MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 27 September 2019 08:46
Dikenal Sosok yang Humoris, Baik Hati dan Pekerja Keras

Mengenang Sosok Almarhum Devran

HOST KONDANG: Jamaludin yang lebih dikenal dengan sapaan akrabnya Devran, di masa hidupnya dikenal sebagai sosok pembawa acara yang humoris.

PROKAL.CO, Jamaludin yang lebih akrab disapa Devran merupakan salah satu host kondang yang dikenal ceria dan humoris di kalangan masyarakat Kaltara, khususnya di Kabupaten Tana Tidung (KTT). Ia telah berpulang ke rahmatullah pukul 14.00 WITA, Rabu (25/9) di kediamanya Jalan Hermansyah, Kecamatan Sesayap Hilir.

KEPERGIAN Devran membuat keluarga dan masyarakat khususnya di Kecamatan Sesayap Hilir dan Tideng Pale sangat kehilangan. Sosok Devran yang humoris dan selalu menghibur warga setiap ada even atau acara. Ia dikenal sebagai pembawa acara yang ceria dan tahu bagaimana cara menghibur masyarakat.

Almarhum kelahiran 19 September 1989 adalah anak dari pasangan ibu Mariam dan almarhum bapak Marlin dan anak ke 4 dari 7 bersaudara bersuku asli Tidung. Devran berasal dari keluarga yang sederhana. Sejak SMA ia sudah mempuyai bakat untuk menjadi host, banyak orang mengenalnya. Tak heran setelah kepergianya banyak orang yang merasa kehilangan dirinya.

Almarhum semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang baik oleh masyakat sekitarnya. Seringnya menjadi host di setiap acara, maupun diundang oleh masyrakat yang mempunyai acara. Hampir seluruh masyarakat di Kecamatan Sesayap sangat kehilangan sosok yang periang dan ceria itu.

Dengan wajah yang masih dibasahi air mata, Maysaroh keponakan almarhum, menguraikan kisah almarhum bersamanya semasa hidupnya. Almarhum Jamaludin (Devran) sebagai orang yang periang dan ceria juga sekaligus menjadi tulang punggung keluarga.

“Almarhum jika diundang untuk menjadi host dalam acara apapun tidak pernah meminta bayaran, seberapa yang dikasi ia selalu ikhlas. Almarhum selalu ikhlas berapapun yang dikasih, almarhum selalu tersenyum dan tak pernah putus asa dalam melakukan pekerjaannya,” ingat Maysaroh kepada awak media ini.

Maysaroh ingat ketika almarhum selalu bersamanya ketika mendapatkan job host, tak jarang selalu bersama menaiki sepeda motor hingga kehujananan bersama. Selalu ceria dan bisa mencairkan suasana jika menjadi host di manapun. “Almarhum selalu ceria kala menjadi host dapat membuat orang tertawa dengan tingkahnya yang lucu,” ucap Maysaroh.

Selain menjadi host pada setiap even atau acara, mendiang juga pernah menjadi Duta Pariwisata. Almarhum juga dikenal baik kepada siapa saja dan mempunyai jiwa pantang menyerah oleh teman-teman. Masih banyak lagi pengabdian almarhum yang tak dapat disebutkan.

Perjalanan hidup almarhum juga turut dikisahkan Mariam sang ibu, almarhum sebagai tulang punggung keluarga yang selalu berbuat banyak untuk keluarganya. Sejak ayahnya meninggal dialah yang menjadu tulang punggung keluarga. Meski mempunyai saudara namun penghasilan mereka hanya cukup buat makan, sedangkan almarhum memang mempunyai bakat dan pekerja keras karena itulah dia selalu menjadi orang yang selalu diandalkan dalam keluarga.

“Saya sangat sedih, satu yang saya selalu ingat almarhum selalu bilang, umi jangan khawatir. Biarkan dia yang mencari rezeki agar bisa selalu beli obat umi. Karna saya memang sakit sakit, saya merasa ini seperti mimpi terlalu cepat anakku pergi. Baru saja kami bercanda, makan bersama tapi Tuhan terlalu cepat manggil dia,” ujar ibu Defran mengenang semasa hidup bersama almarhum seraya air matanya bercucuran.

Sang ibulah yang merawat almarhum ketika masih sakit, dalam beberapa hari saja almarhum sudah kritis dan sang ibu sempat membawa almarhum ke puskesmas hingga perjalanan saat almarhum manghembuskan nafas terakhirnya.

"Awal mulanya almarhum hanya mengeluhkan sakit kepala sejak dia pulang dari Kecamatan Sekatak menonton voli, sejak itulah dia mengalami sakit kepala. Sempat dibawa ke rumah sakit KTT, setelah itu dari rumah sakit dirujuk kerumah sakit Kabupaten Malinau. Beberapa hari di rumah sakit Malinau langsung dibawa pulang ke sesayap, berapa hari di rumah (kemarin, Red) kumat lagi dan ketika dalam perjalanan menuju puskesmas almarhum sudah meninggal,” ujar sang ibu sambil menangis keras.

Perjalanan hidup almarhum juga dikisahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jafar Siddik. Ia mengungkapkan almarhum memang dikenal orang yang pandai bercanda dan riang, sikapnya yang selalu menghibur orang lain yang selalu dikenang. Almarhum juga pernah menjadi duta pariwisata dan membuat karirnya terbilang bagus dan mampu mengenalkan semua objek wisata daerah serta dapat dikenal di daerah lain.

 “Saya ingat betul sifat dan karakter almarhum selama menjadi duta pariwisata, dia selalu tekun dan komitmen dan paling penting orangnya pekerja keras itu yang selalu saya ingat. Semoga semua keluarga yang ditinggalkan dapat mengikhlaskan dan tabah agar almarhum dapat diterimas di sisi Allah yang Maha Kuasa,” ungkapnya dengan nada sedih. (*/rko/eza)


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*