MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 08 Oktober 2019 09:30
Kebakaran Hutan Masih Terjadi

Siapkan SDM dan Sumber Air Hadapi Karhutla 2020

TANGANI: Kebakaran hutan masih terjadi di Tanjung Cantik, Desa Binusan, Kabupaten Nunukan. Tampak petugas berupaya memadamkan api.

PROKAL.CO, NUNUKAN – Hingga saat ini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih saja terjadi, walaupun sering dilakukan penanganan dari aparat maupun pemerintah setempat. Seperti yang terjadi pada Minggu (6/10), di RT 05 Tanjung Cantik, Desa Binusan.

Kasubid Kedaruratan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasan mengatakan, pihaknya selalu siap siaga untuk melakukan penanganan kebakaran hutan, seperti yang terjadi di RT 05 Tanjung Cantik, Desa Binusan. “Saat mendapatkan informasi terjadi kebakaran hutan, langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” kata Hasan.

Upaya pemadaman dilakukan sejak pukul 16.10 WITA hingga pukul 19.10 WITA. Pemadaman dibantu dari berbagai instansi baik dari pihak kepolisian dan TNI.

Ia memperkirakan pembakaran lahan dan hutan dilakukan sejak siang hari, api yang terlanjur membesar tak dapat dipadamkan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Kejadian pembakaran lahan memang sering ditemukan.

Menurutnya, lahan yang dibakar berupa lahan kosong yang memiliki pohon dan dalam keadaan semak belukar, sehingga mudah untuk terbakar. Diduga pembakaran dilakukan untuk membuka lahan baru untuk difungsikan.

“Cara mudah untuk membuka lahan adalah dengan cara membakar, namun merugikan banyak orang,” ujarnya.

Saat dilakukan pemadaman, tak satu pun warga yang berada di lokasi. Diduga sengaja dibakar lalu ditinggalkan. Hal ini sangat tidak wajar dilakukan. Seharusnya jika melakukan pembakaran lahan, siap bertangung jawab untuk memadamkan.

Dengan jumlah personel yang turun ke lokasi mencapai 20 orang, mampu mengatasi kebakaran lahan tersebut, walaupun memiliki kendala untuk tiba di lokasi kebakaran. Karena tidak dapat dijangkau menggunakan roda empat. Hanya dapat dijangkau menggunakan roda dua.

Pemadaman dilakukan dengan alat seadanya menggunakan pompa empat unit serta menggunakan pemukul api serta ranting pohon. Ditambah bantuan pompa rumput milik Polsek dan warga yang dipinjamkan. Untuk penanganan kabakaran hutan, agar tidak terjadi kembali di sekitar Tanjung Cantik, telah disampaikan kepada RT setempat. Sedangkan untuk pemilik lahan sedang dilakukan pemeriksaan untuk mencari penyebab kebakaran.

Sementara itu, kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bulungan merupakan karhutla terbesar dibandIng tahun sebelumnya. Sehingga, menyikapi persoalan tersebut, forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Bulungan kembali melakukan pertemuan guna mengevaluasi hasil penanganan karhutla sebelumnya.

Kapolres Bulungan AKBP Andrias Nugroho Susanto menyampaikan, penanganan karhutla sudah maksimal dilakukan. Bersama TNI-Polri, BPBD, PMK dan masyarakat telah berupaya agar karhutla dapat penanganan dengan cepat. Melihat kondisi itu, lokasi yang menjadi langganan karhutla berada di Kecamatan Tanjung Palas Timur.

Kemudian, yang menjadi perhatian serius yakni cuaca 2020 yang diprediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan Klas II Tanjung Selor kemarau terjadi di Bulungan lebih parah dibanding tahun ini.

“Mengantisipasi bahaya karhutla tahun depan. Karena hasil pantauan BMKG bisa lebih parah tahun depan,” ucap AKBP Andrias Nugroho Susanto usai meminpin pertemuan penanganan karhutla mendatang di aula Polres Bulungan.

Beberapa kesepakatan dihasilkan pada petermuan tersebut. Pertama, setiap penanganan karhutla petugas lapangan kesulitan sumber air. Dan disepakati, melibatkan pihak perusahaan agar menyiapkan kolam kecil, embung dan water point.

“Jadi petugas membutuhkan waktu hingga 1 jam untuk mendapatkan air. Ini menyulitkan kerja personel di lapangan,” bebernya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan Ali Patokah menyampaikan salah satu kendala yang dihadapi yakni sulitnya sumber air. Dengan kondisi kemarau ada angin kencang membauat api begitu cepat menyebar. Sedangkan sumber air sulit. Serta mewajibkan perusahaan menyiapkan peralatan menghadapi karhutla.

“Mengantisipasi karhutla yang akan datang. Membuat embung disarankan ke pihak perusahaan masing-masing sebagai water point,” jelasnya.

Kemudian, dari BPBD sendiri menghadapi musim kemarau mendatang para personel diberikan pelatihan mengikuti peningkatan sumber daya manusia (SDM) atau diklat. Kemudian, berupaya meningkatkan peralatan di BPBD Bulungan. Sejauh ini puncak karhutla terjadi pada September lalu.

BPBD Bulungan sendiri menangani sebanyak 30 kasus dengan perkiraan ratusan hektare ludes terbakar. “Mendapatakan peralatan, melakukan patroli dan melakukan sosialisasi dengan warga cara menghadapi karhutla. Melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak menghadapi kemarau mendatang,” pungkasnya. (nal/akz/eza)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*