MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

ADV

Jumat, 27 September 2019 21:07
Perkuat Pendidikan Karakter, Disdikbud MoU dengan PSHT
KERJA SAMA: Disdikbud Kaltara dan PSHT menjalin MoU dalam upaya memperkuat pendidikan karakter di dunia pendidikan yang ada di Kaltara. FOTO: RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Di momen malam pengesahan 148 warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) se-Kaltara yang berlangsung di Gedung Wanita beberapa waktu lalu.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), diketahui saat itu sekaligus mengagendakan MoU (memorandum of understanding) dengan organisasi PSHT. Ini sebagai upaya dalam memperkuat pendidikan karakter di dunia pendidikan yang ada di provinsi termuda di Indonesia ini.

Dikatakan Kepala Disdikbud Kaltara, Sigit Muryono bahwa MoU dengan organisasi PSHT itu merupakah salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi-misi instansi yang dinakhodainya itu. Yakni unggul dan profesional dalam layanan pendidikan dan kebudayaan.

“Saya berkomitmen dengan upaya ini. Maka, dunia pendidikan di daerah ini ke depannya dapat maju dan unggul. Tentunya juga, memiliki daya saing di sektor pendidikan dan kebudayaannya, ungkapnya kepada awak media Radar Tarakan.

Dikatakannya juga, MoU terhadap pihak yang berkompeten seperti ini memang sangat diperlukan. Dan dengan PSHT saat ini, selain dalam rangka memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Utamanya pada bidang olahraganya. Diharapkan dapat juga menanamkan nilai-nilai kesatria yang dibangun melalui PSHT.

“Khusus untuk penguatan pendidikan karakter di sekolah merupakan tindak lanjut dari Perpres Nomor 87 tahun 2017. Dan sekaligus Permendikbud Nomor 20 tahun 2018 tentang penguatan pendidikan karakter pada satuan pendidikan formal, ujar orang nomor satu di Disdikbud Kaltara ini.

Lanjutnya, mengenai pendidikan karakter sendiri sejatinya ada sebanyak 18 karakter yang harus ditanamkan ke siswa di sekolah. Meliputi, religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.

“Tapi, tujuan utama penguatan pendidikan karakter itu adalah untuk membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia tahun 2045. Guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan, jelasnya.

“Untuk itu, dengan mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia. Dan merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi ekosistem pendidikan. Maka, Kualitas karakter adalah jiwa dalam membangun generasi generasi emas Indonesia tahun 2045, sambungnya.

Pihaknya berharap, melalui MoU yang telah dijalin kali ini. Yang mana, hal itu dapat semakin memperkuat mutu sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan di Kaltara yang unggul dan profesional. 

“Mari bersama membangun daerah ini untuk lebih bermartabat, berdaya saing, maju, sejahtera  dan berkelanjutan, ajaknya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Dr. Ir. Muhammad Taufik, SH, M.Sc mengungkapkan rasa syukurnya terhadap Allah SWT atas terselenggaranya acara pengesahan warga baru dan MoU terhadap pihak Disdikbud Kaltara.

“Alhamdulillah, puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT, karena acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, ungkapnya. 

Di sisi lain, mengenai adanya MoU itu. Menurutnya, hal itu memang menjadi suatu kabar baik bagi organisasi PSHT. Dan memang komitmen di dalam organisasi itu dalam menjadikan manusia berbudi luhur. Yakni tahu benar dan salah diharapkan dapat menjadi pendidikan karakter di dunia pendidikan.

“PSHT ini juga perekat pemersatu bangsa. Saya bangga dengan segala keterbatasan, para pelatih dengan gigihnya mendidik seseorang agar dapat memiliki jiwa kesatria. Hingga nantinya dapat bermanfaat untuk daerah ini di Bulungan ataupun Kaltara, katanya.

Sementara, Sekretaris Pengurus Perwakilan Pusat Kaltimtara, Suroso menambahkan, dengan adanya MoU dengan Disdikbud Kaltara, maka hal itu diharapkan dapat terus meningkatkan akan kualitas dari organisasi itu sendiri.

Mengingat, adanya MoU ini menandakan bahwa organisasi PSHT di provinsi ini mendapat suatu amanah baru. Artinya, bagaimana dapat dijaga dengan baik amanah itu. Karena memang jiwa PSHT itu adalah tahu benar dan salah. Atau manusia yang berbudi luhur.

“Mudah-mudahan dengan MoU terhadap lembaga pendidikan ini. Ke depannya dapat terus memberikan manfaat besar bagi generasi penerus bangsa ini yang tengah menempuh pendidikan, harapnya.

Ditambahkan, Ketua Cabang PSHT Bulungan, Sujarwo bahwa pada momen pengesahan ini ada sebanyak 148 warga baru. Rincinya, Bulungan 51 calon warga, Tarakan sebanyak 29 calon warga, Malinau 35 calon warga, Tana Tidung sebanyak 4 calon warga, Nunukan 28 calon warga dan Kutai Timur sebanyak 1 calon warga.

“Mudah-mudahan dengan terlaksananya pengesahan ini, maka rasa persaudaraan dapat semakin kokoh. Dan perlu diketahui bersama bahwa semua warga PSHT wajib menjaga Kamtibmas, terangnya.(adv/omg)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:41

Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

<p><strong>MALINAU</strong> - Rembug tani guna mewujudkan program swasembada beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers