MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 08 Oktober 2019 10:08
Kantor PLN Bakal Diserbu Warga
JELASKAN: Aliansi Mahasiswa Perbatasan mendatangi Kantor PLN Rayon Nunukan untuk menyampaikan bahwa akan ada aksi unjuk rasa dilakukan.

PROKAL.CO, NUNUKAN – Akibat listrik sering mengalami pemadaman bergiliran, berlangsung lebih dari sebulan, warga merasa kecewa dan dirugikan. Warga berniat akan mendatangi Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan dalam waktu dekat.

Kedatangan tersebut dilakukan dalam bentuk aksi unjuk rasa yang akan  dilakukan Aliansi Mahasiswa Perbatasan. Pihak Aliansi Mahasiswa Perbatasan  menganggap kondisi listrik di Nunukan hingga detik ini belum sesuai harapan. Artinya, krisis listrik masih saja terjadi.

Perwakilan Aliansi Mahasiswa Perbatasan, Jumadi Arisal mengatakan, pemadaman bergilir yang dilakukan oleh pihak PLN Rayon Nunukan yang semakin menggila dan belum adanya kepastian atau jaminan Nunukan terang benderang.

“Kami mengundang kepada masyarakat Nunukan yang terdampak dan mengalami kerugian akibat pemadaman listrik, untuk berpartisipasi dan bersama menuntut normalisasi listrik di Nunukan,” kata Jumadi Arisal.

Para Aliansi Mahasiswa Perbatasan ini, akan menuntut Manajer PLN Area Berau untuk segera melakukan penormalan listrik di Nunukan, serta meminta keterbukaan terhadap krisis listrik yang terjadi selama ini.

Selain itu, mendesak kompensasi atas kerugian para pelanggan PT PLN Rayon Nunukan, akibat pemadaman yang dilakukan selama ini. Selain itu meminta legislatif dan ekskutif ikut turun tangan untuk menangani permasalahan listrik.

“Masyarakat sudah cukup sabar dengan krisis listrik yang terjadi saat ini, saatnya untuk menuntut perbaikan,” ujarnya.

Sementara Manajer PT PLN Rayon Nunukan, Rahmat Adi Widodo mengatakan, untuk kebutuhan listrik di Nunukan mencapai beban puncak 12,5 megawatt (MW). Beban daya dapat berubah tiap waktu, dipengaruhi dari waktu dan hari.

“Misalkan Jumat, Sabtu, Minggu beban tidak terlalu tinggi, karena aktivitas perkantoran tidak dilakukan,” kata Rahmat Adi Widodo.

Menurutnya, beban 12,5 MW akan terjadi ketika semua aktif baik rumah dan perkantoran. Untuk saat ini ada permasalahan mesin listrik di PLTD Sei Bilal dan PLTD Sei Limau, sehingga beban daya listrik tidak mencapai 12,5 MW dan harus dilakukan pemadaman bergilir.

Untuk mengatasi listrik di Nunukan, telah didatangkan mesin untuk mengatasi permasalahan listrik yang akan ditempat di PLTD Sebatik, dengan kemampuan daya mencapai 1 MW. Kondisi mesin bekas namun dapat berfungsi dengan baik.

“Untuk pengadaan mesin baru hanya dapat dilakukan oleh PLN pusat, untuk di daerah hanya mampu mencarikan solusi cepat dengan mendatangkan mesin yang ada untuk saat ini dari daerah lain,” ujarnya. (nal/zia)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*