MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 10 Oktober 2019 14:41
Buat SIM Harus ke Kabupaten Tetangga, Tapi di Kabupaten Ini Sering Razia

Warga Minta di KTT Ada Pengurusan SIM

MINTA DISEDIAKAN: Warga minta pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dapat dilakukan di KTT, Rabu (9/10).

PROKAL.CO,  TANA TIDUNG- Warga di Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung mengeluhkan seringnya razia kepada pengendara sepeda motor, namun sarana pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) belum tersedia di KTT.

Razia kendaraan yang dilakukan membuat warga terkadang mengeluh, pasalnya hingga saat ini kepengurusan SIM di KTT belum ada. Warga harus mengurus SIM ke Bulungan atau ke Malinau. Jauhnya perjalanan yang ditempuh dan memakan banyak biaya membuat warga mengeluhkan keadaan ini.

Salah satu warga Dendi menjelaskan, terkadang satlantas sering melakukan razia secara tiba-tiba, dan meminta pengendara memperlihatkan SIM serta surat-surat kendaraan jika tidak membawa perlengkapan tersebut maka pihaknya akan menahan sementara kendaraan yang ada, dan meminta pengendara untuk pulang mengambil surat-surat tersebut. Untuk diperlihatkan kepada petugas.

"Kadang tiba-tiba razia tu, pas razia saya tidak punya SIM dan petugas meminta SIM kepada saya, saya langsung bilang aja bahwa saya belum punya SIM. Petugasnya meminta untuk segera membuat SIM agar jika suatu saat terjadi razia tetap aman. Bagaimana buat SIM di KTT belum ada kepengurusan SIM, kalau ada sudah lama warga KTT ini punya SIM,"kata Dendi.

Menurutnya, jika warga harus mengurus ke Tanjung Selor banyak memakan biaya, apalagi saat ini terkdang ikut tes pembuatan SIM juga terkdang tidak lulus. Otomatis harus bermalam dan memgeluarkan biaya lebih lagi untuk kepengurusan SIM. 

"Saya pernah ikuti undangan di pemerintahan dan disitu ada Kapolres yang mengatakan di KTT akan memudahkan warga masyarakat dalam hal kepengurusan SIM, jadi warga tidak jauh lagi ke Tanjung Selor. Cukup di KTT saja akan ada mobil pembuatan SIM keliling yang nanti akan melayani warga KTT,” tuturnya.

“Tapi hingga sekarang juga tidak ada, jangan heran jika warga tidak punya SIM. Karena selain tidak ada tempat ngurus juga biaya yang dikeluarkan mahal jika harus ke Tanjung Selor," ungkapnya.

Sependapat dengan Dendi, Rahmat juga menginginkan di KTT harus ada tempat kepengurusan SIM. Karena selama ini mereka sangat kesulitan dalam kepengurusan SIM. Apalagi akhir-akhir jni sering dilakukan razia, tentu ini membuat warga khawatir.

"Jangan cuma razia saja, tapi saya minta kalau bisa sediakan tempat kepengurusan SIM. Agar warga mudah memiliki SIM dan tidak jauh lagi jika harus ke kabupaten lain," katanya.

Kapolsek Sesayap, Iptu Su’udi mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat terkait pengadaan pembuatan SIM. Inilah yang selalu di harapkan pihaknya agar warga mudah mengurus SIM dan tidak jauh hingga ke Tanjung Selor.

 "Insya Allah kita juga akan dapat membuat SIM sendiri, untuk sekarang ini mohon bersabar ada kendala kenapa polsek belum bisa melakukan pembuatan SIM sendiri selain masalah jaringan yang saat ini susah untuk dilakukan pembuatan SIM. Apalagi saat sebentar akan memiliki Kantor Polres  untuk itu semua yang kita keluhkan terkait pembuatan SIM akan segera ada disana nanti," kata Kapolsek.

Ia berharap kepada semua warga, meskipun sering dilakukan razia itu hanya sebatas menertibkan saja bagi kelengkapan, seperti helm, STNK, SIM dan kelengkapan lainya serta jangan melanggar jalan satu arah. "Ini yang kita tertibkan jika pihaknya menanyakan surat-surat maka tunjukan, pihaknya juga paham karena ini hanya penertiban saja. Harus bawa surat perlengkapan jika tidak ada atau tinggal, maka kami meminta untuk mengambil atau segera membuat perlengkapan seperti SIM jika memang belum punya," ujarnya.

Ia mengakui, sejauh ini razia tidak menahan kendaraan terkecuali jika kendaraan tersebut tidak memiliki surat menyurat lainya (alias bodong) maka pihaknya akan meminta pemilik untuk menjelaskan dan menyelesaikanya kepada pihaknya. "Iya kalau hanya sekadar ketinggalan STNK atau SIM kami suruh pulang ambil, tapi kalau surat kelengkapn tidak ada sama sekali baik STNK, BPKB ataupun SIM maka kendaraan kami tahan sementara sampai pemilik menunjukan surat kepemilikan atas motor tersebut," katanya. (*/rko/udn)


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*