MANAGED BY:
KAMIS
30 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 September 2019 09:15
PK Ditolak, Bang Toyib Tetap Dihukum Mati

Eksekusi Menunggu Jadwal dari Kejagung

Denny Iswanto

TANJUNG SELOR - Upaya Arman Sayuti alias Bang Toyib terpidana kepemilikan 2 kilogram (kg) narkoba jenis sabu dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk lolos dari hukuman mati akhirnya kandas. Pasalnya, permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Selor, Denny Iswanto mengatakan, penolakan PK itu berdasarkan amar putusan MA nomor: 76PK/Pid.Sus/2019. Dengan turunnya amar putusan itu maka Bang Toyib tetap akan dieksekusi mati.

“PK memang sudah ditolak. Tapi untuk kasasi tetap berlaku,” kata Denny kepada Radar Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/9).

Amar putusan, sambung Denny, sudah keluar sejak 14 Mei 2019, dan baru diterima Kejari Bulungan, Rabu (18/9). Dalam amar putusan itu MA menetapkan bahwa putusan yang dimohonkan peninjauan kembali tersebut tetap berlaku.

“MA juga membebankan kepada terpidana untuk membayar biaya perkara pada pemeriksaan PK sebesar Rp 2.500.000,” bebernya.

Menyoal kapan eksekusi mati dilakukan, Denny tidak dapat berkomentar lebih jauh. Sebab, kewenangan untuk eksekusi mati ada di Kejaksaan Agung (Kejagung). “Kita tidak tahu kapan, karena kewenangan eksekusi ada di Kejagung termasuk jadwal eksekusi,” bebernya.

Biasanya eksekusi menunggu dari seluruh Indonesia. Sebab, biaya untuk satu kali melakukan eksekusi cukup besar. Untuk Bang Toyib sendiri saat ini masih berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan, belum dipindahkan ke Nusa Kambangan.

"Yang pasti sebelum eksekusi dilakukan, terpidana akan dipindahkan ke Nusa Kambangan," ucapnya.

Untuk barang bukti dari kasus ini ada yang disita dan ada juga yang dirampas untuk negara, barang bukti itu terdiri dari dokumen, bukti transfer, buku tabungan serta sepeda motor dan mobil miliki Bang Toyib. "Untuk motor dan mobil itu dirampas untuk negara," sebutnya.

Sebagai informasi, kasus ini bermula saat Bang Toyib ditangkap oleh jajaran Satreskoba Polres Bulungan pada tahun 2015 silam. Ia diduga sebagai otak pembelian sabu seberat 2 kg yang dibawa oleh seorang kurir bernama Nur Salam yang juga sudah divonis. Selain didakwa perkara narkoba ia juga dikenakan UU TPPU. (*/jai/eza)


BACA JUGA

Kamis, 30 Juni 2022 13:41

Kabel Tidak Beraturan Ganggu Pemadaman Kebakaran

 Meski api berhasil dipadamkan, personel pemadam kebakaran menghadapi beberapa kendala…

Selasa, 28 Juni 2022 10:56

Pemkab Bulungan Anggarkan Uang Tunai untuk Korban Kebakaran, Segini Nominalnya

Selain memberikan bantuan tanggap darurat seperti kebutuhan sehari-hari, Pemkab Bulungan…

Selasa, 28 Juni 2022 10:54

Capaian IDM Kaltara, 39 Desa Dikategorikan Mandiri

Sebanyak 39 desa dikategorikan mandiri pada tahun ini. Pencapaian ini…

Selasa, 28 Juni 2022 10:50

Produksi Industri Mikro dan Kecil di Kaltara Tumbuh 7,7 Persen

Industri Mikro dan Kecil (IMK) merupakan bagian dari sektor industri…

Selasa, 28 Juni 2022 10:40

PPDB SMA Sederajat di Kaltara Dibuka di 83 Sekolah

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara (Kaltara) menjelaskan mengenai…

Sabtu, 25 Juni 2022 11:09

Keterbukaan Informasi di Kaltara Relatif Sedang, Ini Kata KI Pusat

Komisi Informasi (KI) Pusat menggelar focus group discussion (FGD) indeks…

Sabtu, 18 Juni 2022 12:29

Apa Kabar Soal Dugaan Illegal Mining yang Menyeret Oknum Polisi? Ini Penjelasan Kapolres Bulungan

 Polres Bulungan telah melimpahkan berkas perkara kasus pertambangan tanpa izin…

Rabu, 15 Juni 2022 12:20

Berkas Perkara Tambang Ilegal HSB Dikembalikan Kejari

Kasus tambang emas ilegal yang menyerat oknom polisi Briptu HSB…

Selasa, 14 Juni 2022 12:26

Anggota DPRD Kaltara Bisa Tempati Gedung Baru Tahun Depan

 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) memanggil Dinas…

Selasa, 14 Juni 2022 12:23

DPRD Pertanyakan Kebijakan SOA Penumpang, Kenapa Tak Dianggarkan?

 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) mempertanyakan kebijakan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers