MANAGED BY:
KAMIS
28 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 17 September 2019 09:32
Ramah, berwibawa dan santun. Itulah sosok Agus Priyono, S.E, Sk, CA, di mata anak buahnya. Mungkin belum banyak yang mengenal sosok pria kelahiran Banyumas, 21 April 1972 ini. Ia adalah kepala perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan K
Awal Karier Terbayang sebagai Teller Bank

Mengenal Kepala Perwakilan BPK Kaltara Agus Priyono, S.E, Ak, CA

PIMPIN BPK KALTARA: Kepala Perwakilan BPK Kaltara Agus Priyono, S.E, Ak, CA, di ruang kerjanya, Senin (16/9).

PROKAL.CO, MENGAWALI karir di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), sebenarnya bukanlah tujuan awal Agus muda, saat mencari pekerjaan dulu. Namun nasib yang baik, membawa ia untuk meniti karier pada lembaga negara dan akhirnya melenggangkan namanya menjadi pimpinan perwakilan di Kaltara.

Sejak menyelesaikan strata-1 di salah satu perguruan tinggi yaitu Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto, Jawa Tengah. Ia sempat merasakan dilema mencari pekerjaan yang pas.

"Jadi saya lahir dan besar di Purwokerto dan mengenyam pendidikan di sana. Kemudian setelah lulus tahun 1997 dan mencari-cari pekerjaan, kemudian tahun 1998 saya masuk BPK. Sewaktu masa krismon (krisis moneter), saya sempat mendaftar di Departemen Keuangan, BPK dan di perusahaan swasta salah satu perusahaan leasing,” kisahnya kepada Radar Tarakan, kemarin (16/9).

Nasib berkata lain, hamper saja ia bekerja di perusahaan leasing di Purwokerto. Dalam perjalanan, perusahaan leasing tersebut tidak jadi buka. Ia pun diterima di BPK.

Sebagai seorang lulusan di bidang akuntan, ia tidak menyangka akan mendapat banyak pengetahuan baru setelah berkarier. Ia mengaku sempat bingung dengan tugas di BPK.

Dalam pikiran Agus, bekerja di BPK nantinya pada posisi seperti teller bank. Namun kemudian, ia menyadari pekerjaannya tersebut jauh dari hal-hal yang ia bayangkan sejak awal.

"Awalnya saya berpikir hanya menghitung keuangan saja, rupanya pas bekerja di BPK, itu kan penugasannya tidak cuma pada laporan keuangan, tapi audit tentang belanja modal, cek fisik bangunan, penghasilan orang, jalanan dan lain-lain. Akhirnya saya harus kembali belajar di dunia kerja karena di BPK ini kami harus siap memeriksa apa saja. Termasuk nilai bangunan, kendaraan dan aset lainnya," tukasnya.

Menjadi pimpinan pada sebuah lembaga pemeriksaan keuangan negara, bukanlah cita-cita pria 3 anak ini. Sebagai lulusan ekonomi akuntansi sebenarnya ia bercita-cita sebagai dosen, dapat mengajar.

"Sebenarnya cita-cita saya menjadi dosen, karena saya dulu senang mengajar. Waktu kuliah dulu, saya sering mentransfer ilmu kepada junior-junior saya di kampus. Sampai sekarang di BPK saya juga aktif di pokja (kelompok kerja). Kerena tugas kami kan sosialisasi, ke perwakilan sehingga saya bisa menyampaikan materi di kegiatan itu," tuturnya.

Waktu demi waktu berlalu hingga akhirnya ia dapat menjalankan tugas tersebut dengan baik. Tepat 10 tahun meniti karier di BPK Yogyakarta, ia dipromosikan ke Jambi. Dengan penuh semangat, ia menyambut kesempatan tersebut.

"Tahun 2008 saya pindah ke Jambi promosi jabatan waktu itu jadi kepala seksi I, kemudian setelah kepala seksi I ditiadakan, saya dialihkan ke kepala unit pemeriksaan. Setelah itu saya pindah tugas ke Maluku, sebagai ketua perencana dan pengkajian pemeriksaan di lingkungan BPK. Singkat cerita, dalam perjalanannya kemudian saya menjabat di  BPK Perwakilan Maluku Utara. Setelah itu terakhir menjabat sebagai Kepala Perwakilan BPK Kaltara," terangnya.

Pekerjaannya sebagai pemeriksa, banyak rintangan dan godaannya. Kuncinya membentengi diri dengan prinsip. Sejak dulu, ia percaya seseorang harus dapat bekerja dengan keras, ikhlas dan cerdas. Dengan 3 prinsip tersebut, ia meyakini jika pekerjaan apa pun dapat dikejakan dengan baik.

"Saya sangat bersyukur dipercayakan menjadi kepala perwakilan. Otomatis juga harus siap. Karena tanggung jawabnya kan lebih besar. Tapi namanya jabatan kan amanah, seberat apa pun harus dilaksanakan sebaik mungkin. Makanya saya punya prinsip hidup bekerja keras, bekerja ikhlas, bekerja cerdas. Karena filosofinya bekerja keras itu setiap orang yang ingin mencapai cita-citannya harus bekerja keras,” terangnya.

“Bekerja ikhlas untuk mengabdi kita harus ikhlas bekerja demi bangsa dan negara. Bekerja cerdas itu lebih dari strategi bagaimana cara kita mengatur waktu seefektif mungkin, jadi tidak hanya asal keluar keringat," ujarnya.

Setelah beberapa minggu bertugas di Kaltara, ia merasakan kondisi dan situasi berbeda dengan di Maluku Utara. Meski mengakui keindahan alam Maluku Utara lebih mempesona, namun masyarakat Kaltara juga lebih ramah.

"Tarakan ini cuacanya panas yah. Saya kan pindahan dari Maluku Utara, di sana itu alamnya sejuk, yah lautnya juga masih jernih. Begitu masuk ke Tarakan ini, saya lihat lautnya berbeda, airnya agak keruh. Begitu masuk saya rasa udaranya di sini panas sekali," ucapnya.

Sebagai seorang kepala keluarga, tentu ia sangat ingin dapat berkumpul dengan keluarga dalam setiap waktu. Meski demikian, ia terpaksa harus mengorbankan hal tersebut demi sebuah pengabdian kepada negara. "Kalau keluarga tetap di Jawa, di Yogya. Karena memang lebih banyak pertimbangan pendidikan. Jadi anak-anak saya memang sekolah di sana. Itu kan Kota Pelajar, jadi fasilitasnya lebih bagus dan lengkap. Saya berharap bisa menjalankan tugas dengan baik selama di sini," tandasnya. (***/lim)

 


BACA JUGA

Rabu, 27 Mei 2020 13:43

Usai Lebaran, Razia PSBB Tetap Lakukan

Tarakan –  Dengan adanya perpanjangan waktu Pembatasan Sosial Berskala Besar…

Rabu, 27 Mei 2020 13:38

Udin Tetap Optimistis Berpasangan dengan Yansen

TARAKAN - Bursa pilgub Kaltara nampaknya akan memasuki babak baru…

Rabu, 27 Mei 2020 13:33

Rencana Ingin Silaturahmi, Sampan Justru Terbalik

TARAKAN – Kecelakaan kapal jenis sampan dengan muatan 2 orang…

Selasa, 26 Mei 2020 10:06

66 Narapidana Menunggu Remisi Susulan

TARAKAN - Tidak semua warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas…

Selasa, 26 Mei 2020 09:40

Lebaran, Nihil Laka Lantas

TARAKAN - Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama malam…

Selasa, 26 Mei 2020 09:34

Imbauan Pemerintah Masih Tak Diindahkan

TARAKAN – Selama Ramadan 1441 Hijiriah, terlihat masih banyak masyarakat…

Selasa, 26 Mei 2020 09:30

H+2 Lebaran, Pasar Gusher Masih Sepi Pengunjung

TARAKAN -Bulan Ramadan memang menjadi momen di mana pasar menjadi…

Selasa, 26 Mei 2020 09:21

Tiga Hari Pantai Amal Tutup

HARI kedua Lebaran, objek Wisata Pantai Amal sepi. Biasanya, masyarakat…

Selasa, 26 Mei 2020 09:14

Moda Laut Dibuka 8 Juni

MESKI angka kasus positif covid-19 terus melandai di Tarakan, namun…

Minggu, 24 Mei 2020 11:49

Satu Bayi Lahir di Hari yang Fitri di RSUD

TARAKAN - Seorang bayi laki-laki lahir di Hari Raya Idulfitri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers