MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 16 September 2019 09:06
Kelakuan Remaja Menyimpang, Pola Asuh Orang Tua Jadi Faktor

Mudahnya Akses Konten Negatif, Pemicu Utama

Psikolog, Fanny Sumajouw, S.Psi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Psikolog, Fanny Sumajouw, S.Psi mengungkapkan, terkait perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh sejumlah remaja di Bumi Tenguyun ini. Menurutnya, hal itu kembali kepada pola asuh orang tua terhadap anaknya .

Pasalnya, bila pola asuh yang diberikan orang tua itu sifatnya cuek dan seolah terjadi pembiaran. Maka, anak itu akhirnya dapat tersesat hingga melakukan perbuatan yang menyimpang.

“Apalagi anak yang memang beranjak dewasa, mereka memiliki karakter khusus. Yakni senang mencoba hal baru yang ingin dikenalnya. Entah bagaimana cara agar dua ciri itu dapat diwujudkan. Apakah dengan jalan positif ataupun negatif. Hal itulah yang menjadi pemicunya,” ungkapnya saat diwawancara awak media Radar Kaltara.

Namun, lanjutnya, bila sebaliknya bahwa pola asuh orang tua terhadap buah hatinya penuh perhatian, demokratis, merangkul dan memperhatikan segala perkembangan anak. Maka, perbuatan menyimpang seperti yang ada pada video syur dan perkelahian itu tak sampai terjadi.

“Karena perbuatan menyimpang ini menurut pandangan saya semua murni dari dalam keluarga inti. Itulah mengapa pentingnya pola asuh orang tua terhadap anaknya,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, bila diibaratkan bahwa saat mereka lahir. Maka, mereka tengah berjalan di hutan atau lingkungan asing yang tidak dikenal sama sekali. Dan bagaimana mereka tidak trsesat jika tidak ada yang menuntunnya.

“Untuk itu, penting orang tua untuk menuntun saat mulai belajar berjalan dan menyusuri lingkungan yang baru dikenal. Di pegang tangannya, diarahkan ke koridor yang bener sesuai tatanan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Maka, saya yakin hidup dan perilaku mereka pun akan terarah,” tuturnya.

Apalagi, tambahnya, di era digital dan milenial saat ini, mereka perlu adanya suatu tuntunan agar mereka dapat mengikuti era yang ada. Di samping agar mereka tidak dilabeli sebagai anak gaptek. “Tapi, tetap apapun itu perlu adanya suatu tuntutan. Ya, karena jika tak diarahkan bisa saja mereka sampai melakukan perbuatan menyimpang. Dan itu tak hanya pada anak-anak dan remaja. Melainkan kaum dewasa pun sama halnya,” ungkapnya.

Sementara itu, dari pandangan akademisi, terkait adanya suatu perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh sejumlah remaja. Yakni seperti adegan video ‘panas’ dan perkelahian yang belakangan viral di media sosial (medsos) dikarenakan faktor penggunaan medsos yang tidak terkendali

Menurut Dr. Arif Jauhar Tontowi, Dosen Ekonomi di Universitas Kaltara, Tanjung Selor, sejumlah remaja saat ini dapat dengan mudahnya dalam mengakses akan konten-konten negatif. “Ya, dari tontonan konten–konten negatif itulah yang menjadi awal perbuatan menyimpang itu dilakukan oleh sejumlah remaja,” ungkapnya saat diwawancara awak media Radar Kaltara, Minggu (15/9).

Namun, lanjutnya, tak hanya dari konten itu yang menjadi faktor utamanya. Dr. Arif sapaan akrabnya menjelaskan, faktor lingkungan yang terlalu terbuka bagi remaja dalam melakukan perbuatan bebes juga dapat menjadi pemicunya.

“Ditambah dengan faktor lainnya yaitu kesalahan pola asuh pada anak dari orang tua. Yang mana, seharusnya anak dapat membentuk kebiasaan perilaku positif, tapi justru sebaliknya,” jelasnya.

Untuk itu, lebih jauh dikatakannya, mengenai persoalan penyimpangan perilaku oleh sejumlah remaja ini patut menjadi perhatian yang sangat serius. Apalagi Kabupaten Bulungan dalam targetnya tengah menuju kabupaten layak anak  (KLA). Sehingga hal itu menjadi fenomena yang kontroversial bila tak dapat ditekan sejak saat ini.

“Dengan semangat menuju KLA. Maka, penyimpangan yang selama ini masih ada wajib untuk ditekan. Sehingga tak sampai terjadi secara terus menerus hingga viral di medsos,” katanya.

Di sisi lain, menurutnya upaya dalam menekan perbuatan menyimpang itu. Di mana semua organisasi perangkat daerah (OPD) harus bersinergi dengan masyarakat dalam mengembangkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan perlindungan anak. Sehingga tak hanya OPD dari DP3AP2KB yang bergerak.

“Pemerintah melalui semua OPD harus berkontribusi dan turut bertanggung jawab. Jadikan Puspaga sebagai tempat utk menguatkan fungsi keluarga,” sarannya.

“Dan forum anak yang sudah ada juga perlu dioptimalkan kembali. Termasuk, aktivis-aktivis perlindungan anak yang sudah ada sampai di desa/kelurahan diberi dukungan untuk menjalan tugas dan fungsinya secara maksimal,” lanjutnya kembali.

Terakhir, pihaknya meyakini bilamana semua dapat berjalan, maka perbuatan menyimpang itu tak akan berlaku lagi di Bumi Tenguyun ini. Pasalnya, sudah banyak pihak yang turut dalam giat sosialisasi guna pencegahan dari perbuatan menyimpang tersebut.

“Tapi di sini yang paling penting lagi harus ada rencana aksi yang terprogram disertai target yang terukur. Tujuannya, supaya ada evaluasi setiap capaiannya,” jelasnya. (omg/eza)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 11:21

Bangunan Kantor Difasilitasi Pemkab Bulungan

 KANTOR Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bulungan beserta Panitia Pengawas…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:04

Kacabjari Menunggu Penyerahan dari Pemkab KTT

 TANJUNG SELOR - Pembangunan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Bulungan…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:54

INGAT..!! Semua Speedboat Harus Dilengkapi Pintu Darurat

 TANJUNG SELOR – Langkah tegas dilakukan pihak Dinas Perhubungan (Dishub)…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:41

Kabupaten/Kota ‘Disuntik’ Dana Rp 29 Miliar

 TANJUNG SELOR – Ketersediaan anggaran merupakan salah satu faktor pendukung…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:31

BPPRD Raup Rp 311 Miliar dari Pajak Daerah

 TANJUNG SELOR – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD)…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:18

Kembalikan Berkas,Sigit Optimistis Didukung Partai

 TANJUNG SELOR - Waktu pengembalian berkas pendaftaran bakal calon (balon)…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:25

NPHD Disepakati, Anggaran KPU Naik Rp 1 M

 TANJUNG SELOR – Setelah melakukan pembahasan yang cukup alot, akhirnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:19

Petani Keluhkan Harga TBS Kelapa Sawit

 TANJUNG SELOR – Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:12

Gubernur Usul Pemekaran Daerah Terbatas di RPJMN

 TANJUNG SELOR – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah daerah, khususnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:03

Pinjam dan Baca Buku Menggunakan Ujung Jari

 JIKA sebelumnya masyarakat yang ingin membaca buku itu harus datang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*