MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 16 September 2019 08:14
Inginkan Bidang Pertanian Mampu Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Para ‘Penyambung Lidah’ Rakyat di DPRD Kaltara, Albertus Stefanus Marianus, ST (Bagian 13)

Albertus Stefanus Marianus, ST

PROKAL.CO, Nama               : Albertus Stefanus Marianus, ST

Tanggal Lahir : Tanjung Selor, 9 Februari 1973

Istri                    : Heni Sugiartita

Anak                  : 4 orang

Pendidikan      :-SDN 1 Tanjung Selor

                           - SMPN 1 Tanjung Selor

                            -SMAN 1 Tanjung Selor

                            - S-1 Teknik Sipil, Universitas Merdeka Malang

Karir                   :- Anggota DPRD Bulungan periode 2014-2019

                             - Anggota DPRD Kaltara periode 2019-2024

 

Berdasarkan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berhasil meraup lima kuris di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara). Salah satunya diduduki Albertus Stefanus Marianus dari daerah pemilihan (dapil) II Kaltara, Bulungan dan Tana Tidung.

IWAN KURNIAWAN

SETIAP orang yangbergelut di dunia politik itu tentu mengawali karirnya mulai dari nol. Sama halnya Albertus Stefanus Marianus. Pria kelahiran Tanjung Selor, 9 Februari 1973 itu mengaku mulai bergabung di partai politik (parpol) pada tahun 2014 dan semua itu terjadi tanpa disengaja.

Mantan anggota DPRD Bulungan periode 2014-2019 ini menyebutkan, awalnya itu ia ditawarkan untuk bergabung oleh dua parpol, yakni Golkar dan PDIP. Tapi, setelah mempertimbangkan secara matang, ia akhirnya memilih untuk bergabung ke PDIP.

“Awalnya itu saya tidak terlalu konsentrasi secara langsung untuk terjun ke politik praktis. Jadi semua itu mengalir, karena sebelumnya saya juga bekerja selaku konsultan,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di kediamannya, Minggu (15/9).

Karena sudah bergabung di parpol, akhirnya ia mulai mengikuti pendidikan kader di PDIP. Saat itu ia ditawarkan oleh Jonny Laing Impang, yang saat ini merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Kaltara.

Selanjutnya ia diminta untuk melakukan persiapan untuk ikut ‘bertanding’ di pemilihan anggota legislatif (pileg) pada tahun 2014. Atas izin Tuhan, akhirnya ia terpilih sebagai anggota DPRD Bulungan periode 2014-2019 dari Dapil I, Tanjung Selor.

“Karena sudah berada di dunia politik, akhirnya saya ikut lagi berkompetisi di tingkat provinsi. Tentu sebelum memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kaltara waktu itu, tentu saya sudah memperhatikan beberapa indikator pendukung,” katanya.

Memang, fakta di lapangan tidak mudah. Saat turun dengan membawa mindset untuk berharap idealis, itu belum tentu sepenuhnya di masyarakat seperti itu. Tentunya, hal itu yang membuatnya beranggapan bahwa ada tantangan yang besar di depan.

“Tapi saya tetap tampil apa adanya. Di situ saya mengalir saja, dan puji Tuhan dari beberapa yang mencalonkan diri, saya yang terpilih di Dapil II, Bulungan dan Tana Tidung,” sebut suami dari Heni Sugiartita ini.

Dengan terpilih sebagai anggota legislatif Kaltara, Albertus bermimpi bahwa suatu saat bidang pertanian itu bisa memberikan multi efek, salah satunya dapat meningkatkan sumber daya ekonomi keluarga.

Setidaknya, ke depan bidang pertanian itu bisa bisa menjadi dasar kekuatan masyarakat yang tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal, termasuk pengaruh politik uang. Sebab, basis ekonomi kelaurga secara utuh sudah terpenuhi.

Oleh karena itu, potensi pertanian di Kaltara ini harus dikelola secara maksimal. Karena potensi pertanian di provinsi termuda Indonesia ini ada dan itu dapat dikatakan sangat besar.

“Kalau kita berbicara soal pertanian, ini masalahnya cukup komplit. Mulai dari edukasi terhadap petaninya, sampai pada masalah pemasarannya atau dari dari sektor hulu sampai hilir,” tutur alumni Universitas Merdeka Malang itu.

Dalam hal ini, peningkatan pertanian itu ingin dimulai dari manapun, tentu Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie juga sudah memiliki visi dan misi yang jelas mengenai penanganan masalah pertanian di provinsi ke-34 ini.

Adapun, hal yang perlu disikapi di sektor pertanian ini, potensi seperti di Bulungan secara khusus dan Kaltara secara umum. Soal sumber daya manusia (SDM) petaninya yang dapat dikatakan belum mendukung. Sebab, masyarakatnya rata-rata punya lahan.

“Jadi, di sini edukasinya itu yang harus dicarikan polanya. Apakah dengan cara mengirim masyarakat kita ke luar untuk belajar soal pertanian atau menggunakan pola apa. Itu harus dilakukan. Tidak boleh jika hanya di atas meja. Dia harus praktik,” bebernya.

Sebenarnya, di Kaltara ini ada banyak yang bisa dijadikan leader. Salah satunya Paulus, pemilik kebun jambu madu terkenal di Bulungan. Jambu madunya itu sudah di bawa ke mana-mana, sampai ke Istana Negara. Serta sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan dari pusat.

“Inilah makanya saya pikir perlu untuk menyiasati potensi yang ada di bumi Kaltara ini, terutama sumber daya petani itu bisa digandeng untuk bersama-sama membuat sebuah masterplan, baik infrastruktur maupun SDM-nya agar ada target ke depan,” sebutnya.

Pastinya, jika sudah berbicara sektor pertanian, tentu porsi keuangan dari sisi pertanian harus di-backup. Terlebih jika melihat Kaltara ini sebagai daerah yang baru seumur jagung, tentu bidang pertanian ini merupakan salah satu sektor yang dapat diberdayakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini yang harus kita bedah bersama untuk dicarikan solusinya. Jika perlu dibedah dengan menghadirkan ahli pertanian dari pusat, seperti tenaga ahli di IPB (Institut Pertanian Bogor). Intinya ini penting untuk dilakukan sejak dini,” pungkasnya. (***/eza)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 11:21

Bangunan Kantor Difasilitasi Pemkab Bulungan

 KANTOR Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bulungan beserta Panitia Pengawas…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:04

Kacabjari Menunggu Penyerahan dari Pemkab KTT

 TANJUNG SELOR - Pembangunan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Bulungan…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:54

INGAT..!! Semua Speedboat Harus Dilengkapi Pintu Darurat

 TANJUNG SELOR – Langkah tegas dilakukan pihak Dinas Perhubungan (Dishub)…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:41

Kabupaten/Kota ‘Disuntik’ Dana Rp 29 Miliar

 TANJUNG SELOR – Ketersediaan anggaran merupakan salah satu faktor pendukung…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:31

BPPRD Raup Rp 311 Miliar dari Pajak Daerah

 TANJUNG SELOR – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD)…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:18

Kembalikan Berkas,Sigit Optimistis Didukung Partai

 TANJUNG SELOR - Waktu pengembalian berkas pendaftaran bakal calon (balon)…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:25

NPHD Disepakati, Anggaran KPU Naik Rp 1 M

 TANJUNG SELOR – Setelah melakukan pembahasan yang cukup alot, akhirnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:19

Petani Keluhkan Harga TBS Kelapa Sawit

 TANJUNG SELOR – Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:12

Gubernur Usul Pemekaran Daerah Terbatas di RPJMN

 TANJUNG SELOR – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah daerah, khususnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:03

Pinjam dan Baca Buku Menggunakan Ujung Jari

 JIKA sebelumnya masyarakat yang ingin membaca buku itu harus datang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*