MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 07 Oktober 2019 08:58
Tekan Kecelakaan, Dikeluhkan Warga Gang

Pro Kontra Rekayasa Median Jalan

MENGATUR LALU LINTAS: Jalan Jenderal Sudirman, salah satu jalan yang dipasangi media jalan.

PROKAL.CO, SOROTAN WARGA PADA MEDIAN JALAN

-     Minim rambu. Khususnya pada warna yang memudar. Belum lagi di malam hari, kerap ditabrak pengendara.

-     Minim penerangan.

-     Rentang lebih panjang dari gang-gang yang biasanya menjadi tempat tinggal warga.

-     Warga harus berkendara lebih lama menjangkau jalan-jalan utama.

 

SUMBER: WAWANCARA LAPANGAN

 

Tekan angka kecelakaan dan kemacetan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan membangun median jalan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga persimpangan Kampung Bugis, pada pertengahan 2017 lalu. Awal 2018, pembangunan median jalan dari kembali dilakukan di Jalan Aki Balak. Tepatnya dari landasan pacu Bandara Juwata Tarakan, hingga daerah dekat SMKN 2 Tarakan. Hanya menuai keluhan soal rekayasanya. Di sejumlah ruas, pengendara dipaksa memutar lebih jauh dari sebelumnya.

 

KEBERADAAN median jalan masih menuai pro dan kontra dari warga. Tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, pemilik usaha Jus Kayla, Hj. Sumarni (42) mengaku setuju dengan adanya median jalan ini.

Dia mengatakan, pembangunan median jalan cukup membantu kelangsungan usahanya, yang sudah dimulai sejak 2009 silam. 10 tahun berdagang, keberadaan median jalan ini sama sekali tidak memengaruhi usahanya yang sudah dimulai sejak belum adanya median jalan.

“Sama saja (yang sekarang dan dahulu). Lebih bagus ada median jalan, jadi orang tidak langsung belok ke arah Karang Balik. Tapi karena arah putarnya jauh, jadi biasa orang singgah dulu beli jus di sini,” kata wanita berhijab ini.

Dari pengamatannya, selama adanya median jalan ini, kecelakaan pun tereliminasi. Berbeda dengan sekarang, arus lalu lintas lebih teratur dan minim terjadinya kecelakaan. “Dulu selalu ada orang kecelakaan, karena arahnya seperti simpang empat. Ada yang keluar, lurus dan belok. Tapi sekarang sudah aman. Itu menurut saya, tidak tahu kalau orang lain,” katanya.

Tapi berbeda pula dengan Cecce (29), warga yang tinggal di daerah Jalan Aki Balak. Dia merasa keberadaan median jalan ini banyak dikeluhkan warga, termasuk dirinya.

Dari median jalan yang dibangun dari depan landasan pacu Bandara Juwata Tarakan, hingga daerah SMKN 2 Tarakan, dia mengaku median jalan di daerah tempat tinggalnya terpanjang.

Dijelaskannya, sepanjang Jalan Aki Balak ini ada beberapa titik median jalan yang terputus, untuk menyeberang ke ruas jalan sebelah. Tapi berbeda dengan daerahnya, sepanjang jalan hingga ke daerah SMKN 2 Tarakan dibatasi median jalan.

“Kalau di bagian sana (landasan bandara), ada beberapa titik yang terputus. Jadi kalau mau putar arah lebih dekat. Beda sama di sini, ini yang paling jauh putarnya sampai dekat STM (SMKN 2),” bebernya.

Dia mengaku keberadaan median jalan ini cukup memengaruhi usaha kecil-kecilannya. Sudah 5 tahun berjualan, tapi semenjak dibangunnya median jalan ini, pembelinya cukup sepi. “(Pembeli) agak berkurang. Karena kan dari sebelah jauh putarnya, beda sama dulu bisa potong jalan. Tapi putar jauh sampai di sana (Lanud Anang Busra), jadi sepanjang jalan itu juga banyak yang jualan, jadi langsung beli di situ,” katanya.

Dengan demikian dia berharap, instansi dapat membuka median jalan di titik-titik yang tepat untuk kendaraan menyeberang. “Kalau bisa, setiap gang median jalannya terputus, jadi tidak jauh putarnya. Orang di sini sering mengeluh, tapi mau bagaimana lagi, namanya juga aturan pemerintah,” tutupnya.

 

KESULITAN TENTUKAN ARAH

Rekayasa media jalan di Karang Anyar menuju Karang Balik turut dikeluhkan. Dedi Wardana (35) warga RT 02 Karang Anyar akui merasa kesulitan dengan ditutupnya beberapa jalan alternatif selama ini. Misalnya ingin ke Pasar Gusher ia harus berputar jauh melewati Karang Anyar. Sebelumnya mereka menempuh jalan tersebut menuju Jalan Mulawarman untuk menuju pasar Gusher. "Terkadang kami harus putar cukup jauh, karena biasanya dari rumah keluar tepat depan Hotel Makmur langsung ke simpang empat sangat mudah. Saat ini saya mau ke Karang Balik harus lewat Jalan Slamet Riyadi memutar lagi, begitu juga mau ke Gusher harus lewat jalan keluar dari Karang Anyar ke Mulawarman baru ketemu simpang empat yang jaraknya jelas cukup jauh menurut saya," bebernya kepada media ini.

Ia juga beranggapan, seharusnya dinas terkait mengkaji ulang sejumlah rekayasa median jalan. "Saya juga pernah, karena pulang malam dari arah Jalan Gajah Mada ke Jalan Jenderal Sudirman itu gelap. Karena di median jalan tidak ada penerangan, hanya memanfaatkan penerangan dari beberapa gedung di sekitarnya. Kalau pun dipasangi median jalan seperti yang dilakukan saat ini mungkin bisa ada penerangan mungkin, dan juga beberapa median jalan jangan terlalu panjang untuk putarannya. Jadi memudahkan masyarakat beraktivitas pagi hingga malam hari seperti saya," pungkasnya.

Selain itu Puji, salah satu pegawai bank yang berada di kawasan Jalan Yos Sudarso juga mengeluhkan hal yang sama. Pasalnya karena berkendara dengan roda empat ia harus berputar arah cukup jauh untuk bisa menuju ke tempat kerjanya tersebut. "Di beberapa jalan juga terhambat, kalau saya pastinya kerja jam setengah tujuh (06.30), jadi cukup padat di beberapa jalan. Terutama di Jalan Jenderal Sudirman, karena ada median jalan juga banyak orang yang belok, jadi terhambat, ditambah lagi dengan putaran yang saat ini sudah cukup jauh di Yos Sudarso jadi lebih memperhambat waktu ke kantor dan boros bahan bakar juga," lanjutnya. (*/one/puu/lim)


BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 14:32

Tahap Satu Telan Rp 60 Miliar

TARAKAN - Kawasan Pantai Amal di Kecamatan Tarakan Timur memang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:29

Awang Beri Bantuan karena Merasa Senasib

TARAKAN - Mantan Gubernur Kalimantan Timur 2008-2018  Dr. H. Awang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:27

Ruang Pendingin Ikan Belum Sesuai Fungsi

TARAKAN- Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Tarakan masih…

Kamis, 27 Februari 2020 14:26

Pantai Amal Dipercantik Pemkot, Tahap Satu Telan Rp 60 Miliar

TARAKAN - Kawasan Pantai Amal di Kecamatan Tarakan Timur memang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:25

Gerindra Pesimistis Usung Kader di Pilgub

TARAKAN – Hasil rapimnas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akhir…

Senin, 24 Februari 2020 15:26

Pengemudi Tiba-Tiba Pusing, Hajar Dagangan Warga

TARAKAN – Diduga di luar kendali, sebuah mobil Toyota Rush…

Minggu, 23 Februari 2020 10:44

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:43

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:41

Ujian Nasional Tetap Berjalan Tahun Ini

TARAKAN - Wacana penghapusan ujian nasional (UN) ternyata menuai perhatian…

Minggu, 23 Februari 2020 10:40

Banyak Masyarakat Belum Tahu e-Parking

TARAKAN - Meski telah diterapkan selama dua bulan, namun pelaksanaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers