MANAGED BY:
KAMIS
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 25 September 2019 08:55
Nelayan Keluhkan Alat Tangkap dan Wilayah Tangkap
BAHAS ALAT TANGKAP: Perwakilan nelayan dari PNK Tarakan yang melakukan pertemuan dengan PSDKP Tarakan, kemarin (24/9).

PROKAL.CO, TARAKAN - Menanggapi beberapa keluhan yang disampaikan oleh para nelayan kecil, Perhimpunan Nelayan Kecil (PNK) Tarakan menemui Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan. Ketua I Perhimpunan Nelayan Kecil (PNK) Tarakan, Sahude mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal yang disampaikan pihaknya. Di antaranya terkait alat tangkap yang digunakan nelayan, adanya nelayan dari luar daerah yang masuk ke Tarakan dan terkait zona wilayah alat tangkap. “Kami memberikan masukan apa keluhan nelayan,” ungkapnya, kemarin (24/9).

Terkait alat tangkap, pihaknya menyampaikan penggunaan pukat hela yang sudah dilarang oleh pemerintah. Kemudian pemerintah daerah berinisiatif akan mengganti alat tangkap pukat hela dan pihaknya siap akan kebijakan tersebut. Hanya alat tangkap yang akan digantikan tersebut, belum menjamin akan meningkatkan jumlah tangkapan ikan para nelayan. Untuk itu, PNK menyampaikan agar pemerintah daerah berinsiatif mencarikan alat tangkap yang cocok digunakan oleh nelayan di Tarakan dan bisa meningkatkan jumlah tangkapan ikan.

“Jadi kami menunggu, karena pemerintah pusat dari pemerintah daerah masih mencarikan apa yang cocok di Tarakan untuk alat penggantinya,” ungkapnya.

Dilanjutkan Sahude, untuk wilayah tangkap bagi nelayan kecil hingga saat ini masih terdapat pro dan kontra. Pasalnya, pihaknya ingin menjalankan zonasi alat tangkap yang sudah ditentukan pemerintah, namun pengawasan oleh pihak terkait di lapangan tidak ditemui. Misalnya ada aturan terkait nelayan yang memiliki kapal 2 GT ke bawah memiliki wilayah tangkap 2 mil dari pinggir laut, namun pihaknya sangat sulit untuk menerapkan itu.

“Kadang-kadang anggota kami beda alat tangkap dan zonanya cuma di situ saja. Jadi susah mendapatkan hasil tangkap yang diinginkan,” imbuhnya.

Bahkan para nelayan kecil juga mengeluhkan zona wilayah tangkap yang seharusnya, malah sudah tertutupi dengan budi daya rumput laut. Menurut PNK, di zonasi yang sudah tertutupi rumput luat merupakan perairan yang memiliki potensi ikan cukup bagus. “Di situ ada ikan, tapi ada rumput laut. Padahal kami aturannya, kami dikasih batas 2 mil,” bebernya.

Dari keluhan para nelayan kecil ini, pihaknya sangat berharap terhadap pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti. “Belum lagi masalah BBM itu belum selesai. Tapi dalam waktu dekat, kata Pak Wali (Wali Kota dr. Khairul, M.Kes) sudah bisa berjalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala PSDKP Tarakan Akhmadon menambahkan, pihaknya sudah menerima keluhan yang disampaikan oleh para nelayan, terutama terkait alat tangkap dan adanya nelayan dari luar. Pihaknya juga masih mendalami kebenaran terkait keluhan tersebut.

“Kalau kami bekerja bukan tergantung laporan saja, tapi kami melakukan pengawasan dan sudah banyak alat tangkap trawl (pukat hela) yang kami amankan,” sebutnya.

Kemudian sebagai tindaklanjut dari pertemuan itu, PSDKP meneruskan keluhan nelayan ke UPT Dinas Kelautan Perikanan (DKP) dan Pemerintah Kota (pemkot) Tarakan. Sama halnya wilayah tangkap. “Padahal dari pukat hela sendiri termasuk kelompok nelayan kecil juga, tapi ada juga yang sudah ramah lingkungan,” tutupnya. (zar/lim)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 15:36

Korban Kebakaran Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

Bantuan dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers