MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 16 September 2019 09:06
Kelakuan Remaja Menyimpang, Pola Asuh Orang Tua Jadi Faktor

Mudahnya Akses Konten Negatif, Pemicu Utama

Psikolog, Fanny Sumajouw, S.Psi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Psikolog, Fanny Sumajouw, S.Psi mengungkapkan, terkait perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh sejumlah remaja di Bumi Tenguyun ini. Menurutnya, hal itu kembali kepada pola asuh orang tua terhadap anaknya .

Pasalnya, bila pola asuh yang diberikan orang tua itu sifatnya cuek dan seolah terjadi pembiaran. Maka, anak itu akhirnya dapat tersesat hingga melakukan perbuatan yang menyimpang.

“Apalagi anak yang memang beranjak dewasa, mereka memiliki karakter khusus. Yakni senang mencoba hal baru yang ingin dikenalnya. Entah bagaimana cara agar dua ciri itu dapat diwujudkan. Apakah dengan jalan positif ataupun negatif. Hal itulah yang menjadi pemicunya,” ungkapnya saat diwawancara awak media Radar Kaltara.

Namun, lanjutnya, bila sebaliknya bahwa pola asuh orang tua terhadap buah hatinya penuh perhatian, demokratis, merangkul dan memperhatikan segala perkembangan anak. Maka, perbuatan menyimpang seperti yang ada pada video syur dan perkelahian itu tak sampai terjadi.

“Karena perbuatan menyimpang ini menurut pandangan saya semua murni dari dalam keluarga inti. Itulah mengapa pentingnya pola asuh orang tua terhadap anaknya,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, bila diibaratkan bahwa saat mereka lahir. Maka, mereka tengah berjalan di hutan atau lingkungan asing yang tidak dikenal sama sekali. Dan bagaimana mereka tidak trsesat jika tidak ada yang menuntunnya.

“Untuk itu, penting orang tua untuk menuntun saat mulai belajar berjalan dan menyusuri lingkungan yang baru dikenal. Di pegang tangannya, diarahkan ke koridor yang bener sesuai tatanan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Maka, saya yakin hidup dan perilaku mereka pun akan terarah,” tuturnya.

Apalagi, tambahnya, di era digital dan milenial saat ini, mereka perlu adanya suatu tuntunan agar mereka dapat mengikuti era yang ada. Di samping agar mereka tidak dilabeli sebagai anak gaptek. “Tapi, tetap apapun itu perlu adanya suatu tuntutan. Ya, karena jika tak diarahkan bisa saja mereka sampai melakukan perbuatan menyimpang. Dan itu tak hanya pada anak-anak dan remaja. Melainkan kaum dewasa pun sama halnya,” ungkapnya.

Sementara itu, dari pandangan akademisi, terkait adanya suatu perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh sejumlah remaja. Yakni seperti adegan video ‘panas’ dan perkelahian yang belakangan viral di media sosial (medsos) dikarenakan faktor penggunaan medsos yang tidak terkendali

Menurut Dr. Arif Jauhar Tontowi, Dosen Ekonomi di Universitas Kaltara, Tanjung Selor, sejumlah remaja saat ini dapat dengan mudahnya dalam mengakses akan konten-konten negatif. “Ya, dari tontonan konten–konten negatif itulah yang menjadi awal perbuatan menyimpang itu dilakukan oleh sejumlah remaja,” ungkapnya saat diwawancara awak media Radar Kaltara, Minggu (15/9).

Namun, lanjutnya, tak hanya dari konten itu yang menjadi faktor utamanya. Dr. Arif sapaan akrabnya menjelaskan, faktor lingkungan yang terlalu terbuka bagi remaja dalam melakukan perbuatan bebes juga dapat menjadi pemicunya.

“Ditambah dengan faktor lainnya yaitu kesalahan pola asuh pada anak dari orang tua. Yang mana, seharusnya anak dapat membentuk kebiasaan perilaku positif, tapi justru sebaliknya,” jelasnya.

Untuk itu, lebih jauh dikatakannya, mengenai persoalan penyimpangan perilaku oleh sejumlah remaja ini patut menjadi perhatian yang sangat serius. Apalagi Kabupaten Bulungan dalam targetnya tengah menuju kabupaten layak anak  (KLA). Sehingga hal itu menjadi fenomena yang kontroversial bila tak dapat ditekan sejak saat ini.

“Dengan semangat menuju KLA. Maka, penyimpangan yang selama ini masih ada wajib untuk ditekan. Sehingga tak sampai terjadi secara terus menerus hingga viral di medsos,” katanya.

Di sisi lain, menurutnya upaya dalam menekan perbuatan menyimpang itu. Di mana semua organisasi perangkat daerah (OPD) harus bersinergi dengan masyarakat dalam mengembangkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan perlindungan anak. Sehingga tak hanya OPD dari DP3AP2KB yang bergerak.

“Pemerintah melalui semua OPD harus berkontribusi dan turut bertanggung jawab. Jadikan Puspaga sebagai tempat utk menguatkan fungsi keluarga,” sarannya.

“Dan forum anak yang sudah ada juga perlu dioptimalkan kembali. Termasuk, aktivis-aktivis perlindungan anak yang sudah ada sampai di desa/kelurahan diberi dukungan untuk menjalan tugas dan fungsinya secara maksimal,” lanjutnya kembali.

Terakhir, pihaknya meyakini bilamana semua dapat berjalan, maka perbuatan menyimpang itu tak akan berlaku lagi di Bumi Tenguyun ini. Pasalnya, sudah banyak pihak yang turut dalam giat sosialisasi guna pencegahan dari perbuatan menyimpang tersebut.

“Tapi di sini yang paling penting lagi harus ada rencana aksi yang terprogram disertai target yang terukur. Tujuannya, supaya ada evaluasi setiap capaiannya,” jelasnya. (omg/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 10:52

PDP Warga Tanjung Palas Berusia 15 Tahun Meninggal

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Bulungan dr. Heriyadi Suranta membenarkan…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:51

Syukurlah..!! 5 Pasien Klaster Gowa di Bulungan Sembuh Covid-19

TANJUNG SELOR- Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menerima…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:37

Polres Siapkan Personel Jelang Pilkada

TANJUNG SELOR – Sejak ditetapkan pesta demokrasi berlangsung pada 9…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:36

Tahap II, Data Penerima BST Berubah

TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil evaluasi penyaluran bantuan sosial tunai…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:34

Temukan Jemaah dengan Suhu Tubuh di Atas Normal

TANJUNG SELOR – Hari pertama pelaksanaan salat Jumat berjemaah di…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:32

Diduga Korsleting, Mobil Terbakar

TANJUNG SELOR - Satu kendaraan roda empat (R4) terbakar di…

Jumat, 05 Juni 2020 14:51

Kayu Tanpa Dokumen Diamankan

TANJUNG SELOR – Setelah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan…

Jumat, 05 Juni 2020 14:24

Tak Sesuai Protap, Rumah Ibadah Bisa Ditutup

TANJUNG SELOR – Kerinduan umat beragama untuk dapat kembali melaksanakan…

Jumat, 05 Juni 2020 14:21

DAK Rp 400 Juta ‘Jalan di Tempat’

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM…

Jumat, 05 Juni 2020 14:19

Hari Ini, 50 Persen ASN Wajib Ngantor

TANJUNG SELOR - Penerapan sistem work from home (WFH) atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers