MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 20 September 2019 09:29
45 Titik Panas Terpantau
MASIH ADA SUMBER ASAP: Petugas BMKG menunjukkan kawasan titik panas di Kaltara di Kantor BMKG Tarakan, kemarin (19/9). Foto bawah, kabut asap masih menyelimuti landasan pacu Bandara Internasional Juwata Tarakan.

PROKAL.CO, KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari belakangan berdampak pada aktivitas masyarakat di Kalimantan Utara (Kaltara). Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan merilis jika kabut asap telah berangsur berkurang. Kondisi cuaca pun mulai normal.

“Untuk pantauan hari ini (kemarin) cuaca cerah berawan, dan jarak pandang sudah cukup normal dengan jarak 6 sampai 8 kilometer. Dari perkiraan cuaca Kaltara ada potensi hujan seperti Tarakan, Malinau dan Tana Tidung, di malam hari. Cuma potensinya sangat kecil untuk beberapa hari ke depan,” tutur Prakirawan pada BMKG Tarakan Wiliam Sinaga kepada Radar Tarakan, Kamis (19/9).

Dalam pantauan BMKG, masih terdapat 45 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Kaltara. Titik panas terbanyak terdapat di Kabupaten Bulungan disusul dengan Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tana Tidung. Kota Tarakan dan Kabupaten Malinau masih nihil.

“Di Bulungan terdapat 38 titik, di Nunukan 4 titik, Tana Tidung 3 titik, untuk Tarakan dan Malinau saat ini nihil. Kalau potensi masih ada, namun tentu kami berharap tidak terjadi kebakaran lahan lagi,” tukasnya.

Diakui William, masih terdapat kabut asap. Kabut tersebut sudah tidak menganggu jarak pandang seperti sebelumnya. “Sudah tidak berdampak pada jarak pandang. Untuk suhu udara di Kota Tarakan dan sekitarnya 26 sampai 30 derajat celcius. Tinggi gelombang 0,25 sampai 0,75 meter  dan beberapa hari ke depan juga diperkirakan masih sama,” ucapnya.

Begitu juga kecepatan angin dan tinggi gelombang air laut. Meski demikian, ia mengimbau agar nelayan tetap waspada dalam menjalankan aktivitas. Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok dan melakukan pembakaran sampah di sekitar lahan kering. Menurutnya, hal itu dapat menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan.

“Kecepatan angin itu 5 sampai 10 knot dan untuk di laut 6 sampai 15 knot. Untuk aktivitas pelayaran cukup aman yah. Cuma tetap harus waspada, terutama kapal-kapal kecil. Kami menghimbau, kepada masyarakat khususnya yang tinggal berada lahan gambut agar tidak membuang puntung rokok dan membakar sampah sembarangan,” harapnya.

Pengamat sekaligus akademisi ekonomi Dr. Ana Sriekaningsih mengungkapkan, karhutla yang melanda Pulau Kalimantan beberapa hari lalu menimbulkan kerugian bagi masyarakat di segala sektor. Hal itu disebabkan banyaknya aktivitas yang tidak dapat berjalan secara maksimal.

“Kabut tebal itu, menghambat aktivitas penerbangan dan pelayaran. Belum lagi dampak kesehatan bagi masyarakat yang terkena gangguan pernapasan. Hal ini menjadi pelajaran kita semua betapa besarnya dampak kebakaran lahan ini,” ujarnya, kemarin (19/9).

Dampak pada transportasi udara juga berimbas pada distribusi pengiriman barang. Belum lagi, bagi mereka yang harus menunda pertemuan atau agenda, baik bisnis, pemerintahan atau lainnya. Sehingga hal itu, cukup menghambat aktivitas perputaran uang pada sektor jasa transportasi.

“Akibat kabut yang tebal kemarin, ada banyak jadwal penerbangan yang dibatalkan. Belum lagi nelayan yang tidak bisa melaut mencari ikan dan juga masyarakat enggan keluar rumah bepergian, atau agenda pertemuan bisnis yang tertunda. Sehingga hal itu memperlambat laju perputaran ekonomi makro,” terangnya.

 

MASIH ADA KABUT

Forecaster BMKG Nunukan Taufik Rahman mengatakan, secara umum kondisi Nunukan dari pagi hari (kemarin) berawan disertai kabut asap. Begitu pula dengan sore hari. Sedangkan pada malam hari kondisi masih kabut asap namun berpotensi terjadi hujan lokal.

“Kemungkinan hingga dini hari terjadi hujan lokal dengan suhu udara dari 24,5 derajat celcius hingga 32 derajat celcius serta kelembaban udara 66 persen hingga 97 persen,” kata Taufik Rahman.

Sedangan untuk tiupan angin dari tenggara ke selatan dengan kecapatan 6 knot hingga 15 knot. Dengan ketinggian gelombang mencapai 0,5 meter hingga 0,75 meter. Sedangkan untuk jarak pandang mencapai 3 kilometer.

Di Nunukan, BMKG Nunukan memantau setiap saat, dengan melakukan pantauan deteksi untuk pencegahan karhutla berdasarkan data foto satelit LAPAN.

Dia menjelaskan, deteksi titik panas menggunakan sensor modis pada satelit terra dan aqua, memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan. Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dalam luasan 1 km persegi.

“Pada suatu lokasi di permukaan bumi akan diobservasi 2 hingga 4 kali sehari. Pada wilayah yang tertutup awan, maka hotspot tidak dapat terdeteksi,” ujarnya.

Lanjut dia, potensi terjadi kebakaran hutan dan lahan dapat teramati dengan citra satelit Himawari 8 dengan menggunakan data suhu kecerahan kanal infrared untuk filtering awan, serta menentukan anomali suhu panas yang menunjukkan potensi terjadi kebakaran hutan (titik merah).

Selain itu ditampilkan juga citra RGB pada kanal visibel dan near infrared untuk mendeteksi sebaran asap (warna coklat) untuk lebih memastikan di daerah tersebut terjadi kebakaran.

Sedangkan perbedaan waktu yang di gunakan adalah UTC, jika di WIB +7, WITA +8, jika WIT +9.  “Update (perbaruan) data satelit, baik dari BMKG dan LAPAN semua kejadian di tanggal 18 hingga 19 sampai jam 7 pagi di waktu setempat, masih terekap dalam bentuk data dan koordinat lokasi kejadian akurasi kepercayaan,” jelasnya. (*/zac/nal/lim)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 14:16

Kabul Pernikahan Bisa Diwakilkan

TARAKAN - Setelah hebohnya kabar perceraian dapat dilakukan secara online,…

Jumat, 13 Desember 2019 14:14

Sertifikat HGB Bisa Diubah SHM

TARAKAN – Minimnya pengetahuan soal mekanisme sertifikasi laha di Bumi…

Jumat, 13 Desember 2019 14:12

Pendapatan Samsat Terealisasi 98 Persen

TARAKAN – Pertengahan Desember ini, Kantor Pelayanan Samsat Induk Tarakan…

Jumat, 13 Desember 2019 14:08

Perpanjangan Dermaga 200 Meter

TARAKAN – Dermaga Pelabuhan Malundung Tarakan rencananya akan diperpanjang ke…

Jumat, 13 Desember 2019 13:58

Apresiasi KPU Terhadap Dukungan Radar Tarakan

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan mengapresiasi partisipasi SKH…

Kamis, 12 Desember 2019 11:36

Rekomendasi PAN ke Ibrahim, DPW Kaget

TARAKAN – Ibrahim Ali, A.Md, menjawab isu yang berkembang mengenai…

Kamis, 12 Desember 2019 11:33

Tegas Meminta Antrean Panjang Dihilangkan

TARAKAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara…

Rabu, 11 Desember 2019 13:21

Dukungan Independen Bisa Ditolak

TARAKAN - Untuk maju melalui jalur independen atau perseorangan pada…

Rabu, 11 Desember 2019 13:14

Siaga Nataru, PLN Tak Menjamin 100 Persen

TARAKAN – Status siaga PT PLN (Persero) Tarakan menjelang Natal…

Selasa, 10 Desember 2019 12:38

Warga Amal Tenggelam, Ditemukan Meninggal

TARAKAN - Warga RT 11 Kelurahan Pantai Amal dihebohkan dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.