MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 04 Oktober 2019 08:02
Lantangkan Pesan Perdamaian dalam Bingkai Perbedaan
“Paling penting tanggung jawab kita bersama, untuk tetap menjaga, membela dan membangun Indonesia.”

PROKAL.CO, TARAKAN – Menyikapi aksi demonstrasi mahasiswa Kota Tarakan yang dilakukan Selasa (24/9) pekan lalu, dengan menolak revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar dialog kebangsaan, sekaligus doa bersama, yang dilakukan di Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kamis (3/10).

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan dialog kebangsaan dan doa bersama ini sebagai bentuk merelaksasi keadaan nasional. Dengan tujuan tetap menjaga persatuan kesatuan Indonesia, termasuk di Kaltara.

“Sekaligus menyamakan persepsi, tentang upaya kita bersama mencari solusi perbedaan-perbedaan yang ada. Paling penting tanggung jawab kita bersama, untuk tetap menjaga, membela dan membangun Indonesia,” terangnya usai dialog, Kamis (3/10).

Dengan upaya ini, secara tidak langsung warga Kaltara berkontribusi dalam meredamkan suasana yang terjadi di Indonesia saat ini.

“Warga Kaltara bersama pemerintah daerah bisa berkontribusi yang berkualitas, upaya menjaga kondusif kehidupan politik, ekonomi maupun sosial bangsa kita,” lanjutnya.

Bagaimana pula dengan tanggapan Gubernur Kaltara, dengan upaya demonstrasi yang dilakukan mahsiswa beberapa pekan lalu? Diakuinya, demonstrasi ini dilakukan secara beruntun dan hampir bersamaan dengan beberapa daerah lainnya.

Dia melanjutkan, sebenarnya aksi yang dilakukan mahasiswa ini dalam hal wajar, selama aksi berlangsung secara damai, menghargai perbedaan pendapat, dengan penyampaian aspirasi yang jelas dan mengikuti peraturan. Dalam hal ini ditekannya, tidak ditunggangi oleh kepentingan tertentu, yang dapat menimbulkan kerusakan fasilitas umum, kekerasan bahkan menimbulkan korban jiwa.

“Demonstrasi itu penyampaian aspirasi, ada mekanisme yang berlaku dan harus diikuti. Tapi kalau dilakukan karena adanya kepentingan sepihak, menimbulkan kekerasan, kerusakan bahkan korban jiwa, maka kita harus cegah dan lawan itu. Kita tidak mau itu terjadi. Kita harus biasakan hidup dalam demokrasi secara bermartabat,” pesannya.

Sementara itu, Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Adri Patton, M.Si mengatakan melalui dialog ini dilakukan secara keterbukaan. Baik dari penyampaian aspirasi mahasiswa dan masyarakat,  tetap di dalam koridor pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. “Sebelumnya kita juga banyak mengimbau mahasiswa tidak perlu demonstrasi atau turun ke jalan. Tapi karena mereka beranggapan bahwa ini hak mereka sebagai warga negara, akhirnya tetap turun ke jalan,” katanya.

Melihat kondisi Bangsa Indonesia saat ini, tuntutan mahasiswa sebenarnya menginginkan adanya perubahan yang lebih baik. Penyampaian aspirasi ini pun dilakukan bersamaan hampir seluruh universitas di Indonesia. Sehingga dikhawatirkan munculnya oknum, yang memanfaatkan keadaan ini untuk kepentingan lainnya. “Jangan sampai aksi yang awalnya dilakukan dengan tujuan baik, untuk memajukan kepentingan bersama, mengingatkan lembaga negara, tapi ditunggangi kepentingan yang lain,” katanya.

Dengan situasi yang dihadapi Bangsa Indonesia, sudut pandang masyarakat pun berbeda-beda. Sehingga perbedaan ini yang harus dijaga, agar tidak mudah terprovokasi.

“Sudut pandang itu berbeda-beda. Ada yang bilang bentuk penguatan, ada yang bilang melemahkan. Jadi kedua ini perlu dikaji, makanya kita harus memahami,” jelasnya.

Permasalahan-permasalahan baru justru muncul. Adanya provokator yang mencoba mengujar kebencian terhadap aparat keamanan. Dia menegaskan, pihak keamanan bukanlah musuh masyarakat. Tetapi fasilitas dalam memberikan keamanan dan ketertiban.

“Kita mengapresiasi mahasiswa, kepada TNI Polri juga yang selama ini menjaga keamanan dan ketertiban Kota Tarakan. Polisi itu bukan musuh, tapi menjaga legislatif, eksekutif, pendemo, masyarakat. Melihat kondisi Indonesia sekarang, kalau tidak ada pihak keamanan, maka apa jadinya negara ini?,” lanjutnya.

Sebagai bentuk cinta damai dan menjaga kesatuan, akhir dialog ini dilakukan deklarasi kebangsaan, yang dibacakan langsung Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBT dan diikuti seluruh peserta. Dalam deklarasi ini berkomitmen menolak berbagai macam bentuk kebencian. Tetapi mengutamakan keutuhan, kesatuan Bangsa Indonesia. “Selalu mengutamakan penyampaian aspirasi secara ideologis, dan tetap dalam koridor konstitusional. Ini hal yang positif, dan perlu diikuti pemerintah, provinsi maupun universitas lainnya,” harapnya. (*/one/lim)


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 18:17

Prihatin Harga Pupuk Naik dan Hoaks

Lulus dengan menyandang status cumlaude tentunya menjadi impian dan keinginan…

Rabu, 20 November 2019 18:05

Lapor Apa Saja di ‘Tarakan 1 Click’

TARAKAN - Polres Tarakan terus meningkatkan pelayanan untuk keamanan masyarakat.…

Selasa, 19 November 2019 13:39

Investasi Rp 37,9 Triliun, Sinosteel Masih Survei

TARAKAN – Rencana investasi Sinosteel Corporation dengan membangun membangun pabrik…

Selasa, 19 November 2019 13:36

“Jalan Rusak, Apa Harus Demo?”

TARAKAN – Warga Jalan Aki Balak, khususnya di sekitar SDN…

Selasa, 19 November 2019 10:46

Uji Petik pada Angkutan Nataru

MENJELANG perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kantor Syahbandar dan…

Senin, 18 November 2019 17:56

Malaysia Sokong Kegiatan Wonderful Indonesia

TAWAU – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia kian erat.…

Senin, 18 November 2019 17:54

Monitoring Akan Dilakukan dengan Kartu

TARAKAN - Monitoring yang dilakukan Tim Pengendalian Terpadu Pemprov Kaltara,…

Sabtu, 16 November 2019 14:52

Sport Center Terancam Mangkrak Lagi

TARAKAN – Lanjutan pembangunan Sport Center di Kampung Empat, Tarakan…

Jumat, 15 November 2019 15:03

Brimob Siap Amankan Pilkada 2020

TARAKAN - Suksesnya Pilpres dan Pileg serentak yang berlangsung tahun…

Jumat, 15 November 2019 15:01

Dewan Berharap Pemkot Sidak Rumah Makan

TARAKAN - Sebagian masyarakat masih kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*