MANAGED BY:
MINGGU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 26 September 2019 09:18
KERING KERONTANG..!! Tarakan Terancam Krisis Air Bersih

Karhutla Masih Terus Terjadi

KRISIS AIR: Ketersediaan air baku di Kota Tarakan sudah mulai berkurang. Terlihat embung Binalatung, Kampung Satu sudah mulai mengering, kemarin. Sementara petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api dari kebakaran hutan dan lahan di Juata Permai Selasa (24/9) malam lalu. (foto atas).

PROKAL.CO,

TARAKAN – Belum ada hujan di Bumi Paguntaka, cukup berpengaruh pada ketersediaan air baku di Kota Tarakan. Parahnya, kawasan di Tarakan Timur terancam krisis air lantaran kondisi embung Binalatung yang kian kering.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PDAM Kota Tarakan, Sudarto mengungkapkan, selama dua bulan embung Binalatung sudah tidak berfungsi dan tidak dapat diambil airnya. Namun dengan adanya pompa emergency dan upaya PDAM untuk mengambil sisa air dari embung dan anak sungai, sehingga selama 2 bulan pihaknya masih bisa mengatasi kekeringan air bersih.

“Sekarang ini tinggal aliran air sungai, kurang lebih tinggal 70 liter per detik di embung Binalatung Kampung Satu,” ungkapnya.

Untuk itu, hingga kini debit air baku yang berada di embung Binalatung semakin berkurang. Sudarto mengakui akan adanya hujan, hanya saja hujan tersebut hanya terjadi di kawasan Mulawarman, Sebengkok dan selalu berpindah tempat. Sehingga jika intensitas hujan hanya terjadi sekali dua kali, maka hanya dapat membasahi tanah dan tidak dapat menambah debit air di embung.

Melalui hal tersebut, Sudarto menyatakan bahwa pihaknya mengalami krisis sumber air baku saat ini. Pihaknya telah berupaya maksimal untuk mendapatkan air baku, namun ternyata curah hujan tidak mendukung. Sehingga akibat hal tersebut, kawasan Mamburungan, Skip, Kusuma Bangsa, Kampung Satu masih dapat dialiri air sampai saat ini. Namun kawasan Kampung Bugis saat ini belum dialiri air dikarenakan kapasitas air embung yang menurun. Kendati demikian, kawasan embung Persemaian, embung Bengawan dan Rawasari masih normal sehingga masih bisa mengaliri air.

“Kemarin kami bisa mengaliri air dengan kecepatan 150 liter per detik, sekarang cuma 70 liter per detik, ini diprediksi bisa terus berkurang. Mulai subuh, pelayanan kami di wilayah timur, sudah berkurang. Ada potensi wilayah timur kekurangan air, solusinya mungkin kami gilir, tapi dengan catatan wilayah gunung akan berkurang. Tapi kami selalu berdoa dan berupaya agar kami bisa dapat air,” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers