MANAGED BY:
KAMIS
24 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 04 Oktober 2019 08:02
Lantangkan Pesan Perdamaian dalam Bingkai Perbedaan
“Paling penting tanggung jawab kita bersama, untuk tetap menjaga, membela dan membangun Indonesia.”

Dia melanjutkan, sebenarnya aksi yang dilakukan mahasiswa ini dalam hal wajar, selama aksi berlangsung secara damai, menghargai perbedaan pendapat, dengan penyampaian aspirasi yang jelas dan mengikuti peraturan. Dalam hal ini ditekannya, tidak ditunggangi oleh kepentingan tertentu, yang dapat menimbulkan kerusakan fasilitas umum, kekerasan bahkan menimbulkan korban jiwa.

“Demonstrasi itu penyampaian aspirasi, ada mekanisme yang berlaku dan harus diikuti. Tapi kalau dilakukan karena adanya kepentingan sepihak, menimbulkan kekerasan, kerusakan bahkan korban jiwa, maka kita harus cegah dan lawan itu. Kita tidak mau itu terjadi. Kita harus biasakan hidup dalam demokrasi secara bermartabat,” pesannya.

Sementara itu, Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Adri Patton, M.Si mengatakan melalui dialog ini dilakukan secara keterbukaan. Baik dari penyampaian aspirasi mahasiswa dan masyarakat,  tetap di dalam koridor pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. “Sebelumnya kita juga banyak mengimbau mahasiswa tidak perlu demonstrasi atau turun ke jalan. Tapi karena mereka beranggapan bahwa ini hak mereka sebagai warga negara, akhirnya tetap turun ke jalan,” katanya.

Melihat kondisi Bangsa Indonesia saat ini, tuntutan mahasiswa sebenarnya menginginkan adanya perubahan yang lebih baik. Penyampaian aspirasi ini pun dilakukan bersamaan hampir seluruh universitas di Indonesia. Sehingga dikhawatirkan munculnya oknum, yang memanfaatkan keadaan ini untuk kepentingan lainnya. “Jangan sampai aksi yang awalnya dilakukan dengan tujuan baik, untuk memajukan kepentingan bersama, mengingatkan lembaga negara, tapi ditunggangi kepentingan yang lain,” katanya.

Dengan situasi yang dihadapi Bangsa Indonesia, sudut pandang masyarakat pun berbeda-beda. Sehingga perbedaan ini yang harus dijaga, agar tidak mudah terprovokasi.

“Sudut pandang itu berbeda-beda. Ada yang bilang bentuk penguatan, ada yang bilang melemahkan. Jadi kedua ini perlu dikaji, makanya kita harus memahami,” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers