MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 16 September 2019 10:22
Di Nunukan, Semua Sekolah Diliburkan, Bandara Ditutup

Jemaah Haji Tertahan

BATAL TERBANG: Kondisi sebagian kota di Kaltara yang diselimuti asap.

PROKAL.CO, DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, meliburkan seluruh sekolah di Kabupaten Nunukan, akibat kabut asap yang dianggap membahayakan kesehatan para siswa. Kepala Disdikbud Nunukan, H. Junaidi mengatakan, telah disampaikan seluruh jajaran kepala sekolah se-Kabupaten Nunukan untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta agar meliburkan para siswa.

“Kabut asap telah menyelimuti wilayah Nunukan dan sekitarnya. Untuk menjaga kesehatan terpaksa meliburkan sekolah,” kata H. Junaidi. Sesuai penyampaian sekolah akan diliburkan selama 2 hari mulai Senin (16/9) hingga Selasa (17/9), karena dampak udara yang tidak sehat. “Lebih baik menghindari, agar tidak terkena penyakit, maka dari itu diliburkan saja dulu selama 2 hari,” ujarnya.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nunukan telah menyampaikan melalui prakirawan cuaca, Taufik Rahman bahwa, secara umum pagi hingga sore kondisi masih tetap berkabut akibat sebaran asap kiriman dari luar wilayah Kabupaten Nunukan. “Begitu pula pada malam hari, kondisi udara masih tetap berkabut, namun berpotensi terjadi hujan ringan, begitu pula saat dini hari diprediksi terjadi hujan lokal,” kata Taufik Rahman.

Dia menjelaskan, suhu udara Nunukan mencapai 24 hingga 31 derajat celcius. Dengan kelembapan udara mencapai 68 persen hingga 94 persen. Angin secara umum bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10 knot hingga 25 knot. Dengan ketinggian gelombang mencapai 0,5 meter hingga 1,25 meter.                                                                                                                                                                         

“Jarak pandang mendatar hanya 1,5 km dalam kondisi kabut asap,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pantauan dan analisa satelit geohotspot, LAPAN, dan pengamatan udara permukaan Kabupaten Nunukan, masih akan terkena dampak dari sebaran asap kiriman dari wilayah lainnya. Hal ini didasarkan masih terdeteksi titik hotspot di wilayah seperti Kaltim, Kalteng, Kalbar dan Kalsel. Bahkan Kaltara sendiri hingga saat ini masih terpantau dan terdeteksi.

Di Kaltara sendiri yang terpantau mulai dari 3 hari yang lalu lokasi disekitar Tanjung Palas, Bulungan, terpantau 3 titik diwilayah tersebut. Sebaran asap yang terjadi di Nunukan, merupakan dampak kiriman dari wilayah lain di mana arah angin dominan dari tenggara barat daya menuju ke barat laut dan utara timur laut sehingga tampak udara kelihatan berkabut hampir di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan.

Dia menambahkan, dampak dari sebaran asap berpotensi buruk bagi segi kesehatan dan berbahaya bagi keselamatan jasa transportasi darat, laut dan udara. Asap juga engurangi jarak pandang (visibility) yang hanya berkisar 1,5 km. Untuk itu, diimbau agar masyarakat yang beraktivitas di luar untuk menggunakan masker agar mengurangi risiko yang merugikan kesehatan dari menghirup asap secara lansung.

Jasa transportasi darat, laut, udara juga perlu ada kewaspadaan karena jarak pandang yang terbatas bahkan terpantau saat ini kurang lebih 1,5 km. Harap untuk diperhatikan bagi nelayan tangkap, khusus yang beraktivitas di perairan dan bagi yang ingin berangkat menggunakan jasa speedboat dan pesawat harap terus berkoordinasi dengan petugas setempat.

“BMKG sudah berkoordinasi dengan area terkait untuk keselamatan penumpang, dan masyarakat juga perlu memperhatikan dengan keadaan cuaca saat ini harap mempertimbangkan segala sesuatunya, dan perlu pertimbangan lebih lanjut dalam beraktivitas agar mengurangi risiko dan dampak dari kabut asap yang terjadi,” pesannya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, Tajuddin Tuwo mengatakan bahwa sampai sekarang pihaknya belum memberikan izin libur kepada anak sekolah, lantaran pihaknya belum mendapatkan surat resmi langsung dari BMKG maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan tentang bahaya kabut asap ini. "Kami belum dapat surat resminya, jadi saya rasa asap ini masih aman saja kalau untuk di Tarakan," ucapnya.

Namun, jika pada hari ini kabut asap ternyata semakin parah, maka pihaknya akan meliburkan pelajar di tingkat SD dan SMP.

"Sampai sekarang kami belum lakukan pembahasan resmi terkait kabut asap ini. Tapi kalau besok (hari ini, Red) kabut asapnya semakin parah, maka akan kami liburkan anak-anak," imbuhnya.

    

BERGERAK PAKAI DANA PRIBADI

Titik api di Bulungan menjadi bagian salah satu sumber  asap yang menyelimuti Kaltara. Sehingga, langkah tegas dari TNI Polri paling ditunggu.

Berdasarkan pertemuan yang dilakukan antara Polres Bulungan dan Kodim 0903/Tsr, persoalan karhutla ini membawa dampak sangat besar bagi masyarakat. Jika karhutla yang terjadi ditemukan adanya unsur kesengajaan dipastikan oknumnya diproses hukum.

“Sekarang anggota masih melakukan pemadaman. Bersama stakeholder lainnya koordinasi terus dilakukan. Sementara, untuk penyebab karhutla  sedang diselidiki,” ucap Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Ps Kasubbag Humas Polres Bulungan Aiptu Tutut Murdayanto, Minggu (15/9).

Dijelaskan, hasil koordinasi antara bhabinakmtibas dan babinsa, agar pikiran membuka lahan dengan cara dibakar tidak dilakukan. Cara tersebut juga melanggar undang-undang.

Kemudian, beberapa perusahaan perkebunan dilibatkan untuk menanggulangi persoalan karhutla yang terjadi. Kemudian, sejumlah personel akan melakukan patroli ke sejumlah daerah untuk mengantisipasi hal tersebut. “Babinsa dan bhabinkamtibmas terus begerak di masyarakat. Peringatan dan imbauan dipasang,” jelasnya.

Ia menegaskan, sesuai dengan maklumat Kapolda Kaltara,  tentang larangan pembakaran hutan, disampaikan kepada setiap warga dan para pelaku usaha dibidang kehutanan, perkebunan dan pertanian dilarang melakukan pembukaan hutan dan lahan atau land clearing dengan cara melakukan pembakaran.

Jika hal itu tidak diindahkan pelaku pembakaran hutan atau lahan akan dikenakan pasal berlapis. Sesuai dengan pasal 187 KUHP diancam pidana penjara selama 12 tahun. Pasal 188 KUHP pidana kurungan 5 tahun. Pasal 78 ayat 3 (UU) Undang–Undang RI Nomor 41/1999 pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 5 miliar. Serta Pasal 78 ayat 4 UU RI 1999 pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan Ali Patokah menyampaikan, karhutla yang terjadi ini awalnya di Mangkupadi dan berhasil dipadamkan. Kemudian personel kembali menemukan titik api terjadi di Tanah Kuning tak jauh dari lokasi awal.

Saat ini personel BPBD Bulungan terus berupaya memadamkan karhutla yang terjadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur. Ditemukan dua titik api yang menghanguskan 5 hektare (ha) lahan, tepat di Jalan Poros Tanah Kuning Balai, Desa Tanah Kuning. 

“Kebakaran ada 2 titik. Mangkupadi 2 kali, Tanah Kuning 1 kali.  Sebelumnya Mangkupadi kemudian Tanah Kuning dan kembali lagi ke Mangkupadi,” ucap Ali Patokah saat berada di lokasi kejadian, Minggu (15/9).

Dijelaskan, berdasarkan hasil pantauan dari satelit pihaknya mengerahkan personel untuk melakukan pengecekan awal. “Berdasarkan satelit ada banyak. Setelah dicek ada betul (ditemukan) dan ada juga tidak betul (tidak ditemukan). Belakangan ini hampir tepat semua. Utamanya daerah Tanjung Palas Timur,” jelasnya.

Melihat dari lokasi karhutla ia menilai kuat dugaan adanya unsur kesengajaan. Dikarenakan, lokasi yang terbakar merupakan lahan perkebunan. Lokasi tersebut cukup jauh. Ditambah lagi, tidak ada sumber air sehingga membutuhkan waktu untuk memadamkan api. “Lokasi dari sumber air minim. Peralatan minim. Dan kurangnya anggaran. Karena kegiatan di 2019 ada 6 dan saat ini sudah puluhan kali. Jadi anggota bergerak menggunakan dana pribadi. Kalau personel insyaallah cukup,” pungkasnya.

 

BANDARA JUWATA LUMPUH TOTAL

Hingga sore kemarin, kabut asap Bandara Internasional Juwata hingga lumpuh total.

Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan, Muhammad Auriadin mengatakan jadwal penerbangan yang dibatalkan, Lion JT 626 jurusan Jakarta-Tarakan, JT 738 jurusan Makassar-Tarakan, JT 674 Balikpapan-Tarakan, Batik Air 7271 jurusan Balikpapan-Tarakan, Wings Air 1455 jurusan Malinau-Tarakan, dan Wings 1459 jurusan Nunukan-Tarakan.

Sementara itu, pesawat yang tertunda, Sriwijaya Air SJ 1160 Balikpapan-Tarakan, Lion 628 Surabaya-Tarakan dan JT 768 Balikpapan-Tarakan. Ketiga pesawat tersebut sedang menunggu cuaca di Kota Tarakan. “Jam operasional kami sampai jam 8 malam. Tapi kalau dia minta sampai jam 9, 10 atau 11 masih bisa kami kasih, kalau cuaca memungkinkan,” ungkapnya.

Sementara itu, jadwal penerbangan pesawat dari Tarakan menuju luar daerah tidak dapat dilakukan. “Tidak ada penerbangan hari ini. Semua ini dikarenakan cuaca yang demikian, tapi kalau untuk pelayanan dari bandara tidak ada masalah,” ucapnya.

Kendati demikian, aktivitas di bandara masih tetap ada lantaran pihak maskapai belum membatalkan secara langsung penerbangan kepada penumpang sehingga masih banyak penumpang yang menunggu. “Dari pagi sampai sore belum ada yang keluar atau masuk bandara,” ujarnya.

Sementara itu, saat ditanyakan terkait adanya palang yang dipasang di runway, Auriadin mengatakan bahwa itu merupakan tanda proses pengerjaan perbaikan di pinggir landasan dan tidak berhubungan dengan kabut asap. “Kami tidak ada masalah, sampai jam berapa pun kami tetap berikan pelayanan, asalkan cuaca baik. Ada juga tadi yang cancel (batal), maka kami berikan refund tiketnya di airline sampai 90 persen dari harga tiket, ada juga yang reschedule (jadwal ulang),” terangnya.

 

PENUMPANG BERALIH JALUR DARAT

Di Malinau, pesawat maskapai Wings Air tujuan Malinau dari Balikpapan, Minggu (15/9) terpaksa dibatalkan. Sebab, jarak pandang masih terbatas karena kabut asap.

Dengan dibatalkan tujuan Malinau, otomatis untuk keberangkatan dari Malinau ke Tarakan dan Balikpapan juga batal. “Iya mas cancel semua,” ujar Bayu, Airport Manajer Wings Air Malinau saat dihubungi via pesan singkat pukul 15.42 WITA, Minggu (15/9).

Penumpang, kata Bayu, masih mengerti dengan kondisi yang ada. Pihaknya juga memproses untuk mengembalikan uang tiket kepada penumpang yang ingin dikembalikan karena pihaknya tidak bisa memastikan besok bisa maskapainya melayani rute Malinau. “Suasana aman dan kondusif, penumpang memahami kondisi yang ada. Sementara kita refund (pengembalian dana) semua,” ungkapnya.

Karena tak bisa menggunakan transportasi udara, penumpang ada yang memilih transportasi darat untuk menuju Tanjung Selor dan Balikpapan.

“Saya mau ke Tarakan dan saudara saya mau ke Tanjung Selor, tapi ke Tarakan dulu,” kata Sefvi, perempuan yang mengaku dari Mensalong, Kecamatan Lumbis, Nunukan ditemui di Bandara Kolonel RA Bessing Malinau.

Ia mengaku terima saja dengan kondisi yang ada dan memilih untuk pengembalian dana tiket dan akan menggunakan jalur darat ke Tanjung Selor esok harinya, karena saudaranya sudah masuk kerja Senin (16/9). “Mau gimana lagi mas. Karena cuaca tidak bagus, jadi kita utamakan keselamatan,” ungkapnya.

“Kita refund aja mas. Alhamdulillah dikembalikan 90 persen. Tapi karena kita beli tiket di agen tiket online, jadi nunggu hari kerja baru bisa diproses,” sambung Iis, perempuan berhijab saudara dari Sefvi sambil menyuapi anak bayinya makan.

Sementara itu, ada rombongan ingin menuju Balikpapan dan setelah itu berpencar menuju daerah masing-masing. Rombongan itu baru usai mengikuti kegiatan keagamaan di Malinau.

Mereka berencana menggunakan travel untuk menuju Balikpapan. Karena, berharap di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan bisa terbang ke tujuan mereka.

“Saya mau ke Manado, kami ada 11 usai mengikuti kegiatan gereja di Malinau,” jelas Rafly  sambil mengurus pengembalian dana tiket.

Rombongannya berencana untuk menggunakan jasa angkutan darat menuju bandara yang bisa beroperasi, yaitu di Balikpapan.  “Kami cari travel ke Balikpapan jalan darat,” ungkap pria yang mengaku terjebak kabut asap seperti ini baru pertama kali, walaupun sudah sering ke Kalimantan.

Winata, teman satu rombongan Rafly yang tujuan ke Jakarta mengungkapkan bahwa dengan kejadian kabut asap ini sangat mengganggu dan merugikan banyak pihak. Ia pun saat berangkat mengikuti kegiatan di Malinau tidak menyangka akan terjebak kabut asap dan pesawat yang mengangkutnya batal terbang.

“Sangat mengganggu dan  merugikan. Aktivitas jadi terhambat,” keluhnya seraya meminta agar disampaikan ke pemerintah. Terpisah, Kepala Perum LPPNPI (AirNav) Cabang Pembantu Malinau Setio Utomo mengatakan jarak pandang di Bandara Kolonel RA Bessing Malinau turun naik. Pagi jarak pandang 3 kilometer, siang 4 kilometer dan agak sore kembali ke 3 kilometer.

“Turun naik mas (jarak pandang). Wings Air hari ini cancel semua. Yang mendarat hanya pesawat MAF dan helikopter TNI AD dari Pujungan menjalankan tugas negara,” beber Setio Utomo.

Untuk diketahui, selama dua hari sebelumnya, Wings Air tujuan Malinau dari Balikpapan dan tujuan Malinau dari Tarakan juga mengalami keterlambatan, namun tidak ada pembatalan. (nal/akz/*/zac/shy/ags/lim)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 14:16

Kabul Pernikahan Bisa Diwakilkan

TARAKAN - Setelah hebohnya kabar perceraian dapat dilakukan secara online,…

Jumat, 13 Desember 2019 14:14

Sertifikat HGB Bisa Diubah SHM

TARAKAN – Minimnya pengetahuan soal mekanisme sertifikasi laha di Bumi…

Jumat, 13 Desember 2019 14:12

Pendapatan Samsat Terealisasi 98 Persen

TARAKAN – Pertengahan Desember ini, Kantor Pelayanan Samsat Induk Tarakan…

Jumat, 13 Desember 2019 14:08

Perpanjangan Dermaga 200 Meter

TARAKAN – Dermaga Pelabuhan Malundung Tarakan rencananya akan diperpanjang ke…

Jumat, 13 Desember 2019 13:58

Apresiasi KPU Terhadap Dukungan Radar Tarakan

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan mengapresiasi partisipasi SKH…

Kamis, 12 Desember 2019 11:36

Rekomendasi PAN ke Ibrahim, DPW Kaget

TARAKAN – Ibrahim Ali, A.Md, menjawab isu yang berkembang mengenai…

Kamis, 12 Desember 2019 11:33

Tegas Meminta Antrean Panjang Dihilangkan

TARAKAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara…

Rabu, 11 Desember 2019 13:21

Dukungan Independen Bisa Ditolak

TARAKAN - Untuk maju melalui jalur independen atau perseorangan pada…

Rabu, 11 Desember 2019 13:14

Siaga Nataru, PLN Tak Menjamin 100 Persen

TARAKAN – Status siaga PT PLN (Persero) Tarakan menjelang Natal…

Selasa, 10 Desember 2019 12:38

Warga Amal Tenggelam, Ditemukan Meninggal

TARAKAN - Warga RT 11 Kelurahan Pantai Amal dihebohkan dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.