MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 September 2019 09:34
Rogoh Kocek hingga Rp 400-an Ribu tiap Bulan

Tiga Pekan Krisis Air Bersih

KRISIS AIR BAKU LAGI: Embung Binalatung sudah mendangkal. Foto diabadikan, kemarin (20/9).

PROKAL.CO, TARAKAN - Embung Binalatung yang terletak di Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, akhirnya tak mampu menyuplai air baku untuk diproduksi dan dialirkan ke pelangganan di kawasan Kampung Baru dan Kampung Bugis. Adapun hujan beberapa hari terakhir hanya lokal dengan intensitas ringan hingga sedang.

Asmawati, salah seorang warga Kampung Bugis, mengaku beberapa pekan ini harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangganya. Selain air tangki, ia juga harus menyediakan air galon secara rutin. Ia menuturkan satu tangki (profil tank) air bersih dihargai rerata Rp 80 ribu. Dalam sebulan, pemakaian air di rumahnya paling sedikit 5 tangki.

“Pengeluaran membengkak pastinya. Inilah yang kita harapkan sebenarnya dari pemerintah. Ini kan kebutuhan dasar yah. Harusnya ini diperhatikan dulu. Kalau ini sudah tuntas, maka banyak warga yang merasakan manfaatnya. Ini kekeringan sudah kayak jadi langganan,” ketus Asma, sapaannya, kemarin (20/9).

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam lagi-lagi harus putar otak. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Alam Sudarto mengaku operasi perusahaan daerah itu pun menjadi tidak maksimal.

Pada Embung Binalatung tersisa aliran-aliran air yang terbuang dari pintu dam. Sementara pemanfaatan air baku pada Embung Bengawan, tak bisa dipompa menuju Kampung Bugis. Embung Bengawan juga mengalami hal yang sama, sehingga hanya dapat menyuplai kebutuhan air masyarakat yang tinggal dekat dengan lokasi embung.

“Kalau Embung Bengawan sudah tidak bisa dipompa untuk kawasan Kampung Bugis, karena airnya bukan tinggal berapa persen lagi, tapi sudah habis. Sudah tidak bisa diambil lewat pompa, tapi bisa diambil lewat pembuangan pintu dam saja,” jelas Sudarto, kemarin (20/9).

Dalam pemompaan air pun, PDAM menggunakan pompa dengan kecepatan 150 meter per detik untuk kebutuhan wilayah Tarakan Timur, termasuk Kampung Satu Skip, Kampung Empat, Mamburungan, Jalan Kusuma Bangsa.

Meski sempat terjadi gerimis kemarin, namun tidak meningkatkan debit air pada embung. Debit air signifikan juga mengindikasikan jika pemompaan air dapat dilakukan. Embung yang ada terus saja mongering. Kampung Bugis pun telah mengalami kekeringan air selama 3 minggu. “Kalau daerah puncak, mohon dimaklumi karena dari sisi air baku tidak ada, sehingga kami sulit menyuplai air,” ucapnya.

Sudarto tak dapat merinci lebih jauh berapa banyak pelanggan yang tak teraliri saat ini dan kawasan mana saja. Hanya, permukiman yang berada di perbukitan, khususnya permukiman warga yang berada tepat di belakang Kantor Pos Tarakan, Jalan Purnawirawan, Pasir Putih, sulit dialiri air saat ini. “Semua alternatif sudah kami lakukan, kuncinya kami tidak ada air baku,” tegasnya.

Untuk itu, PDAM hanya berharap hujan dapat turun dengan insentitas tinggi. Selain itu pipanisasi dari Embung Indulung segera terselesaikan. Dengan itu, kebutuhan akan air baku dapat terpenuhi secara berkesinambungan.

Kendati demikian, tiga embung lainnya masih dapat mneyuplai air, seperti Embung Bengawan, Embung Persemaian, dan Rawasari. Sehingga dalam hal ini, ketiga embung tersebut masih dinyatakan aman sehingga pihaknya belum menurunkan kapasitas suplai air. “Yang perlu digarisbawahi, kebutuhan banyak, tapi suplai kami sama. Kalau untuk suplai masyarakat saja, itu mungkin masih bisa. Tapi karena semua membutuhkan, makanya begini,” ujarnya.

Permasalahan ini pun telah dibawa pihaknya kepada pemerintah. Dalam penyampaiannya, Sudarto menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan jaringan pipa Indulung, kemudian dalam jangka pendek melebarkan anak-anak sungai.

“Tapi yang sangat tepat itu adalah aliran dari Indulung bisa cepat, sehingga bisa terbantu keseluruhannya. Dengan adanya itu, kami mengusulkan agar nanti di tahun 2020 dari Embung Rawasari bisa ditarik pipa untuk produksi air baku. Semua butuh perencanaan dan biaya cukup besar, kalau perencanaan Indulung tidak meleset, Kampung Bugis tidak akan begini,” ungkapnya.

Menurut Sudarto, seharusnya Embung Binalatung, sudah tidak dapat mengaliri air. Pada fasilitas tersebut juga terdapat pompa baru yang dipasang 3 bulan lalu. “Kalau 3 bulan begini terus, maka kita akan mengalami krisis air bersih, sehingga sampai saat ini kami masih menjalankan dengan baik untuk wilayah timur. Yang krisis air saat ini adalah Kampung Bugis,” pungkasnya.

 

PERTUMBUHAN AWAN TAK SIGNIFIKAN

Sementara itu, Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan Raina menjelaskan proses hujan terjadi karena adanya penguapan di laut, kemudian terjadi kondensasi yang membentuk awan. Nah, karena adanya angina atau perbedaan tekanan, maka awan dapat terbawa ke wilayah daratan. “Makanya, kalau penguapan yang terjadi kurang signifikan, maka pertumbuhan awan juga kurang signifikan untuk menghasilkan hujan,” jelasnya.

Raina memprediksi bahwa hujan skala lokal dapat terjadi, baik siang maupun malam di Kota Tarakan, namun dengan intensitas ringan hingga sedang dan cenderung terjadi dalam waktu singkat. Sehingga cuaca tersebut tergantung pada kondisi atmosfer Kota Tarakan. “Untuk beberapa hari ke depan, belum ada potensi hujan dengan intensitas lebat,” pungkasnya.

Krisis air baku di Tarakan bukanlah hal baru, terjadi dalam beberapa periode dalam setahun. Terdapat 3 penampungan besar persediaan air baku yang aktif digunakan PDAM saat ini. Penampungan tersebut ialah Embung Binalatung, Embung Persemaian dan Embung Bengawan yang dapat memuat 325 ribu kubik air dan melayani 27 ribu sambungan masyarakat Tarakan.

Adapun 2 penampungan yang saat ini belum bisa digunakan yaitu Embung Rawasari dan Indulung yang dapat menampung 238 ribu kubik air. Hingga saat ini belum dapat difungsikan. Embung Rawasari menunggu 2 hal yaitu pencucian, dan pipa ke Persemaian. (shy/lim)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 14:16

Kabul Pernikahan Bisa Diwakilkan

TARAKAN - Setelah hebohnya kabar perceraian dapat dilakukan secara online,…

Jumat, 13 Desember 2019 14:14

Sertifikat HGB Bisa Diubah SHM

TARAKAN – Minimnya pengetahuan soal mekanisme sertifikasi laha di Bumi…

Jumat, 13 Desember 2019 14:12

Pendapatan Samsat Terealisasi 98 Persen

TARAKAN – Pertengahan Desember ini, Kantor Pelayanan Samsat Induk Tarakan…

Jumat, 13 Desember 2019 14:08

Perpanjangan Dermaga 200 Meter

TARAKAN – Dermaga Pelabuhan Malundung Tarakan rencananya akan diperpanjang ke…

Jumat, 13 Desember 2019 13:58

Apresiasi KPU Terhadap Dukungan Radar Tarakan

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan mengapresiasi partisipasi SKH…

Kamis, 12 Desember 2019 11:36

Rekomendasi PAN ke Ibrahim, DPW Kaget

TARAKAN – Ibrahim Ali, A.Md, menjawab isu yang berkembang mengenai…

Kamis, 12 Desember 2019 11:33

Tegas Meminta Antrean Panjang Dihilangkan

TARAKAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara…

Rabu, 11 Desember 2019 13:21

Dukungan Independen Bisa Ditolak

TARAKAN - Untuk maju melalui jalur independen atau perseorangan pada…

Rabu, 11 Desember 2019 13:14

Siaga Nataru, PLN Tak Menjamin 100 Persen

TARAKAN – Status siaga PT PLN (Persero) Tarakan menjelang Natal…

Selasa, 10 Desember 2019 12:38

Warga Amal Tenggelam, Ditemukan Meninggal

TARAKAN - Warga RT 11 Kelurahan Pantai Amal dihebohkan dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.