 20 tahun di seluruh Asia Timur. Ada Cina, India, Indonesia, Vietnam dan lainnya,” lanjut pria kelahiran Surabaya, 25 Desember 1955.

Namun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, masih ada kerinduan cucunya ini mengharumkan nama kampung halaman. Seperti ada pepatah, sejauh apapun kaki ini melangkah, pasti punya tempat untuk kembali pulang.

“Karena lebih baik membela kampung halaman sendiri, daripada kampung orang lain. Demi mereka menjadi atlet dunia, saya terpaksa mengirim keluar karena tidak adanya perhatian dari pemerintah,” kata pria berambut putih ini.

Selain Dita Karenza, nama Dewi Ardhiani Anastasia Citra (25) juga masuk dalam kancah internasional sebagai juara 1 Women Internasional Grand Master Tournament 2019 di Novi Sad, Serbia.

Tak sampai di situ, Niken Sicylia Stevanova (10) dan Shalom Catreya Marcelina Papian (6) akan mewakili Kaltara di Kejuaraan Nasional Catur 2019 di Kota Ambon.

“Saya tetap berusaha, agar cucu saya bertanding untuk Kaltara. Semoga ada perhatian dari pemerintah. Karena kalau tidak ada perhatian dari pemerintah, terpaksa mereka bertarung membawa nama provinsi lain,” katanya.

Dikatakannya, cucu-cucunya ini terlatih di cabang olahraga catur sejak usia 5 tahun. Di usia 7 tahun, Dita Karenza sudah meraih juara nasional. Bisa dibilang, keterampilannya di dunia cabor catur sudah tidak diragukan lagi.

Sejak dini, Moes Santoso mengarahkan cucu maupun anaknya terlibat dalam ekstrakurikuler cabang olahraga. “Entah itu basket, voli, binaraga, yang mana cabang olahraga dia sukai. Kebetulan saya pelatih catur, sehingga mereka lebih bisa. Karena ditangani langsung oleh saya, jadi setiap hari latihan,” ujar Pelatih Nasional Cabor Catur ini.

Secercah harapan masih ada di dalam dirinya untuk pemerintah provinsi. Dia mengatakan, atlet asal Tarakan ini bisa mengharumkan nama provinsi sendiri. Besar harapannya, pemerintah lebih serius memajukan cabang olahraga di provinsi termuda ini.

“Sepanjang Kaltara serius mewadahi, mereka bisa membawa nama Kaltara. Atlet asal Tarakan ada 4, yaitu Citra, Dita, Nadya dan Juwita. Saya jamin mereka bisa borong emas, tergantung perhatian dari pemerintah. Saya sempat cerita-cerita di grup tentang cucu-cucu saya juga, ternyata ada 6 provinsi yang mau mengadopsi. Ada Sumatra Barat, DKI Jakarta, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan,” tutupnya. (***/lim)


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 14:04

Siapkan Bimbingan Pranikah via Online

RENCANA diwajibkannya calon pengantin mengantongi sertifikat bimbingan pranikah, rupanya diwarnai…

Jumat, 22 November 2019 14:00

Masih Ada Utang di APBD 2020

TARAKAN – Dalam penyampaian nota penjelasan pemerintah tentang Raperda APBD…

Kamis, 21 November 2019 12:21

WADAWWW..!! Dua Kelurahan Masuk Kategori Kumuh Berat

TARAKAN – Dua kelurahan yang ada di Bumi Paguntaka yakni…

Kamis, 21 November 2019 12:18

63 Rambu Peringatan Bencana Segera Dipasang

TARAKAN - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan akan…

Rabu, 20 November 2019 18:19

Benturan di Jalur Pelayaran Berulang, Alat Tangkap Nelayan Ditabrak Ponton Batubara

TARAKAN – Aktivitas di laut Kaltara memang cukup tinggi, nelayan…

Rabu, 20 November 2019 18:17

Prihatin Harga Pupuk Naik dan Hoaks

Lulus dengan menyandang status cumlaude tentunya menjadi impian dan keinginan…

Rabu, 20 November 2019 18:05

Lapor Apa Saja di ‘Tarakan 1 Click’

TARAKAN - Polres Tarakan terus meningkatkan pelayanan untuk keamanan masyarakat.…

Selasa, 19 November 2019 13:39

Investasi Rp 37,9 Triliun, Sinosteel Masih Survei

TARAKAN – Rencana investasi Sinosteel Corporation dengan membangun membangun pabrik…

Selasa, 19 November 2019 13:36

“Jalan Rusak, Apa Harus Demo?”

TARAKAN – Warga Jalan Aki Balak, khususnya di sekitar SDN…

Selasa, 19 November 2019 10:46

Uji Petik pada Angkutan Nataru

MENJELANG perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kantor Syahbandar dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*