MANAGED BY:
KAMIS
29 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 03 Oktober 2019 08:06
Tertarik Bisnis Negeri Tirai Bambu

Mengenal Azroy, Peraih Predikat Terbaik ITCC asal Kaltara

PENUH MOTIVASI: Azroy bin Bahri, lulusan Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College Tiongkok dengan beasiswa ITCC, saat berkunjung ke Radar Tarakan, Rabu 92/10).

LULUS dari SMK Negeri 1 Sebatik Barat, 2016 lalu, Azroy bin Bahri termasuk siswa yang mendapatkan banyak tawaran dalam menata masa depannya. Mulai dari mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan di Surabaya, hingga Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Merasa tidak cocok, putra dari pasangan Ani dan Asman inipun melirik tawaran melanjutkan pendidikan melalui Yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre, atau lebih sering disebut ITCC yang dibentuk Dahlan Iskan.

Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina, begitulah titah yang kerap disebutkan Azroy. Hingga ia memantapkan untuk menimba ilmu di Negeri Tirai Bambu ini.

“Alhamdulillahmelalui proses yang panjang. Awalnya kurus hampir 2 bulan di Banjarmasin, mengenal kultur dan apa saja yang ada di sana. Kemudian hampir 4 bulan di sana, sudah bisa berbahasa Mandarin,” kata pria yang akrab disapa Azroy.

Saat itu, dia mengambil Manajemen Internasional Bisnis. Berbicara seputaran bisnis, kemajuan negara tempatnya ia melanjutkan pendidikan ini sangat terlihat.

Memasuki semester 3, ia mulai berbisnis kecil-kecilan dengan mengenalkan makanan khas Indonesia. Seperti jalangkote, bakwan, ayam rica-rica dan ayam geprek. Tidak hanya ditawarkan ke orang Indonesia yang rindu khas nusantara ini.

Tapi ditawarkannya juga ke orang Bangladesh dan Afrika. Bumbu rempahnya sendiri, dia bawa langsung dari Indonesia.

“Saya tertariknya ke bisnis. Karena cara mereka berbisnis itu terlihat banget kemajuan negaranya. Saya pernah ngobrol sama salah satu dosen ilmu komunikasi dan bisnis, tahun 2030 itu mereka sudah siap menguasai dunia. Jadi kalau kita tidak peka, siap-siap saja kita,” kata pria asal Sebatik.

Yang lebih menarik lagi, biaya hidup di Tiongkok ini terbilang sangat murah. Saking murahnya, tergantung orangnya ingin hidup yang seperti apa. Mulai dari sederhana, hingga berlebihan.

Apalagi mengikuti selera orang Kalimantan, yang terbilang memiliki style. Dia dapat bertahan hidup dengan Rp 1 juta untuk sebulan.

“Rp 1 juta itu sudah bisa beli baju, celana dan makan untuk sebulan. Orang Kalimantan, di sana sudah bisa hidup mewah. Apalagi penghasilan orang Kalimantan di atas rata-rata. Jadi terserah kita mau hidup seperti apa,” kata pria kelahiran Sebatik, 19 Mei 1996 ini.

Meski biaya hidup murah, tapi anak pertama dari 4 bersaudara ini pun enggan merepotkan orang tuanya di Sebatik. Untuk mencukupi kebutuhannya, dia memilih kuliah sambil bekerja selama 2 tahun di perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi terbesar di beberapa negara.

“Ada perusahaan yang bekerja sama dengan kampus, mencari orang Indonesia. Karena perusahaan tersebut mau dibangun di Indonesia. Jadi kampus merekomendasikan beberapa orang untuk dimasukkan ke perusahaan. Saya ada perjanjian dengan perusahaan, bahwa saya kerja setelah pulang kuliah,” tuturnya.

“Jam kuliahnya juga teratur, seperti sekolah di Indonesia. Masuk pagi sampai siang, istirahat dan dilanjutkan sampai sore. Setiap hari begitu, Sabtu dan Minggu libur,” lanjutnya.

Azroy termasuk lulusan terbaik di 2019, sekaligus mendapatkan sertifikat kehormatan. Predikat terbaik ini membawa keberuntungan bagi dirinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang strata 1. Ditawari langsung oleh kepala jurusan dengan beasiswa sebesar 200 Yuan atau setara Rp 400 juta.

“Saya bersyukur mendapatkan tawaran, disuruh pilih 3 kampus. Yang paling besar itu Nanjing University, kemudian Beijing University,” bebernya.

Rupayanya tawaran ini tidak menggiurkan Azroy. Dia justru memilih untuk bekerja. Bukan tanpa pertimbangan, setelah dipikirnya dengan matang, ia memilih untuk bekerja lantaran pekerjaan sudah menanti dirinya.

“Saya berpikir, kenapa saya harus kuliah lagi? Sementara pekerjaan sudah menunggu saya. Saya sudah cenderung ke pekerjaan, bukan pendidikan lagi. Orang tua mendukung keputusan saya, karena sejak kecil sudah mandiri sampai kuliah,” katanya.

Tepat Juli 2019, dia wisuda dan kembali ke Indonesia. Dia bekerja di Tangerang, tempat perusahaan dia bekerja sebelumnya.

“Karena perusahaannya buka di Indonesia, jadi saya kerja di Tangerang 2 bulanan,” jelasnya.

Lantas bagaimana ia bisa melanjutkan karier di Bumi Paguntaka? Sekitar 2 bulanan bekerja, dia diliburkan perusahaan. Namun Azroy bukan tipe anak muda yang bisa berdiam diri. Sembari menunggu, ia mendapatkan tawaran bekerja di salah satu perusahaan di Tarakan.

“Dari pihak perusahaan mulai bekerja lagi di Januari 2020, karena mengurus izin dan sebagainya. Saya tidak bisa berdiam diri, jadi izin ke perusahaan bahwa saya mau bekerja di Tarakan. Diberi izin, tapi katanya jangan lupakan kami, nanti kembali lagi. Tapi lihat saja nanti, karena saya merasa nyaman kerja di sini,” bebernya.

Meski baru menginjak usia 23 tahun, ia sudah memulai sejak 2013 silam. Yakni di Tangerang dan Lumajang, yang bergerak di dalam bidang konveksi.

Ia pun tidak menutup diri bagi generasi yang ingin mengikuti jejaknya menimba ilmu di Tiongkok.

“Adik-adik jangan takut kuliah di Cina, kalau mau bertanya bisa hubungi saya. Saya bisa menunjukkan arah atau kasih gambaran seperti apa kuliah di sana,” tutupnya. (*/lim)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 29 September 2022 11:11

SALAH SASARAN..!! Kejar Penjahat, Peluru Oknum Polisi Malah Kena Warga

Salah seorang warga Perumahan PNS, RT 21, Kelurahan Juata Permai, Tarakan…

Kamis, 29 September 2022 11:07

Soal Komisi Udang, Petambak-Pengepul Ngaku Merugi

Meski harga udang telah disepakati naik, namun hingga saat ini…

Kamis, 29 September 2022 11:05

Menyoal Komisi Harga Udang di Kaltara, Petambak, Suplier dan Pabrik Berbeda Versi

Meski harga udang telah disepakati naik, namun hingga saat ini…

Kamis, 29 September 2022 10:59

Laura Ditanya Netizen Soal Pencalonan Gubernur Kaltara, “Doakan Saja”

Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid hadir dalam program Podstar…

Kamis, 29 September 2022 10:57

Nekat Melaut di Cuaca Buruk, Satu Nelayan di Tarakan Hilang

Satu orang nelayan yang bernama Adhie (30) dikabarkan menghilang saat…

Kamis, 29 September 2022 10:56

Sengketa Lahan di Pantai Amal, Warga Beda Versi dengan TNI AL

Sebagai upaya mempertahankan lahan yang diklaim, masyarakat Pantai Amal pada…

Rabu, 28 September 2022 10:05

Hujan Deras, Satu Keluarga Nyaris Tertimbun Longsor

Satu unit rumah yang berada di Jalan Anggrek, Gang Bintang…

Rabu, 28 September 2022 10:02

Begini Kondisi Pencari Kerja di Tarakan

Jumlah pencari kerja di Tarakan terbilang menurun dari tahun sebelumnya.…

Selasa, 27 September 2022 12:36

Sengketa Lahan Warga-TNI AL, Warga Pilih Berkemah

TARAKAN - Sengketa lahan antara TNI AL dan warga Pantai…

Selasa, 27 September 2022 12:35

Beberapa Hari Kedepan, Waspada Cuaca Buruk Melanda Kaltara

TARAKAN - Hujan dengan intensitas tinggi diprediksi akan menguyur beberapa…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers