MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 19 September 2019 09:02
“Jangan Sampai Terjadi Ketidakseimbangan antara Perkotaan dan Pelosok”

Para ‘Penyambung Lidah’ Rakyat di DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah, S.Pd.I, M.Si (Bagian 16)

Foto: Syamsuddin Arfah, S.Pd.I, M.Si – Anggota DPRD Kaltara

PROKAL.CO, Nama                : Syamsuddin Arfah, S.Pd.I, M.Si

Ttl                       : Tarakan, 1 Januari 1979

Pendidikan       : SD Inpres No 15 Jembatan Besi, Tarakan

                              Pesantren Persis Bangil Jatim

                              S-1 (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Berau)

                              S-2 (Kebijakan Publik Wijaya Putra Surabaya)

                              S-3 (Universitas Ibnu Khaldun Bogor, jurusan Pendidikan Islam)

Karir                    : Ketua DPD PKS Kota Tarakan

                               Bendahara DPW PKS Kaltara

                               Sekretaris DPW Kaltara

                               Anggota DPRD Tarakan (3 periode)

                               Anggota DPRD Kaltara periode 2019-2024

 

Setiap orang pasti memiliki strategi khusus untuk bisa mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat saat mencalonkan diri untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Begitu juga dengan Syamsuddin Arfah saat dirinya mencalonkan di Pileg 2019.

IWAN KURNIAWAN

MENJADI seorang anggota legislatif tentu merupakan salah satu tantangan yang terbilang cukup berat. Sebab, untuk bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat, sebagian besar dari figur yang mencalonkan diri saat pemilu pasti memiliki janji-janji politik yang harus ditepati.

Namun, hal itu berbeda dengan Syamsuddin Arfah. Sebelum terpilih menjadi anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) periode 2019-2024, pria kelahiran Tarakan 1 Januari 1979 ini sempat menjadi anggota DPRD Kota Tarakan tiga periode, mulai dari tahun 2004 hingga 2019.

“Awal saya terpilih sebagai anggota DPRD Tarakan 2004 itu, saya baru berusia 27 tahun. dan di situ background sosial memang sudah ada di diri saya, yang mana saya sering mengisi kegiatan remaja dan kemusliman,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Rabu (18/9).

Untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat hingga bisa menjabat anggota DPRD Tarakan selama tiga periode dan lanjut naik satu tingkat menjadi anggota DPRD Kaltara ini, Syamsuddin mengaku hal yang paling penting itu adalah merawat konstituen.

Adapun dengan menjabat sebagai anggota DPRD Kaltara saat ini, pria yang sedang dalam proses menyelesaikan S-3 Pendidikan Islam di Universitas Ibnu Khaldun Bogor itu mengaku, tentu yang akan diperjuangkan tidak jauh-jauh dari yang telah dilakukannya saat menjadi anggota DPRD Tarakan.

“Saya waktu di DPRD Tarakan itu di Komisi II yang membidangi masalah aspek pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat. Jadi di sini (DPRD Kaltara) saya juga akan perhatikan tiga persoalan itu,” tuturnya.

Sebab, tiga hal itu tidak jauh dari background atau latar belakangnya selama ini yang selalu menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pendidikan dan memperhatikan kondisi sosial di masyarakat.

Tak hanya itu, hal yang juga tak kalah pentingnya adalam masalah sumber daya manusia (SDM), yang mana di dalamnya juga termasuk masalah SDM pendidikan dan kesehatan di Tarakan pada khususnya, dan di Kaltara pada umumnya, serta memperkuat aspek ekonomi masyarakat.

Selain itu, permasalahan infrastruktur di Kaltara ini juga sangat penting untuk dikembangkan. Sebab, jika semua itu baik, maka secara otomatis Kaltara bakal bisa jadi yang terdepan sesuai dengan visi dan misi gubernur, yakni kelak menjadi yang terdepan.

Dalam hal ini, jika berbicara lebih luas lagi, untuk di bidang pendidikan, mengingat provinsi ini menangani pendidikan menengah ke atas, maka yang utama perlu dilakukan penguatan itu adalah tenaga pendidiknya dalan hal ini guru.

“Itu ada dua yang harus dilakukan. Pertama masalah kompetensi pendidikan para guru, dan yang kedua masalah skil dari para guru itu. dua hal itu tentu menentukan untuk perbaikan dari guru itu sendiri,” jelasnya.

Setelah itu, baru lanjut berbicara masalah kesejahteraan guru, yang kemudian disambung dengan pemerataan sebaran guru. Artinya, guru bukan hanya tertampung di perkotaan, tapi juga harus tersebar hingga ke wilayah pelosok.

“Jangan sampai terjadi ketidakseimbangan antara perkotaan dan pelosok,” sebutnya.

Jika itu sudah terpenuhi, barulah kemudian berbicara masalah kurikulum dan programnya. Dua hal ini juga penting dan harus berimbang antara perkotaan, desa, dan pelosok. Terakhir masalah infrastruktur dari pendidikan itu sendiri.

“Sekarang ini, untuk infrastruktur pendidikan, jangannya di pelosok, di perkotaan seperti di Tarakan saja belum ideal. Dalam hal ini, lulusan SMP yang harus ditampung di SMA, itu masih belum berimbang. Itu baru berbicara masalah negeri, belum swasta,” bebernya.

Sedangkan untuk di bidang kesehatan, itu permasalahannya juga sama dengan pendidikan. Saat ini, untuk di rumah sakit, seperti RSUD Rujukan di Tarakan itu masih mengalami kekurangan dokter spesialis. Yang ada saat ini masih belum komplit.

Ini perlu segera disikapi, jika tetap seperti itu, tentu pasti akan memberikan dampak pada aspek penurunan dari aspek status dari rumah sakit itu sendiri. Karena setiap tahun rumah sakit itu juga diaudit dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, pemberian anggaran 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pendidikan dan 10 persen untuk kesehatan itu diharapkannya tidak hanya terlaur secara maksimal, tapi juga harus tepat sasaran.

“Ketepatan anggaran itu menjadi penting ketika kita ikut memfasilitasi sekaligus ikut memprogramkan kegiatan itu. Sebab, meskipun anggaran ada, jika anggaran itu tidak tepat, tentu itu juga pasti akan bermasalah,” tegasnya.

Selain itu, jika berbicara dari sisi instansi seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, SDM-nya juga harus terpadu dengan yang ada di fungsional, seperti di sekolah maupun rumah sakit dan puskesmas. Sehingga program itu sinkron dan dinamis.

Sedangkan dari sisi perekonomian, menurutnya itu juga penting mengenai seperti apa caranya untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan seperti apa caranya supaya pengangguran bisa berkurang.

“Jika saya lihat, persoalan UMKM ini bukan hanya terkendala di sisi dana. Tapi bagaimana caranya memberdayakan yang ada, mulai dari bahan baku yang sudah ada dan lain sebagainya. Termasuk juga pemasaran,” sebutnya.

Dari sisi infrastruktur, mengingat Kaltara ini merupakan provinsi tetangga Kalimantan Timur (Kaltim) yang ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN), maka pembangunan dan infrastruktur itu akan semakin dibutuhkan.

“Di sini kita sebagai daerah penyangga bagi calon IKN. Mengingat kita juga berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia, makanya perlu adanya penguatan dari berbagai linih,” bebernya.

Adapun hal lain yang juga ditegaskannya di sini, jangan sampai para sarjana yang ada di Kaltara ini diharapkan jangan hanya fokus untuk ingin menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan bagaimana caranya menciptakan lapangan kerja.

Termasuk langkah-langkan untuk mencetak generasi penerus yang andal melalui program Beasiswa Kaltara Cerdas. Dalam hal ini, bagaimana caranya mereka yang dikirim untuk mengenyam pendidikan itu harus cek perguruan tinggi yang tepat.

“Mereka ini aset kita. Memang sekarang belum kita petik hasilnya, tapi lima atau 10 tahun ke depan, mereka akan sangat berguna bagi Kaltara ini,” sebutnya.

Tapi, hal yang harus diketahui di sini bahwa DPRD hanya memiliki tiga fungsi, yakni fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi atau membentuk peraturan. Artinya wakil rakyat ini bukan eksekutor, melainkan hanya bisa mengawasi penganggaran itu.

“Oleh karena itu jangan sampai ada yang berpikir bahwa DPRD ini adalah eksekutif yang bisa menyelesaikan setiap persoalan. Karena kita bukan di situ tempatnya. Jadi harus juga dimengerti fungsi DPRD itu,” pungkasnya. (***/udn)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…

Senin, 14 Oktober 2019 08:37

Kelas VIP Bertanding hingga Dini Hari

 TARAKAN – Sabtu (12/10) malam hingga Minggu (13/10) dini hari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*