MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 09 Oktober 2019 09:26
Beridentitas Ganda karena Didorong Keuntungan Dua Negara
SILATURAHMI: Direktur Radar Tarakan Anthon Joy Nahampun (tiga dari kiri) dan jajaran manajemen Radar Tarakan menyerahkan cenderamata berupa fi gura batik khas Tarakan bermotif pakis asia kepada Kepala Perwakilan Konsulat Republik Indonesia Tawau, Sabah, Malaysia Sulistijo Djati Ismojo (empat dari kiri), Selasa (8/10) sore. Dalam pertemuan ini, Radar Tarakan dan Konsulat RI Tawau banyak berdiskusi mengenai kondisi sosial WNI yang ada di Sabah, Malaysia.

PROKAL.CO, TAWAU - Konsulat Republik Indonesia Tawau, Sabah, Malaysia mencatat banyak hal terkait penanganan warga negara Indonesia (WNI) yang berhubungan dengan Sabah, Malaysia. Selain hubungan dagang, WNI juga kerap terbelit masalah hukum di Malaysia.

Seperti diungkap Vice Consul pada Konsulat RI Tawau Emir Faisal, jika masih banyak ditemui WNI masuk ke Malaysia lewat 'samping' alias ilegal. "Ada yang naik kapal kecil, dari orang tua sampai bayi. Kami menyebutnya pelintas non-prosedural. Kalau yang lewat darat itu sekarang banyak di Sei Menggaris," sebut Emir kepada Radar Tarakan di Konsulat RI Tawau di Batu 2 1/2, Jalan Sin Onn, Tawau, Selasa (8/10) sore.

Selain persoalan keimigrasian, adapula masalah narkoba. Ini cukup banyak ditemui. Hal lain yang saat ini cukup rumit diurai mengenai identitas ganda, alias memiliki identity card (IC) Malaysia, sekaligus kartu tanda penduduk (KTP) Indonesia. Dua identitas ini marak karena didorong keinginan oknum memanfaatkan keuntungan atau kelebihan dari kedua negara.

"Kadang-kadang kalau lagi senang di sini, Malaysia. Kalau datang masalah, mengakunya Indonesia. Mereka tahu kalau Konsulat (Konsulat RI Tawau) serius menangani. Mereka pakai dua identitas itu. Kalau ditangkap polisi di Malaysia, mereka mengaku WNI," jelas Emir.

Menurut Emir, peran media juga sangat dibutuhkan jika menemukan kasus seperti ini. Misalnya memverifikasi lebih jauh mengenai status WNI yang bermasalah ini. "Mohon maaf, mereka ini banyak yang kutu loncat. Kadang mengaku tak dibelain ke media. Mereka punya dua identitas itu. Mungkin teman-teman wartawan lebih jeli menyoal identitas. Kecenderungan mereka lainnya, kalau ada pemilu Malaysia mereka ikut. Kalau ada subsidi dan sebagainya mereka ikut Malaysia," tambah Emir.

Dalam beberapa kasus, kata dia, Konsulat sebagai perwakilan pemerintah di Malaysia kerap kali diopinikan sebagai pihak yang tak membela hak WNI.

"Biasa ada yang memojokkan, seperti menganggap KRI tak menangani. Sekarang dengan menyebarkan berita enggak benar. Ini kita share agar ini juga menjadi masukan bagi teman-teman," ajaknya memerangi informasi tak berimbang.

Baru kali ini dari Tarakan teman-teman wartawan. Oktober 2016 masih sebagai koordinator perlindungan. Kepala Perwakilan Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengatakan keberadaan Konsulat RI Tawau membantu tak hanya melulu menangani WNI bermasalah. Konsulat juga menjembatani hubungan di berbagai bidang antarnegara.

"Kami dengan teman-teman media juga punya huhungan yang sudah lama. Maka kita pererat. Keberadaan Konsulat ini sebagai perpanjangan tangan pemerintah," imbuhnya.

Indonesian National Police Liaison Officer pada Konsulat RI Tawau Kompol Ahmad Fadilan, S.Si, M.Si, M.Sc, menambahkan jika Konsulat RI Tawau banyak menangani kasus-kasus hukum WNI yang bekerja di Sabah.

"Memang keberadaan saya sebagai staf teknis di Konsulat sebagai perwakilan Polri. Kejadian yang melibatkan warga kita, pasti juga menjadi tugas saya," timpalnya singkat. (lim/nri)


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…

Rabu, 19 Februari 2020 10:33

Sinyal Irianto ke Irwan Sabri?

BEREDAR foto pertemuan H. Irwan Sabri dengan Gubernur Kalimantan Utara…

Selasa, 18 Februari 2020 10:54

AHY Sedot Perhatian di Pembukaan CFD

TARAKAN - Launching car free day (CFD) pada Minggu (16/2)…

Selasa, 18 Februari 2020 10:50

Mereka Belum Tahu Kapan Balik ke Tiongkok, Di Natuna Seperti Liburan

USAI menjalani masa observasi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau…

Minggu, 16 Februari 2020 11:57

BREAKING NEWS! Tangis Haru Sambut Mahasiswa Kaltara, Usai Diobservasi di Natuna

TARAKAN - 19 mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipulangkan…

Rabu, 12 Februari 2020 15:31

Lima Mahasiswa ‘Terkurung’ di Shandong

 LIMA mahasiswa asal Kota Tarakan saat ini masih terjebak di…

Rabu, 12 Februari 2020 15:19

Penyewa Rumah Asal Api Dicari Polisi

TARAKAN - Penyebab kebakaran di Jalan Pinus RT 13, Kelurahan…

Senin, 10 Februari 2020 15:06

Kembangkan Minat dan Bakat Anak di Masa Golden Age

Pemberian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ketika anak memasuki masa…

Senin, 10 Februari 2020 15:02

Honorer Siap-Siap Menganggur

TAK ada lagi istilah honorer, tenaga kontrak, atau outsourcing di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers