MANAGED BY:
SELASA
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 30 September 2019 12:00
Liputan Khusus
Diprediksi 200 Ha Lahan Ludes

Tiga Perusahaan Diperiksa, Satu Tersangka

PEMADAMAN: Personel gabungan TNI Polri dan pemerintah daerah berupaya memadamkan api yang terjadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Bulungan selama September diperkirakan menghanguskan 200 hektare lahan. Lokasi yang menjadi titik karhutla terjadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, Ali Patokah menjelaskan, karhutla yang ditangani pihaknya diprediksi hingga 90 ha. Dan jika melihat keseluruhan karhutla yang terjadi di Bulungan diprediksi mencapai hingga 200 ha.

“Kalau prediksi saya, yang kami tangani tidak terlalu banyak diprediksi tidak mencapai 100 ha lebih. Namun jika melihat keseluruhan diprediksi 200 ha lebih prediksi saya,” ucapnya Ali Patokah kepada Radar Kaltara, Ahad (29/9).

Dijelaskan, karhutla yang terakhir yang ditangani hingga berita ini diturunkan terjadi di Desa Wonomulyo, Desa Sajau Pungit pada Sabtu (28/9). Hujan yang mengguyur Bulungan pada Minggu (29/9) sekira 30 menit terjadi pukul 14.40 WITA diharapkan dapat memadamkan sisa karhutla. Sebab, titik api yang kembali bermunculan dikarenakan adanya ranting yang berada di tanah. Sehingga, dengan kondisi panas ditambah angin membuat karhutla kembali terjadi.

“Ini yang kesulitan kita. Karena ada ranting yang terbakar di dalam tanah sulit dijangkau. Alhamdulillah dengan hujan hari ini (kemarin, Red) mudah-mudahan tidak ada lagi titik api,” harapnya.

Karhutla yang terjadi di Kaltara menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Buktinya, Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajt membentuk posko penanganan karhutla bersama TNI Polri, pemerintah daerah. Kemudian membentukan tim operasi khusus yang terdiri tiga tim khusus. Pertama, tim operasi preventif yang melakukan sosialisasi, imbauan langsung di masyarakat. Kemudian, tim khusus preemtif yang terdiri dari Babinsa dan Bhabinkabtimas melakukan patroli ke daerah rawan. Terakhir, tim penegakan hukum.

“Jika ada unsur sengaja ada tim khusus yang melakukan lidik dan sidik. Jadi mengetahui siapa yang memerintahkan masyarakat untuk melakukan pembakaran. Dan saat ini masih lidik dan sidik. Saya tegaskan ke Kapolres untuk tindak tegas,” tegas Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit.

Selain itu, Mantan Waka Polda Jateng ini menyampaikan berbagai langkah sudah dilakukan Polda Kaltara untuk mengatasi persoalan karhutla yang terjadi di beberapa daerah di Kaltara mulai dari tindakan pencegahan dengan bersosialisasi melalui Bhabinkamtibmas. Kemudian diterbitkannya maklumat Polda Kaltara tentang larangan pembakaran hutan dan lahan di Provinsi Kaltara.

Poin pertama, dijelaskan setiap warga dan para pelaku usaha di bidang kehutanan, perkebunan dan pertanian dilarang melakukan pembukaan hutan dan lahan atau land clearing dengan cara melakukan pembakaran.

Kemudian, poin kedua ia berharap masyarakat yang mengetahui, melihat dan menemukan titik api di lokasi hutan maupun lahan milik sendiri atau orang lain atau milik pelaku usaha agar segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, TNI serta instansi terkait. Agar segera dilakukan penanganan atau pemadaman.

Poin ketiga ditegaskan, jika ditemukan pelaku pembakaran hutan atau lahan akan dikenakan pasal berlapis. Sesuai dengan pasal 187 KUHP dengan ancam pidana penjara selama 12 tahun.

Selanjutnya, pasal 188 KUHP diancam pidana kurungan 5 tahun. Dan pasal 78 ayat 3 (UU) Undang–Undang RI nomor 41/1999 tentang Kehutanan, diancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

Serta pasal 78 ayat 4 UU RI 1999 tentang Kehutanan, ancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp 1,5 miliar. Pasal 108 UU RI nomor 32/2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dapat dipidana dengan kurungan penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Terakhir, pasal 108 UU RI nomor 39/2014 tentang Perkebunan yang berbunyi setiap pelaku usaha perkebunan yang membuka dan atau mengelola lahan dengan cara membakar sebagaimana dimaksud pasal 56 ayat 1 maka akan dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

“Siapapun akan saya tindak tegas, tidak pandang bulu baik itu personal maupun perusahaan akan saya tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Selanjutnya tindakan penanganan karhutla yang terjadi. Ratusan personel dikerahkan mulai dari tingkat Polda Kaltara hingga jajaran Polres yang berada di wilayah hukum Polda Kaltara untuk melakukan pemadaman. Dan teranyar, tindakan hukum yang dilakukan terhadap tiga perusahaan. Melalui Ditreskrimsus Polda Kaltara. “Yang diperiksa penyidik Ditreskrimsus dugaan terjadinya karhutla yang disengaja sebanyak tiga perusahaan. Itu khusus ditangani Polda sedangkan untuk perorangan ditangani tiap polres,” ungkap Dirreskrimsus Polda Kaltara, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra.

Lokasi yang terbakar telah diawasi dengan pemasangan garis polisi. Kemudian dilakukan pemasangan baliho yang menjelaskan bahwa lokasi karhutla sedang dalam penyelidikan dan penyidikan. “Bagian pencegahan sudah bekerja, bagian pemadaman juga sudah bekerja total. Begitu juga dengan gakkum. Bahkan sudah ada personel yang kena ISPA (Inspeksi Saluran Pernapasan Akut),” kisahnya.

Sementara, Satreskrim Polres Bulungan telah menetapkan M (45) warga Desa Apung sebagai tersangka karhutla yang terjadi di Desa Apung karena perbuatannya. Penetapan tersangka ini usai melalui proses penyelidikan, pemeriksaan saksi dan barang bukti di lokasi. “Satu orang tersangka terkait karhutla yang terjadi di Desa Apung. Luasnya, 30 ha,” ucap AKBP Andrias Susanto Nugroho.

M diketahui membuka lahan miliknya yang diperkirakan luasnya 1,5 ha. Karena kondisi lahan semi bergambut membuat api menyebar dan membakar lahan milik warga lainnya. Kemudian, api dapat dikendalikan pada Jumat (13/9). Akibatnya, luas lahan terbakar selama 5 hari sekira 30 hektare (ha).

Diketahui, saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan terkait karhutla yang berada di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Timur. Dan dari tiga lokasi yang diselidiki prosesnya masih terus dilakukan pendalaman.

“Lokasi lain masih penyidikan. Pemeriksaan saksi dilakukan dan pendalam terhadap keterangan saksi. Kemudian dari 10 saksi yang sudah diperiksa sebelumnya saat ini ada 3 tambahan saksi lainnya,” ungkapnya.

Kerugian Akibat Karhutla Miliaran Rupiah

Pengamat ekonomi menilai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi beberapa pekan terakhir sangat berdampak terhadap melemahnya perekonomian di Kalimantan Utara (Kaltara). Kerugian itu tidak hanya dirasakan perusahaan saja, bahkan kerugian itu juga berdampak kepada masyarakat yang punya kepentingan bisnis.

Dr. Arif Jauhar Tontowi mengatakan, secara keseluruhan berapa kerugian akibat karhutla ini memang belum dapat diketahui secara pasti. Namun diperkirakan kerugiannya bisa mencapai miliaran rupiah. “Kita bisa lihat akibat kabut asap banyak fasilitas umum menjadi terganggu,” ungkap Arif kepada Radar Kaltara, Minggu (29/9).

Bahkan aktivitas penerbangan transit di Kota Tarakan juga sempat terganggu. Beberapa maskapai melakukan penundaan keberangkatan akibat kabut asap. Hal itu tentu akan sangat berdampak terhadap melemahnya ekonomi.

“Perputaran ekonomi pada penerbangan ini bisa sampai ratuan miliar, belum lagi kerugian yang dialami penumpang,” ujarnya.

Sebab, ada juga para penumpang yang bepergian itu untuk keperluan bisnis, kalau ada penundaan keberangkatan berapa sudah kerugian yang dialami. “Jadi kerugian akibat karhutla ini sangat luar bisa, bisa sampai ratusan miliar,” ujarnya.

Itu baru pada transportasi penerbangan, belum lagi transportasi lainnya yang juga mengalami dampak akibat kabut asap. Karhutla, tidak hanya berdampak terhadap ekonomi. Tapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, dirinya berharap kepada pemerintah agar lebih aktif melakukan sosialisasi ke masyarakat. Khususnya masyarakat yang akan melakukan pembukaan lahan untuk pertanian.

“Pemerintah harus turun langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat agar permasalahan karhutla ini tidak lagi terjadi,” sebutnya.

Dalam hal ini pemerintah juga harus bisa lebih tegas dalam menegakkan aturan yang ada. Apalagi saat ini masyarakat sudah terbiasa membuka lahan dengan cara dibakar. “Pembakaran ini kan tidak membutuhkan biaya besar. Bayangkan saja, 1 hektare lahan kalau dibuka dengan cara tidak dibakar berapa biaya yang dikeluarkan, kalau dibakar modalnya hanya api saja,” ungkapnya.

Selain masyarakat, pemerintah juga harus turun ke perusahaan-perusahaan untuk memberikan sosialisasi. Karena pembakaran lahan ini bukan hanya dilakukan perorangan. Tapi ada juga yang dilakukan perusahaan. “Pemerintah itu harus aktif untuk mensosialisasikan akan dampak dan bahayanya kebakaran lahan itu,” pungkasnya. (akz/*/jai/eza)


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 10:54

Siap-Siap Abadikan Gerhana Matahari Cincin!

FENOMENA gerhana matahari cincin (GMC) kembali terjadi di Indonesia dan…

Selasa, 10 Desember 2019 10:38

Seluruh Dukungan Jalur Perseorangan Diverifikasi Faktual

TANJUNG SELOR – Sejumlah ketentuan ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Selasa, 10 Desember 2019 10:33

Transportasi Online Wajib Kantongi Izin ASK

TANJUNG SELOR – Dinas Pehubungan (Dishub) Kaltara melakukan pemeriksaan terhadap…

Selasa, 10 Desember 2019 10:31

Biar Mulus..!! Jalan Menuju Pelabuhan Feri Diguyur Rp 16,5 Miliar

TANJUNG SELOR – Di tahun 2020 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

Senin, 09 Desember 2019 13:38

Kerusakan Jembatan Salimbatu Makin Parah

TANJUNG SELOR – Sejak resmi dibuka pada 2016 lalu, hingga…

Senin, 09 Desember 2019 11:10

Jelang Pilkada, Pantau Hate Speech

TANJUNG SELOR – Polres Bulungan terus memantau aktivitas masyarat di…

Senin, 09 Desember 2019 11:04

Hari Ini, Verifikasi Online Ditarget Rampung

TANJUNG SELOR - Hingga saat ini, verifikasi secara online terhadap…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:23

Jangan Pandang Bulu Atasi Pengetap

TANJUNG SELOR – Menanggapi terkait masih merajalelanya pengetap di stasiun…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:23

Jangan Pandang Bulu Atasi Pengetap

TANJUNG SELOR – Menanggapi terkait masih merajalelanya pengetap di stasiun…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:20

Tak Ada Sertifikat Halal, Produk IKM Ditolak

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.