MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 03 Oktober 2019 10:29
DLH Optimis Jadikan Nunukan Kota Layak Huni
KEBUN TOGA: Salah satu karya warga RT 25, yakni kebun Tanaman Obat Keluarga (Toga) yang ditanami berbagai jenis tanaman herbal.

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong masyarakat menjadikan Nunukan bebas sampah 2025 demi mewujudkan Nunukan kota yang layak huni.

Lomba Kebersihan Rukun Tetangga (RT) menjadi salah satu cara DLH wujudkan Nunukan menjadi kota layak huni. Setidaknya ada 31 RT dari 8 kelurahan dan 1 desa di Kecamatan Nunukan berpartisipasi dalam mewujudkan impian tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Persampahan DLH Nunukan Joned mengatakan, bagaimana pihaknya mewujudkan kota yang layak huni, dengan menjadikan Nunukan bebas sampah. Hanya saja mekanisme pengolahan lingkungan di DLH, tidak bisa hanya bertumpu ke penanganan yang ditegakkan oleh pemerintah saja.

Menurutnya, pada Peraturan Presiden (Perpres) 97 jelas mengamanatkan pemerintah diberikan porsi hingga 2025, mengelola lingkungannya sebesar 70 persen, 30 persen itu harus dikelola oleh masyarakat.

“Nah, saat ini angka kita sudah berkisar di 20 persen. Menambah 10 persennya lagi kita mendorong partisipasi warga. Jadi lomba kebersihan RT ini juga adalah salah satu cara kita mendorong partisipasi masyarakat untuk turut serta dalam pengelolaan lingkungan menuju Nunukan bebas sampah dan menjadikan Nunukan lebih layak dihuni,” ujar Joned kepada pewarta harian ini.

Dijelaskannya, untuk Nunukan sendiri, perkiraan timbulan sampah sebanyak 31 ton per harinya, sedangkan yang bisa dikelola pemerintah baru 20-an ton. Masih ada 10 ton yang ada di lingkungan belum dikelola. Sisa dari 10 ton inilah yang akan didorong bagaimana warga bisa berperan aktif.

“Jadi sedikit demi sedikit sudah terlihat dengan lomba RT ini. Dulu bahan bekas seperti botol minuman dan lainnya, hanya jadi sampah saja, sekarang jadi bahan berguna, bekas botol banyak dijadikan pagar, gapura dan lain-lain. Dengan lingkungan yang sudah bersih dan mendukung, kita akan segan membuang sampah sembarangan. Jadi, kita optimislah bisa jadikan Nunukan bersih,” tambah Joned optimis.

Sementara itu, untuk lomba RT sendiri, pihaknya akan menilai 3 kriteria yakni, kebersihannya, keindahannya dan partisipasi warga. Untuk kebersihan lingkungan itu mencakup sanitasi, drainase, dan pengolahan sampahnya yang akan dinilai 30 persen. Kemudian keindahan, dari sisi penghijauan, tanaman obat keluarga, keberadaan pohon-pohon pelindung, penataan lingkungan, juga dinilai 30 persen.

“Jadi yang paling penting itu, partisipasinya sangat dinilai dengan persentase 40 persen, kita lihat apakah mereka (masyarakat, Red) punya program kerja, kemudian berapa sih warga yang berpartisipasi di dalam kegiatan-kegiatan RT. Ini akan menjadi catatan penting dalam penilaiannya,” beber Joned.

Tahun ini, pihaknya baru memperlombakan 31 RT dari 8 kelurahan dan 1 Desa hanya untuk daerah wilayah 1 saja atau Kecamatan Nunukan. Tahun depan pihaknya akan memperluas lagi dengan melibatnya daerah-daerah Kecamatan lainnya. (raw/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*