MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 24 September 2019 08:41
Pilkada 2020, Ajang Ladang Subur Hoaks
PEMAPARAN: KPU Bulungan dan Polres Bulungan saat memberikan pemaparan tentang upaya menangkal hoaks di pilkada 2020.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020. Kepolisian Resor (Polres) Bulungan tak menampik bahwa hal itu menjadi ladang subur dari munculnya berita bohong atau hoaks.

Kasatbinmas Polres Bulungan, Iptu Hadi Sucipto mengungkapkan, saat ini berita bohong atau hoaks diakuinya menjadi salah satu atensi secara khusus di jajaran kepolisian. Bahkan, tindakan secara hukum pun tak segan akan diberlakukan bagi setiap pelaku penyebar berita bohong atau hoaks. Sehingga mereka nantinya dapat terjerat ke dalam dinginnya jeruji besi.

“Mengenai penyebaran berita bohong atau hoaks ini memang menjadi ladang subur tatkala pilkada. Nah, hal seperti inilah yang patut menjadi perhatian kami di kepolisian juga,” ungkapnya di hadapan awak media.

Apalagi, lanjutnya, seiring perkembangan zaman saat ini, segala informasi sangat mudah didapat dan diketahui. Hanya, bila tak dilakukan proses penyaringan setiap informasi yang masuk, maka terkadang menjadi ‘makanan empuk’ bagi pelaku penyebar hoaks.

“Penyebaran berita bohong atau hoaks ini memiliki banyak tujuan. Tapi, pada intinya ini dapat berdampak pada persatuan dan kesatuan yang pecah. Untuk itu, saya imbau agar dapat memfilter setiap informasi yang masuk atau diterima oleh kita semua,” pintanya.

Lebih lanjut, di Bulungan sendiri bahwa sejauh ini yang ibaratkan masih dikatakan cukup aman dari hoaks. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa ke depannya hoaks dapat masuk dengan mudah dan cepatnya. Oleh karenanya, penting proteksi diri sejak dini, sebelum hoaks itu benar-benar masuk.

“Jaga keamanan dan kondusivitas daerah ini. Hoaks ini ibarat pesan berantai yang memberikan suatu kesan yang bombastis. Padahal, nilai kebenarannya belum dapat dipertanggung jawabkan,” tuturnya.

Ditegaskannya juga, mengenai pelaku hoaks ini ancaman hukumannya pun tak main-main. Berdasalkan Pasal 28 Ayat I Undang-Undang ITE. Maka, dapat dijerat hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. “Artinya, di sini sudah jelas akan ancamannya. Jadi, diharapkan kepada seluruh masyarakat agar dapat berhati-hati menyebarkan informasi yang ada. Cermati dulu, apakah itu benar dan tak berdampak serta lain sebagainya,” ucapnya.

Lebih lanjut, khusus pada pilkada mendatang. Kepada penyelenggara juga patut dalam pro aktif memberikan informasi yang valid di lapangan. Baik, disampaikan secara langsung ataupun melalui akun resmi penyelenggara pemilu. Sehingga masyarakat memiliki rujukan manakala membutuhkan informasi yang benar.

”Lewat akun resmi atau akun yang bisa diajak kerja sama agar hoaks itu tak semakin subur nantinya. Dan bagus lagi jika ada kerjasama dengan google manakala ada yang informasi yang tak laik atau hoaks agar dapat dihapuskan,” jelasnya.

Termasuk, tambahnya, terhadap para media massa yang ada di Bumi Tenguyun ini. Menurutnya bahwa mereka harus dapat menetralisir dari segala sumber berita yang tak jelas. “Kita harus dukung pemerintah dan KPU agar ke depannya aman. Perangi hoaks demi menjaga keamanan dan persatuan,” pesannya.

Terakhir, pihakya pun mengaku sudah melakukan deteksi dini. Baik secara vertikal ataupun horizontal. Sehingga hoaks dapat benar-benar dicegah. Dan kami dikepolisian sembari melakukan pemetaan guna pencegahannya kelak. “Hoaks ini merupakan sebuah masalah besar manakala terus terjadi. Itulah, wajib bersama untuk menangkalnya,” jelasnya.

Sementara, Ketua KPU Bulungan, Lili Suryani mengatakan, upayanya dalam menangkal hoaks baru–baru ini telah meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Produk Hukum (Sipokum). Diharapkan melalui aplikasi itu permasalahan hoaks dapat dicegah. Atau setidaknya meminimalisirnya agar tak semakin bombastis.

“Kita baru-baru ada mengeluarkan Aplikasi Sipokum. Nah, itu menjadi salah satu upaya kami sembari terus memberikan informasi yang update setiap waktunya,” ungkapnya.

Dan sebelumnya, mengenai Aplikasi Sifokum itu juga pihaknya memastikan sebelumnya ditangani oleh orang–orang yang memang ahli dibidangnya. Sehingga segala antisipasi bila terjadi sistem eror atau lain sebagainya sudah diantisipasi sejak jauh–jauh hari.

“Apalagi soal adanya hacker itu sendiri. Anggota kami dalam hal ini sudah melakukan segala antisipasinya. Yakni bila mereka beraksi, maka akan segera di blok. Tujuannya, agar jangan sampai masyarakat menerima berita hoaks,” jelasnya.

Namun, lebih jauh dikatakannya, perlu diketahui bahwa apa yang ada dalam Aplikasi Sifokum itu sejatinya bukan sifatnya detail pada berbasis data yang ada di KPU. Melainkan, dari aplikasi itu hanya menyajikan sebuah publikasi dari informasi hukum. “Tapi, tetap antisipasi terhadap hacker seperti apa yang saya katakan tadi akan dilakukan,” ucapnya.

Di sisi lain, dari aplikasi ini pihaknya menginginkan masyarakat dan peserta pemilu pada umumnya dapat semakin mudah untuk mengetahui jalannya proses Pilkada 2020 mendatang. Pasalnya, di dalamnya itu sekaligus terdapat penjelasan dari tahapan-tahapan yang akan dilalui oleh peserta pemilu dan KPU sendiri.

“Aplikasi ini untuk menjadikan era keterbukaan. Apalagi soal produk hukum dari pelaksanaan pesta demokrasi itu. Dimana secara langsung terkoneksi ke JDIH KPU RI dan JDIH KPU Kaltara,” bebernya.

Di tempat yang sama, Asrullah salah seorang awak media Radar Kaltara mengaku akan komitmennya dalam mendukung pemberantasan hoaks. Hanya, pihaknya meminta agar setiap adanya hal yang dianggap membutuhkan konfirmasi terhadap pihak terkait. Yang mana, dapat difasilitasi secara baik. Tidak justru sebaliknya yang acap kali sulit dikonfirmasi. “Mudah-mudahan dari pertemuan ini dapat menjadi kabar baik. Dan kami selaku awak media menyatakan siap dalam mendukung memerangi hoaks,” ucapnya singkat dan mengakhiri. (omg/eza)


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:41

Penyebaran Meluas, Pesan 1.000 Rapid Test

TANJUNG SELOR – Stok rapid test yang diterima Pemerintah Kabupaten…

Senin, 06 April 2020 14:40

Pembangunan Pasar Modern Masuk Tahap Akhir

TANJUNG SELOR - Ditengah pademi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Utara…

Senin, 06 April 2020 14:37

TPA Km 9 Segera Difungsikan

TANJUNG SELOR - Sempatmendapat tolakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan…

Senin, 06 April 2020 14:36

Personel Polri Dilarang Mudik

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara memastikan personel tidak…

Senin, 06 April 2020 13:13

Tingkat Hunian Turun, Hotel Tutup

TANJUNG SELOR - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di…

Senin, 06 April 2020 11:31

Bikin Heboh..!! Peta Zona Merah Covid-19 Tersebar, Begini Kata Kominfo

TANJUNG SELOR - Munculnya informasi yang beredar di mediasosial (medsos)…

Senin, 06 April 2020 11:26

Pemprov ‘Suntik’ Rp 20 Miliar

TANJUNG SELOR – Berbagai aktivitas di lingkungan pemerintahan jadi terhambat…

Senin, 06 April 2020 11:21

Disdukcapil Siapkan Rp 400 Juta untuk Alat Rekam Portabel

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui…

Jumat, 03 April 2020 12:35

Belum Siapkan Pemakaman Khusus untuk Pasien yang Meninggal karena Corona

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian memberikan…

Jumat, 03 April 2020 12:32

Polisi Bongkar Penjualan APD dengan Harga Tak Wajar

TANJUNG SELOR – Ada saja yang dilakukan PT DMS, penyedia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers