MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 25 September 2019 08:56
Mau Jaminan Kelas 3, Boleh Langsung Daftar
UTAMAKAN KENYAMANAN: Pelayanan di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Tarakan beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, DARI 5.000 peserta yang dikeluarkan dari segmen penerima bantuan iuran (PBI), tercatat hanya 1.767 jiwa yang didata oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan untuk dipindahkan ke PBI dengan pendanaan melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Tarakan. Angka tersebut diprediksi bertambah dengan adanya aturan terbaru.

Kepada Radar Tarakan, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan Dra. Mariyam, mengatakan, bahwa pihaknya telah melaksanakan pertemuan bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan instansi terkait untuk melakukan pembahasan penerima PBI. “Kalau di Tarakan masih capai angka 10 ribuan orang gitu,” ungkapnya, Selasa (24/9).

Mariyam menjelaskan tentang adanya penerima PBI JK yang menggunakan APBN yang mencapai 5.000 peserta yang masuk kategori di-nonaktifkan. Hal tersebut dilakukan lantaran permasalahan nomor induk kependudukan (NIK), kependudukan ganda, tidak memiliki e-KTP, domisili luar Kaltara dan sebagainya. “Memang ada yang sudah kami data, alhamdulillah hampir 30 persen yang kami data, jumlahnya 1.677 jiwa yang saat ini kami masukkan dari 5 ribu yang di-nonaktifkan tersebut,” jelasnya.

Diungkapkan Mariyam, setiap hari pihaknya menemukan adanya masyarakat yang tiba-tiba sakit karena menderita gizi buruk, jantung, cuci darah dan sebagainya yang dalam kondisi memperihatinkan dan layak untuk dibantu, yang berjumlah 385 jiwa.

“Seluruhnya kami buatkan SK dan itu sudah bergulir di hukum. Itu masuk ke PBI, jadi ada 1.706 yang dimasukkan ke PBI dan masih ada persyaratan yang masuk dalam daftar terpadu, kemudian memiliki e-KTP, dan masih layak diberikan bantuan,” ujarnya.

Dengan adanya Peraturan Kementerian Sosial Nomor 82 Tahun 2018, siapa pun masyarakat yang ingin berada di BPJS kelas 3 dapat mendaftar tanpa masuk dalam kategori miskin. “Yang penting mau kelas 3, maka boleh mendaftar. Itu OHC yang terbaru. Jadi pasti bertambah, terutama ada 8 OPD yang tenaga kontrak sekitar 1.229 yang juga dimasukkan ke dalam PBI Tarakan. Ini mungkin dianggarkan di masing-masing SKPD-nya, seperti DPUTR, DLH, dan sebagainya yang banyak tenaga honornya,” imbuhnya. (shy/lim)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:57

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*