MANAGED BY:
SABTU
11 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 30 September 2019 12:00
Liputan Khusus
Diprediksi 200 Ha Lahan Ludes

Tiga Perusahaan Diperiksa, Satu Tersangka

PEMADAMAN: Personel gabungan TNI Polri dan pemerintah daerah berupaya memadamkan api yang terjadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur.

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Bulungan selama September diperkirakan menghanguskan 200 hektare lahan. Lokasi yang menjadi titik karhutla terjadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, Ali Patokah menjelaskan, karhutla yang ditangani pihaknya diprediksi hingga 90 ha. Dan jika melihat keseluruhan karhutla yang terjadi di Bulungan diprediksi mencapai hingga 200 ha.

“Kalau prediksi saya, yang kami tangani tidak terlalu banyak diprediksi tidak mencapai 100 ha lebih. Namun jika melihat keseluruhan diprediksi 200 ha lebih prediksi saya,” ucapnya Ali Patokah kepada Radar Kaltara, Ahad (29/9).

Dijelaskan, karhutla yang terakhir yang ditangani hingga berita ini diturunkan terjadi di Desa Wonomulyo, Desa Sajau Pungit pada Sabtu (28/9). Hujan yang mengguyur Bulungan pada Minggu (29/9) sekira 30 menit terjadi pukul 14.40 WITA diharapkan dapat memadamkan sisa karhutla. Sebab, titik api yang kembali bermunculan dikarenakan adanya ranting yang berada di tanah. Sehingga, dengan kondisi panas ditambah angin membuat karhutla kembali terjadi.

“Ini yang kesulitan kita. Karena ada ranting yang terbakar di dalam tanah sulit dijangkau. Alhamdulillah dengan hujan hari ini (kemarin, Red) mudah-mudahan tidak ada lagi titik api,” harapnya.

Karhutla yang terjadi di Kaltara menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Buktinya, Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajt membentuk posko penanganan karhutla bersama TNI Polri, pemerintah daerah. Kemudian membentukan tim operasi khusus yang terdiri tiga tim khusus. Pertama, tim operasi preventif yang melakukan sosialisasi, imbauan langsung di masyarakat. Kemudian, tim khusus preemtif yang terdiri dari Babinsa dan Bhabinkabtimas melakukan patroli ke daerah rawan. Terakhir, tim penegakan hukum.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers