MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 09 Oktober 2019 09:26
Beridentitas Ganda karena Didorong Keuntungan Dua Negara
SILATURAHMI: Direktur Radar Tarakan Anthon Joy Nahampun (tiga dari kiri) dan jajaran manajemen Radar Tarakan menyerahkan cenderamata berupa fi gura batik khas Tarakan bermotif pakis asia kepada Kepala Perwakilan Konsulat Republik Indonesia Tawau, Sabah, Malaysia Sulistijo Djati Ismojo (empat dari kiri), Selasa (8/10) sore. Dalam pertemuan ini, Radar Tarakan dan Konsulat RI Tawau banyak berdiskusi mengenai kondisi sosial WNI yang ada di Sabah, Malaysia.

PROKAL.CO, TAWAU - Konsulat Republik Indonesia Tawau, Sabah, Malaysia mencatat banyak hal terkait penanganan warga negara Indonesia (WNI) yang berhubungan dengan Sabah, Malaysia. Selain hubungan dagang, WNI juga kerap terbelit masalah hukum di Malaysia.

Seperti diungkap Vice Consul pada Konsulat RI Tawau Emir Faisal, jika masih banyak ditemui WNI masuk ke Malaysia lewat 'samping' alias ilegal. "Ada yang naik kapal kecil, dari orang tua sampai bayi. Kami menyebutnya pelintas non-prosedural. Kalau yang lewat darat itu sekarang banyak di Sei Menggaris," sebut Emir kepada Radar Tarakan di Konsulat RI Tawau di Batu 2 1/2, Jalan Sin Onn, Tawau, Selasa (8/10) sore.

Selain persoalan keimigrasian, adapula masalah narkoba. Ini cukup banyak ditemui. Hal lain yang saat ini cukup rumit diurai mengenai identitas ganda, alias memiliki identity card (IC) Malaysia, sekaligus kartu tanda penduduk (KTP) Indonesia. Dua identitas ini marak karena didorong keinginan oknum memanfaatkan keuntungan atau kelebihan dari kedua negara.

"Kadang-kadang kalau lagi senang di sini, Malaysia. Kalau datang masalah, mengakunya Indonesia. Mereka tahu kalau Konsulat (Konsulat RI Tawau) serius menangani. Mereka pakai dua identitas itu. Kalau ditangkap polisi di Malaysia, mereka mengaku WNI," jelas Emir.

Menurut Emir, peran media juga sangat dibutuhkan jika menemukan kasus seperti ini. Misalnya memverifikasi lebih jauh mengenai status WNI yang bermasalah ini. "Mohon maaf, mereka ini banyak yang kutu loncat. Kadang mengaku tak dibelain ke media. Mereka punya dua identitas itu. Mungkin teman-teman wartawan lebih jeli menyoal identitas. Kecenderungan mereka lainnya, kalau ada pemilu Malaysia mereka ikut. Kalau ada subsidi dan sebagainya mereka ikut Malaysia," tambah Emir.

Dalam beberapa kasus, kata dia, Konsulat sebagai perwakilan pemerintah di Malaysia kerap kali diopinikan sebagai pihak yang tak membela hak WNI.

"Biasa ada yang memojokkan, seperti menganggap KRI tak menangani. Sekarang dengan menyebarkan berita enggak benar. Ini kita share agar ini juga menjadi masukan bagi teman-teman," ajaknya memerangi informasi tak berimbang.

Baru kali ini dari Tarakan teman-teman wartawan. Oktober 2016 masih sebagai koordinator perlindungan. Kepala Perwakilan Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengatakan keberadaan Konsulat RI Tawau membantu tak hanya melulu menangani WNI bermasalah. Konsulat juga menjembatani hubungan di berbagai bidang antarnegara.

"Kami dengan teman-teman media juga punya huhungan yang sudah lama. Maka kita pererat. Keberadaan Konsulat ini sebagai perpanjangan tangan pemerintah," imbuhnya.

Indonesian National Police Liaison Officer pada Konsulat RI Tawau Kompol Ahmad Fadilan, S.Si, M.Si, M.Sc, menambahkan jika Konsulat RI Tawau banyak menangani kasus-kasus hukum WNI yang bekerja di Sabah.

"Memang keberadaan saya sebagai staf teknis di Konsulat sebagai perwakilan Polri. Kejadian yang melibatkan warga kita, pasti juga menjadi tugas saya," timpalnya singkat. (lim/nri)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:57

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*