MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 04 Oktober 2019 08:21
Doa untuk Indonesia dari Kaltara

Gelar Istigasah dan Doa Bersama

DOA UNTUK INDONESIA: Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit bersama Ketua FKUB Kaltara H. Abdul Djalil Fatah saat melaksanakan istigasah dan doa bersama Polri/TNI dan masyarakat, Kamis (3/10). RACHMAD

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Menyikapi situasi akhir-akhir  ini yang dapat mengganggu kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melaksanakan istigasan dan doa bersama Polri/TNI dan masyarakat di halaman Mapolda Kaltara, Desa Bumi Rahayu, Tanjung Selor, Kamis (3/10).

Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit menyampaikan, negara Indonesia merupakan negara yang besar. Negara yang memiliki beragam perbedaan, berbeda suku, bahasa daerah, bereda adat, tradisi dan agama.

“Dan hal ini membuat lupa bahwa bangsa yang besar adalah berbeda-beda, majemuk, bermacam-macam, dan itu semuanya adalah anugerah yang diberikan Allah kepada kita bangsa Indonesia, patut kita syukuri bersama-sama,” ucap Brigjen Pol Indrajit kepada Radar Kaltara.

Dijelaskan, dengan perbedaan itu akan menjadi sebuah kekuatan, menjadi sebuah potensi jika bersatu. Sebab, aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. “Mari menjaga persaudaraan, menjaga ukhuwah Islamiah, menjaga ukhuwah wathaniyah, karena kita memang besar dan berbeda-beda,” ajaknya.

Kondisi akhir-akhir ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada situasi yang dapat mengganggu kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dimulai dari koniflik yang terjadi di Papua, kemudian bencana kabut asap yang menyebabkan kerugian bagi masyarakat serta gelombang aksi demonstrasi yang berujung ricuh di beberapa kota besar di Indonesia.

“Menyikapi situasi tersebut, saya selaku Kapolda Kaltara mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kaltara agar sadar bahwa tujuan kita berbangsa dan bernegara adalah untuk mewujudkan negara yang makmur dan sejahtera,” pesannya.

Guna mewujudkan hal tersebut, tentunya dengan stabilitas situasi kamtibmas terpelihara. Karena, tugas menjaga stabilitas kamtibmas bukan hanya tugas TNI/Polri saja. Namun, merupakan tugas seluruh elemen bangsa. Dengan jumlah personel yang terbatas tentunya peran serta masyarakat sangat diharapkan untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, terutama di wilayah Kaltara.

“Kita wajib bersyukur kepada Allah, sampai saat ini situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Kaltara masih kondusif. Masyarakat masih bisa beraktivitas dengan normal, walaupun sempat dihadapkan gangguan kabut asap,” bebernya.

Sementara adanya aksi demonstrasi di beberapa kabupaten/kota di Kaltara, berjalan dengan tertib dan aman. Untuk itu pihaknya kembali mengingatkan agar bersikap rasional dalam mengonsumsi informasi dari media sosial. Jangan emosional tetapi rasional. Sebab, penyebaran hoaks dan fitnah di media sosial tidak akan menjadi sebuah ancaman jika dibaca dengan rasional. Sebaliknya jlka informasi-informasi yang tidak benar dibaca malah dengan emosional, hal ini akan memicu konflik dan perpecahan.

Mimilih dan memilah informasi itu perlu untuk mengetahui berita yang benar dan bohong. “Saya juga menyarankan, agar informasi di cross check ke sumber lain guna memastikan berita itu benar. Filter dan tabayun terhadap informasi yang diperoleh. Tidak berhati-hati dalam menggunakan media sosial sangat berpotensi memecah belah persatuan ditambah dengan membawa-bawa unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (sara),” pungkasnya.

Upaya sama pun dilakukan jajaran TNI/Polri di Kabupaten Malinau untuk menggelar istigasah dan doa bersama, Kamis (3/10). Wakapolres Malinau, Kompol Edy Budiarto, S.H mengungkapkan, dengan upaya yang dilakukannya ini. Maka, ke depannya akan membuahkan hasil yang baik. Yaitu, stabilitas wilayah di Indonesia yang saat ini tengah bergejolak dapat diredam.

Pasalnya, tak dapat dipungkiri bahwa sekalipun di Bumi Intimung ini tak secara langsung mengalami dampak. Akan tetapi, adanya beberapa kejadian belakangan ini membuat masyarakat sedikit resah. Mengingat, di media sosial (medsos) pun cukup marak akan informasi itu yang berkembang luas.

Alhamdulillah, untuk di Malinau hingga saat ini situasi masih aman terkendali. Nah, mengenai istigasah dan doa bersama ini sifatnya memohon agar beberapa wilayah yang tengah bergejolak, situasinya nanti dapat serupa dengan di sini (Malinau, Red),” ungkapnya saat ditemui usai menggelar istigasah dan doa bersama.

Namun, lanjutnya, pihaknya tetap memberikan imbauan secara khusus terhadap masyarakat di Malinau. Diharapkan mereka dapat dengan cermat tatkala menerima informasi di medsos. Sebab, terkadang beberapa di antaranya terdapat informasi yang hoaks atau palsu yang dapat memicu perpecahan antar bangsa ini.

“Tapi, saya yakin masyarakat di Malinau ini cukup cerdas dalam menyikapi segala informasi yang berkembang di medsos. Di samping kita terus mendorong Babinkamtibmas di masyarakat untuk tetap aktif,” tuturnya.

Sementara, Kasdim 0910 Malinau, Mayor Kav Tutur Suwantoro, S.Pd menambahkan, pihaknya tentunya sangat mendukung penuh permasalahan keamanan di daerah. Dan mengenai situasi yang saat ini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Pihaknya berharap, itu tak sampai masuk ke wilayah kerjanya.

“Medan perang kita saat ini sebenarnya bukan di darat, laut ataupun udara lagi. Tapi, di medsos yang memang saat ini memiliki pengaruh cukup besar. Dan harapannya melalui istigasah dan doa bersama ini dapat tercipta suasana yang terus membaik di daerah ini khususnya,” ungkapnya.

Lanjutnya, sinergitas terhadap polri dalam hal ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas pun akan terus dijalin. Sehingga cara itu dapat mencegah sejak dini bilamana ada hal yang dapat merusak rasa persatuan dan kesatuan. “Cara lain dari kami dengan gencar mengajak awak media untuk bersama membantu perangi hoaks,” ujarnya.

Dari pantauan awak media ini, selama berlangsungnya istigasah dan doa bersama berlangsung cukup haru. Tampak, TNI/Polri begitu mendalami akan doa yang dipimpin oleh H. Sulaiman Yusuf. “Istigasah ini adalah permohonan kepada Allah SWT. Yaitu, bagaimana mewujudkan seluruh wilayah di tanah air ini dapat aman dan kondusif,” ucapnya mengawali sebelum memimpin doa di hadapan TNI/Polri. (akz/omg/eza)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers