MANAGED BY:
RABU
03 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 02 Oktober 2019 12:05
WNA Malaysia Mantan Narapidana Dideportasi
DIPULANGKAN: Imigrasi Kelas II Nunukan memulangkan seorang WNA Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Selasa (1/10).

PROKAL.CO, NUNUKAN - Imigrasi Kelas II Nunukan mendeportasi seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, Selasa (1/10). WNA Malaysia tersebut merupakan mantan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Nunukan yang terjaring kasus narkotika.

WNA Malaysia bernama Tahang (36) tersebut, dideportasi melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tunon Taka Nunukan dengan tujuan Tawau, Sabah- Malaysia menggunakan salah satu Kapal Fery. Tahang didampingi personel Imigrasi Kelas II Nunukan hingga sampai ke dalam kapal yang ditumpangi untuk memastikan keduanya benar-benar pulang ke Malaysia.

Kepala Seksi (Kasi) Intelejen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Kelas II Nunukan, Bimo Mardi Wibowo mengatakan, pihaknya memulangkan WNA Malaysia tersebut, pasca petugas dari pihak Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak memberikan Tahang dokumen keimigrasian, yaitu acuan cemas atau paspor sekali jalan.

“Ya, yang bersangkutan (Tahang, Red) sudah dilengkapi paspor sebagai syarat pemulangan mereka ke negaranya,” ungkap Bimo kepada pewarta harian ini kemarin.

Dijelaskan Bimo, Tahang dipulangkan lantaran telah selesai menjalani hukuman kurungan di Lapas Kelas II Nunukan, selama 4 tahun 6 bulan. Karena juga melanggar Pasal 75 Undang-Undang (UU) RI nomor 6 tahun 2011 Tentang Keimigrasian, setelah didetensi di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan Kamis (12/9) lalu, maka Tahang pun harus dideportasi.

“Jadi berdasarkan prosedur yang berlaku, yang bersangkutan (Tahang, Red) langsung kami pulangkan kemarin setelah didetensi selama hampir 1 bulan. Di Malaysia nanti, ada yang akan menjemputnya karena kita sudah koordinasikan,” beber Bimo.

Tahang sendiri memang tersandung kasus narkotika. Tahang ditangkap tanpa dokumen keimigrasian oleh aparat keamanan ketika kedapatan membawa sabu di daerah Krayan. Tahang saat itu melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika, dan harus menjalani pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan. (raw/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers