MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 19 September 2019 09:50
SABAR AJA...!! Di Sini Belum Ada Tanda-Tanda Hujan

Aktivitas Penumpang Speedboat Kembali Normal

BERHARAP HUJAN: Sejumlah personel TNI dan Polri bersama MUI di Masjid Baitul Izzah Kota Tarakan saat melakukan salat Istiska memohon hujan, Rabu (18/9).

PROKAL.CO, TARAKAN - Kekeringan yang melanda Bumi Paguntaka akibat tidak diguyur hujan, membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama jajaran TNI/Polri menggelar salat Istiska di Masjid Baitul Izza Kota Tarakan (18/9).

Melalui salat Istiska ini, pihaknya mengharapkan turunnya hujan di Kota Tarakan. Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara), KH. Zainuddin Dalila menuturkan salat Istiska merupakan salat meminta hujan yang dianjurkan oleh Rasul ketika seorang manusia merasa kesulitan air dan membutuhkan hujan.

“Tidak ada tempat kita memohon. Ini hanya dapat disampaikan kepada Allah melalui salat Istiska yang sudah dilakukan sejak zaman nabi kalau lama tidak ada hujan,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya melaksanakan salat Istiska agar masyarakat Tarakan dapat merasa bahwa ibadah tersebut memang perlu dilakukan. Apalagi Kota Tarakan saat ini mengalami musim kekeringan, sehingga perlu dilakukan salat Istiska.

Nah, sebelum melakukan salat Istiska, dijelaskan Zainuddin, setiap umat wajib berpuasa satu hingga tiga hari, kemudian melakukan ritual maaf memaafkan sesama manusia. Jika telah merasa bersih dan suci, umat kemudian berada di lapangan besar berbondong-bondong untuk melakukan salat Istiska.

“Salat Istiska itu biasanya sampai membuat masjid tidak muat, karena kepenuhan umat. Jadi salat Istiskaseperti salat sunah, dua rakaat, kemudian ada khotbah pertama dan kedua,” jelasnya.

Pada khotbah pertama salat Istiska, imam mengucapkan istigfar sebanyak 9 kali. Pada khotbah kedua mengucapkan istigfar sebanyak 7 kali setelah itu barulah umat dapat memanjatkan doa. Tujuan salat Istiska selain meminta hujan, ialah saling memaafkan dan menghindari benci satu dengan yang lain.

“Kalau tidak memaafkan dan masih membenci, maka rahmat Allah tidak turun dan mengundang murka Allah. Makanya, setelah salat Istiska mestinya kita memiliki hati bersih dan memaafkan. Tapi yang tadi (kemarin, Red) dilakukan sudah baik,” tuturnya.

Jika kemudian setelah melakukan salat Istiska hujan tak kunjung datang, maka umat dapat kembali berkumpul dan melakukan salat Istiska berbondong-bondong di masjid untuk memohon adanya hujan di Kota Tarakan.

Sementara itu, Komandan Kodim 0907 Kota Tarakan, Letkol Inf Eko Antoni Chandra mengatakan, sebagai manusia biasa pihaknya menyadari akan adanya Tuhan dan memerlukan pertolongan dari Tuhan.

Menghadapi situasi saat ini, menurut Eko sangat mustahil jika dilakukan hanya dengan kekuatan manusia. Sehingga pihaknya memerlukan bantuan tangan Tuhan bekerja dalam menyelesaikan persoalan di Kota Tarakan.

“Menurut saya ini musibah, makanya kita meminta tolong kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar kita diberikan kemudahan. Kita kembali kepada potret kita sebagai manusia yang ber-Tuhan,” bebernya.

Dalam kegiatan salat Istiska ini, Eko menyatakan bahwa pihaknya menyertakan pihak kepolisian resor, TNI, dan elemen masyarakat. Rencana kegiatan salat Istiska sudah dirancang pihaknya Selasa lalu, sejak pihaknya sadar bahwa dalam perkara ini pihaknya membutuhkan Tuhan. Dalam pelaksanaan kegiatan salat Istiska melibatkan 350 TNI Polri dan gabungan elemen masyarakat.

“Tidak lama-lama, begitu ingat kami langsung laksanakan salat Istiska ini. Kami ingin mengajak dari hati dan menimbulkan kesadaran bahwa kita sedang diuji dan membutuhkan Tuhan. Tidak perlu berkoar-koar,” tegasnya.

Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyawan menambahkan bahwa selain kekeringan air, permasalahan kabut asap dan kebakaran hutan merupakan masalah riill di Kaltara saat ini. Untuk itu, salat Istiska merupakan salah satu kegiatan keagamaan yang dicontohkan oleh Rasul bahwa manusia pada dasarnya masih memiliki Allah dalam hidup.

“Sambil bertugas memadamkan api, kami pun memohon kepada Allah supaya diberi hujan dan kebakaran bisa diminimalisir di seluruh Indonesia, sehingga seluruh masyarakat Indonesia semuanya bisa beraktivitas, tidak kekeringan. Yang bercocok tanam bisa tumbuh, yang butuh air minum bisa terpenuhi, kabut asap bisa turun, pembakaran lahan dapat diminimalisir dan sebagainya,” katanya.

Melalui kegiatan salat Istiska ini, Yudhistira mengharapkan agar dapat diterima oleh Allah. Salat Istiska ini merupakan yang pertama kali dilakukan Yudhistira selama bertugas di Kota Tarakan. Hingga kini, Yudhistira mengungkapkan bahwa pihaknya belum mendapat informasi akurat tentang tersangka kahutla.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, yakni saat melakukan kebakaran lahan secara sengaja dan dapat menjalar menjadi lebih besar sampai ke permukiman, kita memiliki sanksi pidana yang diatur oleh UU. Kami akan tegakkan aturan tersebut. Jadi saya tegaskan masyarakat harus berhati-hati dan harus mengawasi lahan dalam lingkup yang kecil,” tegasnya.

Aktivitas Penumpang Kembali Normal

Sementara itu, dampak dari kebakaran hutan di Pulau Kalimantan menyebabkan kabut asap yang sangat tinggi. Bahkan menyebabkan gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga mengganggu transportasi udara dan laut yang berujung terganggungan proses ekonomi masyarakat.

Dari pantauan media ini kemarin, kabut asap sudah mulai menurun. Aktivitas di Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan pun mulai berangsur normal. Sejumlah speedboat sudahmembawa penumpang dengan tujuan ke sejumlah daerah di Kaltara.

“Kalau penumpang hari ini (kemarin, Red) agak bertambah sekitar 40 orang,” ujar Nia sebagai salah satu petugas loket tiket di Pelabuhan Tengkayu I.

“ Selama ini jumlah penumpang normal-normal saja, tidak ada kendala dari kabut asap. Rata-rata penumpang dari kisaran 20 sampai 30 orang dari kemarin tetap tidak sampai penuh speed,” tambahnya.

Selain itu, pengguna jasa speedboad kebanyakan berdomisili di Tarakan, karena tuntutan pekerjaan harus tetap berangkat. ”Takutlah pasti, cuma sudah biasa setiap bulan, karena kerjanya di sana, kalau saya lebih mengutamakan keselamatan karena saya juga selalu bersama anak ketika berangkat,” ujar Tuti (34) salah satu penumpang tujuan KTT.

Ditambahkannya, adanya kabut asap ini yang membatasi jarak pandang membuatnya juga merasa khawatir. “Pastinya ada rasa ketakutan sendrilah dikarenakan jarak pandang yang terbatas,” tambah wanita yang menggunakan hijab tersebut.

Hal senadah juga disampaikan salah satu penumpang tujuan Tanjung Selor. “Sempat bikin jantunganlah, tapi tidak sampai jera,” ujar Rival. Karena tuntutan pekerjaan, ia tetap harus berangkat. (shy/*/agg/eza)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:57

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*