MANAGED BY:
SENIN
28 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 25 September 2019 08:55
Nelayan Keluhkan Alat Tangkap dan Wilayah Tangkap
BAHAS ALAT TANGKAP: Perwakilan nelayan dari PNK Tarakan yang melakukan pertemuan dengan PSDKP Tarakan, kemarin (24/9).

PROKAL.CO,

TARAKAN - Menanggapi beberapa keluhan yang disampaikan oleh para nelayan kecil, Perhimpunan Nelayan Kecil (PNK) Tarakan menemui Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan. Ketua I Perhimpunan Nelayan Kecil (PNK) Tarakan, Sahude mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal yang disampaikan pihaknya. Di antaranya terkait alat tangkap yang digunakan nelayan, adanya nelayan dari luar daerah yang masuk ke Tarakan dan terkait zona wilayah alat tangkap. “Kami memberikan masukan apa keluhan nelayan,” ungkapnya, kemarin (24/9).

Terkait alat tangkap, pihaknya menyampaikan penggunaan pukat hela yang sudah dilarang oleh pemerintah. Kemudian pemerintah daerah berinisiatif akan mengganti alat tangkap pukat hela dan pihaknya siap akan kebijakan tersebut. Hanya alat tangkap yang akan digantikan tersebut, belum menjamin akan meningkatkan jumlah tangkapan ikan para nelayan. Untuk itu, PNK menyampaikan agar pemerintah daerah berinsiatif mencarikan alat tangkap yang cocok digunakan oleh nelayan di Tarakan dan bisa meningkatkan jumlah tangkapan ikan.

“Jadi kami menunggu, karena pemerintah pusat dari pemerintah daerah masih mencarikan apa yang cocok di Tarakan untuk alat penggantinya,” ungkapnya.

Dilanjutkan Sahude, untuk wilayah tangkap bagi nelayan kecil hingga saat ini masih terdapat pro dan kontra. Pasalnya, pihaknya ingin menjalankan zonasi alat tangkap yang sudah ditentukan pemerintah, namun pengawasan oleh pihak terkait di lapangan tidak ditemui. Misalnya ada aturan terkait nelayan yang memiliki kapal 2 GT ke bawah memiliki wilayah tangkap 2 mil dari pinggir laut, namun pihaknya sangat sulit untuk menerapkan itu.

“Kadang-kadang anggota kami beda alat tangkap dan zonanya cuma di situ saja. Jadi susah mendapatkan hasil tangkap yang diinginkan,” imbuhnya.

Bahkan para nelayan kecil juga mengeluhkan zona wilayah tangkap yang seharusnya, malah sudah tertutupi dengan budi daya rumput laut. Menurut PNK, di zonasi yang sudah tertutupi rumput luat merupakan perairan yang memiliki potensi ikan cukup bagus. “Di situ ada ikan, tapi ada rumput laut. Padahal kami aturannya, kami dikasih batas 2 mil,” bebernya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 16 September 2020 11:06

Anggota Berpolitik, MUI: Silakan Mundur

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menempuh sikap tegas guna…

Rabu, 16 September 2020 11:03

GTM dan Gusher Plaza Dilelang?

TARAKAN - Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tarakan…

Rabu, 16 September 2020 10:26

BKD Tegaskan ASN Berpolitik Berpotensi Menimbulkan Pemecatan

TARAKAN - Sesuai Aparatur Sipil negara (ASN) yakni PP 53…

Rabu, 16 September 2020 10:24

Hingga September, Kasus Kebakaran Menurun

TARAKAN – Angka kasus kebakaran sampai dengan pertengahan September ini…

Selasa, 15 September 2020 10:55

Buron Sejak Mei, Perampok Tambak Akhirnya Terciduk

TARAKAN – Sempat menjadi buronan pihak kepolisian sejak Mei lalu,…

Selasa, 15 September 2020 10:53

Warga Binaan yang Kabur Ketahuan Mencuri

TARAKAN – Meski sempat dikabarkan melarikan diri, seorang warga binaan…

Selasa, 15 September 2020 10:47

Arab Saudi Menyambut Jemaah Umrah

TARAKAN - Kementerian Agama (Kemenag) dan pemerintah Arab Saudi saat…

Selasa, 15 September 2020 10:35

Ekspor Kepiting Kaltara ke Malaysia Meningkat

TARAKAN - Semenjak dibukanya kembali kegiatan ekspor dan impor ke…

Selasa, 15 September 2020 10:02

KPU Sinkronkan Data Pemilih

TARAKAN - Semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada 2020, membuat KPU semakin…

Senin, 14 September 2020 14:36

Amankan Pilkada, Kodim Siapkan Seluruh Personel

MALINAU – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Tahun 2020…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers