MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 12 September 2019 17:08
Tim Kemendagri Kunjungi Pasar Inai

Berharap Terus Dikembangkan, Karena Unik dan Menarik

PRODUK LOKAL: Tampak Direktur Evaluasi Perkembangan Desa Kemendagri Dr. Eko Prasetyanto, PP, S.Si, M.Si, MA (baju batik) bersama Sekda Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM (baju waskat) saat mencicipi buah lokal di Pasar Inai, Selasa (10/9).

PROKAL.CO, MALINAU – Usai melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) di Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Direktur Evaluasi Perkembangan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) Dr. Eko Prasetyanto, PP, S.Si, M.Si, MA beserta rombongan mengunjungi serta berbelanja di Pasar Inai, Selasa (10/9).

Kunjungan ke Pasar Inai yang berada di Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat ini, rombongan dari Kemendagri itu didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau bersama pejabat lainnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

“Memang tadi dari Tim Kemendagri dan ada beberapa kementerian mereka langsung ke Pasar Inai mau lihat kira-kira pembinaan pemerintah daerah (pemda) terhadap bidang perekonomian rakyat, pertama pedagang lokal kita,” ujar Sekda Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM usai mengantar tim Kemendagri di Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Selasa (10/9).

Dikatakan Sekda, memang Pasar Inai sedikit unik dan menarik. Uniknya karena pedagangnya memang pedagang lokal, kemudian khas jualannya juga semua lokal. Hal itulah yang menjadi daya tarik dijadikan destinasi wisata berbelanja. Karena, di Pasar Inai banyak mendapati yang tidak terdapat di pasar umumnya, baik sayur, ikan maupun buah-buahan.

“Tadi pak Direktur Evaluasi Pengembangan Desa melihat banyak buah-buah yang tidak terdapat di daerah lain yang pernah ia kunjungi. Kemudian di Pasar Inai ini sendiri, boleh dikatakan hasil pemeriksaan dari dinas terkait tidak ditemukan adanya pestisida atau bahan berbahaya lainnya terhadap semua produk yang ada dijual di Pasar Inai. Artinya, semua jualan atau hasil produksi itu memang sehat untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Ini, lanjutnya, sesuai keinginan Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si agar dagangan yang diperjualbelikan di Pasar Inai ini tidak terkontaminasi dari produk-produk luar dan itu juga bagian untuk proteksi pedagang lokal.

Saat ditanya apa tanggapan Direktur Evaluasi Perkembangan Desa Kemendagri, pria yang akrab disapa Ernes ini mengungkapkan bahwa Pemkab Malinau mendapat dukungan untuk terus mengembangkan pasar tradisional tersebut.

“Beliau sangat support ya, sangat senang melihat kondisi kita. Yang pertama memang pedagang lokal, kemudian produk lokal, kemudian sehat. Jadi, semua masuk kategori untuk pasar tradisional. Beliau sampaikan tadi ya kalau bisa dipertahankan dan dikembangkan,” pungkasnya. (ags/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers