MANAGED BY:
KAMIS
28 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 September 2019 08:35
Budi Daya Rumput Laut Sudah Langgar Batas Negara
KOMODITAS EKONOMI: Budi daya rumput laut di Nunukan menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat nelayan.

PROKAL.CO, TARAKAN- Wilayah budi daya rumput laut yang masih ditemukan di jalur pelayaraan, menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Di Nunukan ditemukan adanya wilayah budi daya rumput laut yang sudah berdekatan dengan perbatasan Malaysia.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana Pertama TNI Judijanto berharap dengan adanya zonasi budi daya rumput laut yang sudah diterbitkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kaltara, dapat dikawal. “Pemprov sudah membuat zonasi, tapi zonasi ini perlu ditingkatlanjuti di tingkat operasional,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, harusnya regulasi zonasi tersebut sudah diatur terkait mana saja wilayah budi daya yang diperbolehkan. Petani rumput laut harus diberikan pemahaman terkait mana saja yang menjadi jalur pelayaran, sehingga menghindari adanya rumput laut yang dibudi daya di jalur pelayaran. Selain zonasi, izin budi daya rumput laut juga harus menjadi perhatian pemerintah.

“Jadi perlu ada tindaklanjut untuk operasional dan itu perlu ada sinergi antara Pemprov dan pemda lainnya. Sehingga dari penegakan hukum juga bisa menegakkan hukum,” tuturnya.

Tidak hanya itu, masalah pencurian rumput laut yang masih saja ada sampai saat ini. Diakui Danlantamal, dari beberapa kali kasus pencurian yang ditangani, paling banyak pencurian dilakukan pada malam hari. Bahkan pihaknya sudah beberapa kali mengamankan pelaku pencurian rumput laut. Usai diamankan, para pelaku malah berdalih bahwa rumput laut tersebut merupakan miliknya.

“Mereka juga mengaku itu rumput laut yang mengambang di laut dan mereka dapatkan. Ini adalah alibi yang harus dibuktikan, karena bisa menjadi konflik di masyarakat,” bebernya.

Judianto juga menyayangkan budi daya di perbatasan laut Malaysia. Sehingga KRI yang sedang melakukan patroli, harus memutar dan masuk ke wilayah perairan Malaysia. Hal itu dilakukan untuk menghindari kapal milik TNI AL tersangkut dengan tali rumput laut. Apalagi sudah ada KRI yang pernah tersangkut dengan tali rumput laut.

“Ini kalau Pemprov tidak turun tangan, maka kami di lapangan sangat kesulitan. Ini juga terkait harga diri bangsa juga. Bagaimana kita mau kelola wilayah kita sendiri, kalau rakyat sendiri tidak bisa diatur,” beber Judijanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Ir. H. Amir Bakry saat dikonfirmasi mengungkapkan, terhadap permasalahan ini sebenarnya pihaknya sudah mengatur dengan dikeluarkan Perda Nomor 4 tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2018–2038.

“Termasuk di Nunukan itu sudah diatur. Bahkan kami sudah pasang rambut pembatas rumput laut, tapi masyarakat ini tambah terus,” ungkapnya.

Diakuinya, sampai saat ini budi daya rumput laut khususnya di Nunukan, tidak memiliki izin.. Belum lagi pihaknya masih mendapati adanya oknum yang mencuri pembatas rumput laut dengan sengaja. “Jangkar sama drumnya itu dibuka dan diambil. Untuk zonasi ini sebenarnya sudah banyak kali kami melakukan sosialisasi, karena memang paling banyak di alur pelayaran dan mengganggu,” bebernya.

Sebenarnya, untuk masyarakat yang budi daya rumput laut hingga ke perbatasan Malaysia, sudah beberapa kali diamankan oleh aparat hukum. Namun sampai saat ini masih ada saja pembudi daya yang nekat. “Kami akan tertibkan semua karena tidak sesuai alokasi ruang yang ada di dalam perda itu. Paling banyak di Nunukan dan termasuk di Pantai Amal (Tarakan),” jelasnya. (zar/lim)


BACA JUGA

Rabu, 27 Mei 2020 13:43

Usai Lebaran, Razia PSBB Tetap Lakukan

Tarakan –  Dengan adanya perpanjangan waktu Pembatasan Sosial Berskala Besar…

Rabu, 27 Mei 2020 13:38

Udin Tetap Optimistis Berpasangan dengan Yansen

TARAKAN - Bursa pilgub Kaltara nampaknya akan memasuki babak baru…

Rabu, 27 Mei 2020 13:33

Rencana Ingin Silaturahmi, Sampan Justru Terbalik

TARAKAN – Kecelakaan kapal jenis sampan dengan muatan 2 orang…

Selasa, 26 Mei 2020 10:06

66 Narapidana Menunggu Remisi Susulan

TARAKAN - Tidak semua warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas…

Selasa, 26 Mei 2020 09:40

Lebaran, Nihil Laka Lantas

TARAKAN - Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama malam…

Selasa, 26 Mei 2020 09:34

Imbauan Pemerintah Masih Tak Diindahkan

TARAKAN – Selama Ramadan 1441 Hijiriah, terlihat masih banyak masyarakat…

Selasa, 26 Mei 2020 09:30

H+2 Lebaran, Pasar Gusher Masih Sepi Pengunjung

TARAKAN -Bulan Ramadan memang menjadi momen di mana pasar menjadi…

Selasa, 26 Mei 2020 09:21

Tiga Hari Pantai Amal Tutup

HARI kedua Lebaran, objek Wisata Pantai Amal sepi. Biasanya, masyarakat…

Selasa, 26 Mei 2020 09:14

Moda Laut Dibuka 8 Juni

MESKI angka kasus positif covid-19 terus melandai di Tarakan, namun…

Minggu, 24 Mei 2020 11:49

Satu Bayi Lahir di Hari yang Fitri di RSUD

TARAKAN - Seorang bayi laki-laki lahir di Hari Raya Idulfitri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers