MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 07 Oktober 2019 08:58
Tekan Kecelakaan, Dikeluhkan Warga Gang

Pro Kontra Rekayasa Median Jalan

MENGATUR LALU LINTAS: Jalan Jenderal Sudirman, salah satu jalan yang dipasangi media jalan.

PROKAL.CO, SOROTAN WARGA PADA MEDIAN JALAN

-     Minim rambu. Khususnya pada warna yang memudar. Belum lagi di malam hari, kerap ditabrak pengendara.

-     Minim penerangan.

-     Rentang lebih panjang dari gang-gang yang biasanya menjadi tempat tinggal warga.

-     Warga harus berkendara lebih lama menjangkau jalan-jalan utama.

 

SUMBER: WAWANCARA LAPANGAN

 

Tekan angka kecelakaan dan kemacetan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan membangun median jalan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga persimpangan Kampung Bugis, pada pertengahan 2017 lalu. Awal 2018, pembangunan median jalan dari kembali dilakukan di Jalan Aki Balak. Tepatnya dari landasan pacu Bandara Juwata Tarakan, hingga daerah dekat SMKN 2 Tarakan. Hanya menuai keluhan soal rekayasanya. Di sejumlah ruas, pengendara dipaksa memutar lebih jauh dari sebelumnya.

 

KEBERADAAN median jalan masih menuai pro dan kontra dari warga. Tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, pemilik usaha Jus Kayla, Hj. Sumarni (42) mengaku setuju dengan adanya median jalan ini.

Dia mengatakan, pembangunan median jalan cukup membantu kelangsungan usahanya, yang sudah dimulai sejak 2009 silam. 10 tahun berdagang, keberadaan median jalan ini sama sekali tidak memengaruhi usahanya yang sudah dimulai sejak belum adanya median jalan.

“Sama saja (yang sekarang dan dahulu). Lebih bagus ada median jalan, jadi orang tidak langsung belok ke arah Karang Balik. Tapi karena arah putarnya jauh, jadi biasa orang singgah dulu beli jus di sini,” kata wanita berhijab ini.

Dari pengamatannya, selama adanya median jalan ini, kecelakaan pun tereliminasi. Berbeda dengan sekarang, arus lalu lintas lebih teratur dan minim terjadinya kecelakaan. “Dulu selalu ada orang kecelakaan, karena arahnya seperti simpang empat. Ada yang keluar, lurus dan belok. Tapi sekarang sudah aman. Itu menurut saya, tidak tahu kalau orang lain,” katanya.

Tapi berbeda pula dengan Cecce (29), warga yang tinggal di daerah Jalan Aki Balak. Dia merasa keberadaan median jalan ini banyak dikeluhkan warga, termasuk dirinya.

Dari median jalan yang dibangun dari depan landasan pacu Bandara Juwata Tarakan, hingga daerah SMKN 2 Tarakan, dia mengaku median jalan di daerah tempat tinggalnya terpanjang.

Dijelaskannya, sepanjang Jalan Aki Balak ini ada beberapa titik median jalan yang terputus, untuk menyeberang ke ruas jalan sebelah. Tapi berbeda dengan daerahnya, sepanjang jalan hingga ke daerah SMKN 2 Tarakan dibatasi median jalan.

“Kalau di bagian sana (landasan bandara), ada beberapa titik yang terputus. Jadi kalau mau putar arah lebih dekat. Beda sama di sini, ini yang paling jauh putarnya sampai dekat STM (SMKN 2),” bebernya.

Dia mengaku keberadaan median jalan ini cukup memengaruhi usaha kecil-kecilannya. Sudah 5 tahun berjualan, tapi semenjak dibangunnya median jalan ini, pembelinya cukup sepi. “(Pembeli) agak berkurang. Karena kan dari sebelah jauh putarnya, beda sama dulu bisa potong jalan. Tapi putar jauh sampai di sana (Lanud Anang Busra), jadi sepanjang jalan itu juga banyak yang jualan, jadi langsung beli di situ,” katanya.

Dengan demikian dia berharap, instansi dapat membuka median jalan di titik-titik yang tepat untuk kendaraan menyeberang. “Kalau bisa, setiap gang median jalannya terputus, jadi tidak jauh putarnya. Orang di sini sering mengeluh, tapi mau bagaimana lagi, namanya juga aturan pemerintah,” tutupnya.

 

KESULITAN TENTUKAN ARAH

Rekayasa media jalan di Karang Anyar menuju Karang Balik turut dikeluhkan. Dedi Wardana (35) warga RT 02 Karang Anyar akui merasa kesulitan dengan ditutupnya beberapa jalan alternatif selama ini. Misalnya ingin ke Pasar Gusher ia harus berputar jauh melewati Karang Anyar. Sebelumnya mereka menempuh jalan tersebut menuju Jalan Mulawarman untuk menuju pasar Gusher. "Terkadang kami harus putar cukup jauh, karena biasanya dari rumah keluar tepat depan Hotel Makmur langsung ke simpang empat sangat mudah. Saat ini saya mau ke Karang Balik harus lewat Jalan Slamet Riyadi memutar lagi, begitu juga mau ke Gusher harus lewat jalan keluar dari Karang Anyar ke Mulawarman baru ketemu simpang empat yang jaraknya jelas cukup jauh menurut saya," bebernya kepada media ini.

Ia juga beranggapan, seharusnya dinas terkait mengkaji ulang sejumlah rekayasa median jalan. "Saya juga pernah, karena pulang malam dari arah Jalan Gajah Mada ke Jalan Jenderal Sudirman itu gelap. Karena di median jalan tidak ada penerangan, hanya memanfaatkan penerangan dari beberapa gedung di sekitarnya. Kalau pun dipasangi median jalan seperti yang dilakukan saat ini mungkin bisa ada penerangan mungkin, dan juga beberapa median jalan jangan terlalu panjang untuk putarannya. Jadi memudahkan masyarakat beraktivitas pagi hingga malam hari seperti saya," pungkasnya.

Selain itu Puji, salah satu pegawai bank yang berada di kawasan Jalan Yos Sudarso juga mengeluhkan hal yang sama. Pasalnya karena berkendara dengan roda empat ia harus berputar arah cukup jauh untuk bisa menuju ke tempat kerjanya tersebut. "Di beberapa jalan juga terhambat, kalau saya pastinya kerja jam setengah tujuh (06.30), jadi cukup padat di beberapa jalan. Terutama di Jalan Jenderal Sudirman, karena ada median jalan juga banyak orang yang belok, jadi terhambat, ditambah lagi dengan putaran yang saat ini sudah cukup jauh di Yos Sudarso jadi lebih memperhambat waktu ke kantor dan boros bahan bakar juga," lanjutnya. (*/one/puu/lim)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:57

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*