MANAGED BY:
SABTU
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Rabu, 25 September 2019 08:38
Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat Harus Jadi Fokus Utama

Para ‘Penyambung Lidah’ Rakyat di DPRD Kaltara, Andi Hamzah (Bagian 22)

Foto: Andi Hamzah – Anggota DPRD Kaltara

PROKAL.CO, Nama            : Andi Hamza

Ttl                   : Bone, 3 Januari 1970

Istri                 : Euis Ratih

Anak               : 1. Andi Aidil Ilham

                          2. Andi Adelia Rahmah

                          3. Andi Syahrul Ramadah

Pendidikan   : - SDN 118 Pitue

                          - SMPN 1 Pompanua

                          -  SMAN 1 Pompanua

Karier             : - Pengusaha

                          -  Anggota DPRD Kaltara periode 2019-2024

 

Berbicara masalah keadilan dan kesejahteraan rakyat di Indonesia, tentu sangat penting dan harus diperjuangkan. Terlebih di Kalimantan Utara (Kaltara) yang wilayahnya cukup luas dengan sebaran penduduk terbanyaknya di wilayah perbatasan dan pedalaman.

IWAN KURNIAWAN

SEBAGAI provinsi termuda di Indonesia, Kaltara terbilang masih sangat butuh pembangunan dan peningkatan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, kesehatan hingga kesejahteraan rakyatnya.

Berbagai persoalan ini juga menarik perhatian Andi Hamzah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara periode 2019-2024. Ia mengatakan, fokus utama yang akan diperjuangkannya di lembaga legislatif ini adalah persoalan keadilan dan kesejahteraan rakyat. Pria kelahiran Bone, 3 Januari 1970 itu mengaku, terjun ke dunia politik itu baru saja dilakukannya saat mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) Kaltara di pemilihan umum (Pemilu) 2019. Jadi, semua itu berjalan secara autodidak.

“Hari terakhir saat ingin mendaftar sebagai caleg, di situ saya baru masuk dan bergabung ke Partai Gerindra. Jadi, tidak ada persiapan apa-apa sebelumnya untuk menjadi caleg ini. Karena saya sebelumnya hanya pekerja (pengusaha, Red),” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Selasa (24/9).

Di sini, suami dari Euis Ratih itu mengaku cocok dengan ideologi Partai Gerindra. Hal itu dibuktikan sejak sebelum menjadi caleg tahun ini, ia memang sudah menyatakan dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Partai Gerindra. Menurutnya, masalah keadilan dan kesejahteraan rakyat Kaltara ini sangat perlu diperjuangkan. Karena, dengan memperoleh keadilan dan kesejahteraan, maka secara otomatis masyarakat akan mendapatkan kebahagiaan, aman dan damai. Setelah keadilan dan kesejahteraan rakyat itu, baru dilanjutkan ke peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan. Beberapa persoalan ini juga dinilai sangat perlu untuk disikapi karena sangat dibutuhkan masyarakat di provinsi ke-34 ini.

Selain itu, dengan diberi kepercayaan oleh Partai Gerindra sebagai Wakil Ketua DPRD Kaltara, ia bertekad untuk memperjuangkan terwujudnya sinergitas antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam memperjuangkan peningkatan pembangunan di Kaltara.

“Seperti apapun program Gubernur (Irianto Lambrie), asalkan itu untuk kepentingan umum, maka kita dari legislatif tetap harus mendukung sampai akhir jabatan beliau,” tuturnya.

Dalam hal ini, sangat perlu diciptakannya harmonisasi antara dua lembaga pemerintahan tersebut. Menurutnya hal itu sangat penting dilakukan supaya program pemerintah daerah dapat lebih mudah terealisasi. Ia mengaku, hal yang membuatnya terjun ke dunia politik itu adalah adanya rasa ingin berjuang bersama-sama dengan masyarakat lewat lembaga legislatif untuk memperjuangkan hak orang banyak, khususnya masyarakat Kaltara.

“Ini yang saya katakan akan fokus untuk masalah keadilan dan kesejahteraan rakyat. Selama ini saya lihat masyarakat kita (Kaltara) masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia,” sebutnya.

 Lebih jauh, ia juga melirik persoalan di perbatasan. Dengan terpilihnya di daerah pemilihan (Dapil) Nunukan, maka sangat penting pula baginya untuk memperhatikan masalah keamanan di wilayah Nunukan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

“Untuk di wilayah perbatasan ini, yang paling diutamakan adalah kekompakan masyarakat dengan aparat keamana yang ada di wilayah itu untuk memerangi persoalan yang ada, seperti penyeludupan narkoba dan kejahatan lainnya,” tutur Andi Hamzah.

Sebab, jika tanpa adanya keterlibatan dan dukungan dari masyarakat, menurutnya sangat berat untuk menciptakan keamanan di wilayah perbatasan tersebut. Artinya, sinergitas antara semua pihak itu sangat penting untuk mencapai suatu tujuan. (***/bersambung)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 15:45

Arman Terancam Terjerat Kasus TPPU

<p>TANJUNG SELOR &ndash; Selain ditetapkan sebagai otak kasus narkotika jenis sabu-sabu 2…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.