MANAGED BY:
RABU
30 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 18 September 2019 09:03
Di Balik Kabut Asap, Diduga Ulah Perusahaan

Penerbangan Sudah Normal

PATUT DIUSUT: Kabut asap di Kaltara sejak beberapa hari terakhir diduga bersumber dari pembakaran lahan untuk keperluan tertentu.

PROKAL.CO,

MASYARAKAT Nunukan, mulai tidak tenang dengan kabut asap yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Mulai bertanya siapa yang akan bertanggung jawab dengan kondisi saat ini. Kiriman asap ke wilayah Nunukan tak ada hentinya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Nunukan, Gat mengkritisi bahwa kabut asap dari kebakaran lahan telah menjadi isu nasional dan internasional selama sebulan terakhir. “Persoalan ini harus ada yang bertanggungjawaban, jangan sampai ada dituduh sembarangan melakukan pembakaran hutan,” kata Gat, kemarin (17/9).

Dia menjelaskan, dalam KHUP Pasal 187 hingga 188 dan Undang-Undang (UU) Nomor 41/1999 tentang Kehutanan, tidak ada perbedaan nomenklatur atau objek hukum antara petani yang mencari makan kebutuhan sehari atau  sebulan. Untuk pembakaran hutan, maka perlu dicari pelaku apakah petani atau ada pengusaha yang ingin membuka lahan.

Ia juga sebagai warga Kecamatan Krayan yang hidup di sekitar hutan mengaku bahwa membakar ladang atau kebun merupakan pola hidup keseharian atau budaya serta kearifan lokal masyarakat pedalaman. Telah berlangsung ribuan tahun. Pertanyaan kemudian kalau sudah berlangsung ratusan tahun, apakah ada bencana asap 20 tahun hingga 50 tahun yang lalu?

“Kalaupun ada asap akibat orang membakar ladang atau kebun, tetapi tidak signifikan karena umumnya dibakar paling besar 1 hektare atau setengah hektare, cukup untuk mendapatkan padi, kebutuhan makan setahun,” ujarnya.

Untuk itu, ia pertanyakan dari mana asap di Nunukan dan oleh siapa? Tentu ini ada pembukaan lahan kebun yang luas dan dilakukan oleh oknum tertentu. Memiliki niat membuka kebun kelapa sawit mencapai ratusan hektar. Bahwa para oknum pengusaha memiliki ratusan hektare kebun kelapa sawit di Kalimantan.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 29 September 2020 10:08

LSI Denny JA: Irianto Masih Unggul Jauh

TARAKAN - Dr. H. Irianto dinilai paling mampu urus ekonomi.…

Selasa, 29 September 2020 10:05

Longsor di Tarakan, 11 Meninggal, Maria dan Intan Kehilangan Tiga Keluarga

TARAKAN - Hujan deras yang mengguyur Tarakan sejak pukul 00.30…

Selasa, 29 September 2020 10:02

Diduga Korsleting Listrik

TARAKAN - Kebakaran kembali terjadi di Jalan Hang Tuah, RT…

Senin, 28 September 2020 13:03

Melihat Aktivitas Warga Binaan Lapas Kelas II-A Tarakan (3-habis)

Pernah berbuat kesalahan fatal di masa lalu, bukan berarti akhir…

Senin, 28 September 2020 12:53

Masih Ada Aktivitas Balapan Liar Selama Pandemi

TARAKAN - Selama pandemi Covid-19, Satlantas Polres Tarakan masih menemukan…

Senin, 28 September 2020 12:10

BREAKING NEWS!! Jumlah Korban Meninggal Sudah Mencapai 14 Jiwa

TARAKAN -  Data korban yang meninggal akibat bencana longsor di…

Senin, 28 September 2020 11:20

Di Tengah Guyuran Hujan, 4 Rumah Ludes Terbakar

TARAKAN - Kebakaran kembali terjadi di Jalan Hang Tuah, RT…

Senin, 28 September 2020 08:34

BREAKING NEWS!! 7 Korban Meninggal Dunia di Dua Lokasi Longsor

TARAKAN - Curah hujan yang tinggi tidak hanya menyebabkan banjir…

Senin, 28 September 2020 08:23

BREAKING NEWS!! Longsor, Tiga Korban Meninggal di Juata Permai

    TARAKAN- Curah hujan  tinggi yang terjadi Bumi Paguntaka…

Sabtu, 26 September 2020 09:48

Usulan Pembangunan KUA Melalui Kanwil

TARAKAN - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan akan mendapatkan bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers