MANAGED BY:
MINGGU
05 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 12 Oktober 2019 08:32
Mencicipi Kopi Racikan Barista Ala Warga Binaan

Asah Keterampilan Warga Binaan Lapas Kelas II-A Tarakan

MENYEDUH KOPI: Warga binaan Lapas Kelas II-A Tarakan dilatih seorang barista cara meracik dan menghidangkan kopi, Jumat (11/10).

PROKAL.CO, SUARA mesin penggilingan kopi memecahkan suasana hening di Workshop Bimbingan Kerja, Lapas Kelas II A Tarakan, pada Jumat (11/10) pagi. Di ruangan yang memiliki luas sekitar 8 x 10 meter ini, wadah bagi warga binaan mengasah keterampilan. Bisa disebut bekal kreatif saat menghirup udara bebas nantinya.

Di dalam ruangan ini, ada 15 warga binaan yang tengah mendengar instruktur dari seorang barista. Para warga binaan ini juga diberi kesempatan, langsung mempraktikkan ilmu yang sudah diserap.

Budi Santoso, salah seorang warga binaan yang mengikuti pelatihan meracik kopi ala kafe kekinian. Meski baru tiga hari mengikuti pelatihan, tampaknya pria berusia 31 tahun ini mulai menguasai mesin dan mengenali rasa biji kopi.

Setelah meracik biji kopi hingga menyeduhnya, dia merasakan pembuatannya tidak semudah meneguk secangkir kopi. Meski demikian, dia sudah bisa membuat Vietnam drip dan Japanese style iced coffee.

“Ternyata cara membuat kopi itu tidak gampang. Ada tahapan dan butuh kesabaran. Kopi yang kita gunakan ada dua jenis, yaitu Kintamani, Bali dan Aceh. Kopi dari Kintamani itu rasanya terasa banget di tenggorokan,” katanya.

Divonis delapan tahun masa hukuman, dia tidak menyangka bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat kelak. Meski ruang gerak yang terbatas, kreativitasnya tidak dibatasi jeruji besi.

Alhamdulillah, saya merasa bersyukur karena sebelumnya tidak pernah terpikir ada pelatihan. Kami warga binaan dapat pelatihan. Dari kegiatan ini menjadi bekal, ketika kami bebas,” harapnya.

Rupanya melihat warga binaan meracik secangkir kopi, juga pertama kali dirasakan Kepala Lapas Kelas II-A Tarakan setelah 29 tahun bertugas dan berkecimpung dalam suasana lapas. Maman Herwaman mengaku, ada rasa kebanggaan tersendiri melihat warga binaannya bisa meracik kopi nikmat.

“Ini pertama kali saya rasakan racikan kopi warga binaan. Pertama kali saya rasakan warga binaan ikut pelatihan barista, itu di Tarakan. Walaupun pelatihannya hanya tiga hari, tapi mereka sudah bisa meracik jenis-jenis kopi. Tadi saya coba Vietnam drip, rasanya luar biasa. Memang awalnya agak aneh, tapi di tetesan terakhir rasanya enak luar biasa,” akunya.

Jeruji besi Lapas Kelas II-A Tarakan ini, tidaklah menyeramkan seperti yang dibayangkan masyarakat. Tidak hanya menjalankan masa hukuman, tapi dibekali keterampilan yang dapat dimanfaatkan saat bebas nanti.

“Selain pembinaan kepribadian, ada juga pembinaan kemandirian dan ini adalah salah satunya. Ada beberapa pelatihan, seperti makeup artist, ada juga pertanian, perbengkelan dan masih banyak pelatihan lainnya,” bebernya.

Meski ruang geraknya terbatas, tapi warga binaan ini tidak ketinggalan tren. Seduhan kopi banyak digandrungi kalangan masyarakat umum. Tapi tren inipun bisa dirasakan warga binaan.

“Di luar banyak kafe yang bermunculan. Kopi salah satu kuliner yang booming, kita mencoba bagaimana bisa mengikuti tren,” lanjutnya.

Di tahap awal ini, ada 15 peserta warga binaan yang mengikuti pelatihan meracik kopi ala barista lapas. Ke depannya akan terus berlanjut. Tidak sekadar pelatihan, untuk meningkatkan keterampilan warga binaan rencananya juga Lapas Kelas II-A Tarakan ini memasarkan hasil racikan biji kopi.

“Apalagi kita sudah punya alat dan mesinnya. Kita ada rencana mau pasarkan, nanti kita diskusi bagaimana kita bisa memasarkan produk ini. Paling tidak secara internal dulu, ke depannya juga masyarakat umum bisa merasakan racikan kopi warga binaan,” tutupnya. (***/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 04 April 2020 11:47

Perkembangan Corona di Kaltara, Delapan Positif, Satu Meninggal

TARAKAN- Sepakan sejak diumumkan adanya warga Kalimantan Utara (Kaltara) positif…

Sabtu, 04 April 2020 11:44

DUH BANYAK..!! Penumpang Kapal Lambelu Ada Positif Corona, Padahal Ada 1.009 Penumpang Lainnya

GUGUS Tugas di Tarakan dan Nunukan harus bekerja keras melakukan…

Jumat, 03 April 2020 13:30

236 Narapidana Lapas Dibebaskan

TARAKAN – Upaya preventif penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di dalam…

Jumat, 03 April 2020 13:28

Kembali Dapat Tambahan 114 Batang Sabun Lagi

TARAKAN – Pembagian sabun cair olahan yang dilakukan oleh Komando…

Jumat, 03 April 2020 13:23

8 Hotel Memilih Tutup Sementara

TARAKAN - Wabah Coronavirus Disease (Covid-19) bukan hanya menghambat jalannya…

Jumat, 03 April 2020 12:26

Berawal dari Obat Empiris, Jadi Penangkal Hama dan Covid-19

Merebaknya pandemi Covid-19 di seluruh Indonesia, membuat masyarakat meramu sendiri…

Jumat, 03 April 2020 11:59

Iwan Pimpin PDAM Andalkan Ilmu Bisnis

Akhirnya Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, melantikan 5 direktur…

Jumat, 03 April 2020 11:57

2.992 Liter Sabun Cair Terdistribusi

TARAKAN - Setelah menerima sabun batang dari ditributor, Kodim 0907…

Jumat, 03 April 2020 11:55

Empat Eks Ijtima Gowa Positif

PASIEN positif Covid-19 di Kaltara bertambah 4 orang menjadi 6…

Rabu, 01 April 2020 14:09

KJRI: Perbatasan Sebatik Bocor

TARAKAN – Di tengah upaya menekan penyebaran virus Covid-19, di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers