MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 12 September 2019 13:09
Ketua FKUB Muda Berdialog
Kekuatan Indonesia Ada pada Persatuan

Peringatan HUT ke-74 RRI

PENYULUTAN OBOR : Kepala Stasiun LPP RRI Tarakan, Dra. Umi Iryani MM menyulutkan obor Tri Prasetya RRI, kemarin (11/9).

PROKAL.CO, TARAKAN - Dalam menyambut ulang tahun Radio Republik Indonesia (RRI), RRI menggelar dialog publik dengan mengundang beberapa tokoh di Kaltara. Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kaltara Brigjen TNI Rudi Supriyanto, Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Eko Antoni Chandra,

Ustaz Abdul Somad, Lc, sebagai perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Tarakan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Muda Tarakan Moh. Ilham Agang.

Kepala Stasiun RRI Tarakan Umi Iryani mengatakan dialog publik tersebut sebagai upaya dalam menjaga toleransi di Kaltara. Selain itu, ia menjelaskan bahwa pentingnya menjaga toleransi di wilayah perbatasan mengingat Kaltara merupakan garda terdepan Indonesia. Tema dialog tersebut, untuk Indonesia yang lebih bertoleransi.

“Tema ini sudah ditentukan dari pusat, namun kami boleh menyampaikan bahwa RRI sendiri punya semangat Tri Prasetya RRI, di antaranya kami harus berdiri di atas semua partai, keyakinan, aliran, dan golongan. Karena kami berdiri di atas semua itu, dan itu tidak akan terjadi jika tidak ada toleransi. Karena Kalimantan Utara ini termasuk daerah aman yah, karena itulah kemudian mendorong RRI di Tarakan, untuk terus menjaga kondisi ini,” ujarnya, kemarin (11/9).

Ia menjelaskan, sebagai media pemerintah, RRI sejauh ini terus berupaya mencegah paham radikalisme masuk ke Bumi Paguntaka. RRI memasukkan unsur budaya daerah agar masyarakat tetap menjaga Bhineka Tunggal Ika.

“Jadi kami memang memiliki strategi dan RRI memang harus netral. Makanya kami di dalam menentukan pilihan-pilihan materi siaran itu senantiasa mempertimbangkan penyajian yang membuat jiwa nasionalis pendengar tetap terjaga,” tuturnya.

Ketua FKUB Muda Moh. Ilham Agang, mengungkapkan, dialog tentunya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Untuk dialognya sangat luar biasa. Kami sangat berterima kasih sudah diundang oleh RRI Tarakan, untuk berdialog mengenai toleransi. Dan kebetulan ini begitu pas dengan kami di FKUB Muda. Berbicara mengenai toleransi kan juga sudah sering kami bahas. Mungkin ke depan dengan waktu yang lebih panjang,” tukasnya.

Keistimewaan yang dimiliki Kaltara sebagai provinsi paling toleran dalam perbedaan. Menurutnya, seharusnya hal ini menjadi motivasi khusus bagi warga perbatasan dalam meningkatkan toleransi.

“Untuk di Kaltara sendiri kita sudah mendapat penghargaan sebagai provinsi paling toleran dalam pemilu kemarin. Menurut saya itu yang terus kita pertahankan. Karena inilah keistimewaan provinsi kita ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kaltara Brigjen TNI Rudi Supriyanto mengungkapkan, menurutnya kekuatan utama Indonesia berada pada persatuan masyarakatnya. Hal tersebut dibuktikan dengan sulit para penjajah masuk, sebelum menerapkan strategi pecah belah. Sehingga menurutnya, strategi tersebut mungkin sedang diterapkan bangsa asing, untuk kembali menguasai sumber daya alam Indonesia.

"Sebenarnya, pusat kekuatan kita bukanlah pada alutista, namun persatuan. Jadi manakalah saya menemukan target untuk melemahkan musuh. Semisal dalam dalam misi peperangan, saya akan cari tahu dulu pusat kekuatan lawan apa. Setelah tahu, pusat inilah yang akan saya bidik untuk melemahkan musuh. Dan inilah yang terjadi saat ini, pusat kekuatan Indonesia ialah persatuan masyarakatnya, sehingga persatuan inilah yang menjadi sasaran bangsa lain untuk melemahkan kita," ujarnya

Selain itu, menurutnya hadirnya kelompok-kelompok dengan ideologi berbeda juga merupakan upaya untuk melemahkan bangsa. Hal tersebut terbukti dari hadir beberapa kelompok yang saat ini sudah berhasil membuat beberapa konflik. Meski demikian, menurutnya hal tersebut masih dapat diatasi. Meski demikian, ia menjelaskan jika masyarakat masih apatis terhadap hal tersebut. Maka kelompok tersebut berpotensi berkembang pesat.

Kemudian ada kelompok-kelompok yang mempunyai arah ideologi yang berbeda. Selain itu, ia menjelaskan saat ini Indonesia sedang mempersiapkan menghadapi bonus demografi. Menurutnya, jika saat ini Indonesia masih berkutat pada hal intoleransi. Sehingga menurutnya Indonesia perlu keluar dari permaslaahan tersebut agar nantinya dapat meminimalisir terjadinya masalah baru.

"Kemudian nanti kita juga akan menghadapi bonus demografi, antara 2020 sampai 2035. Jepang pernah hancur kemudian ia bisa bangkit dalam waktu singkat karena ia sudah menghitung bonus demografinya. Sehingga anak-anak kecil sudah disiapkan untuk menuju bonus demografi. Sehingga pada saat ia dewasa, pemerintah sudah siap memberi lapangan pekerjaan," ungkapnya.

Ia menuturkan, pemerintah Indonesia harus belajar dari negara lain dalam mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi. Karena menurutnya beberapa negara lain telah terbukti keluar dari ancaman bonus demografi melalui persiapan yang matang.

"Kita juga nanti akan memasuki bonus demografi itu. Kalau sekarang kita sudah porak-poranda. Berarti kita tidak bisa mempersiapkan bonus demografi itu. Sehingga mungkin kalau bahasakan bolanya lepas. Yang harusnya kita bisa mempersiapkan diri, namun kita masih disibukkan dengan masih memperjuangkan toleransi,” jelasnya.

RRI Luncurkan Program ‘Kentongan’

Selain melakukan dialog, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) akan luncurkan Program Tanggap Bencana ‘Kentongan’. Program tersebut menempatkan RRI sebagai satu-satunya lembaga penyiaran Tanggap Bencana di Indonesia.

Kepala Stasiun LPP RRI Tarakan, Dra. Umi Iryani MM mengatakan, program tersebut bertujuan untuk memberikan pendidikan dan edukasi terhadap bencana kepada masyarakat. “Kami sudah melakukan berbagai sosisalisasi dan hari ini (kemarib, Red) kami melakukan penandatangan MoU dengan BMKG Tarakan,” ungkapnya.

Menurutnya, BMKG merupakan salah satu instansi penting dalam mewaspadai dan menyikapi bencana. Nantinya pihaknya bersama dengan BMKG dan BPBD, akan dilakukan simulasi terhadap program kentongan. Simulasi itu diharapkan bisa memberikan edukasi dan pertolongan kepada masyarakat apabila menghadapi bencana.

“Saat melakukan simulasi nanti kami akan berkoordinasi dengan camat, polsek dan semua organisasi,” tuturnya.

Selain akan meluncurkan program kentongan secara nasional, RRI Tarakan juga nantinya akan meluncurkan program lokal yaitu ‘dendang benuanta’. Nanti tiga stasiun di RRI Kaltara yaitu Tarakan, Nunukan dan Malinau akan menyuarakan kesenian dan lagu asli Kalimantan.

Tepat di 74 tahun RRI berkiprah di Indonesia, dirinya menegaskan RRI tetap akan menganut prinsip pemberitaan yang benar dan mengarah jurnalisme damai. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi dan melawan kabar hoaks yang makin hari makin meresahkan.

“Sehingga setiap orang yang mendengarkan berita dari RRI, bukan kemudian cenderung seperti baru saja bertemu dengan seorang provokator. Jadi orang yang mendengarkan berita RRI itu, tahu tetapi tidak marah,” imbuh Umi.

Dirinya menegaskan, keberadaan RRI Tarakan yang berada di wilayah perbatasan, memiliki peran yang sangat besar. Dirinya menginginkan RRI bisa membawa citra Indonesia ke masyarakat perbatasan. Apalagi pihaknya memiliki strategi kebudayaan dan pendidikan dalam pemberitaan.

“Tapi yang jelas, nasionalisme kebanggaan sebagai bangsa dan informasi yang benar itu yang kami bawa,” bebernnya.

Dengan itu, masyarakat di perbatasan masih memiliki rasa kebanggaan sudah menjadi bagian dari Indonesia. Kemudian tidak terpapar dengan budaya dari luar. “Jadi warga perbatasan itu jangan ke lain hati dan tetap melihat ke negeri kita sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Tarakan Khairul menambahkan, RRI harus bisa menjadi media yang mempersatukan bangsa Indonesia. Lantaran RRI dianggap bisa menjangkau para pendengar radio hingga ke pelosok-pelosok. Dengan terobosan yang sudah dilakukan oleh RRI di era modern ini, turut diapresiasi oleh Khairul. Salah satunya masyarakat bisa mendengarkan RRI dengan men-download RRI Play Go.

“Jadi yang tadinya pendengaran radio, sekarang orang lebih suka dengan sambil nonton,” imbuhnya.

Ditambahkannya, RRI juga harus menjadi media yang bisa berafiliasi terhadap pemerintah. Sehingga peran RRI dapat bisa menangkal terhadap berita hoaks yang sudah menjamur. RRI juga bisa menjadi media pengimbang terhadap berita hoaks. “Oleh karena itu sebagai komitmen RRI untuk menjaga dan memberikan berita yang benar dan berimbang itu sangat diperlukan sekali,” pungkasnya.  (*/zac/zar/lim/eza)


BACA JUGA

Minggu, 15 September 2019 01:06

Maklumat Kapolda, Bakar Lahan Terancam Pasal Berlapis

KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) telah mengeluarkan maklumat…

Minggu, 15 September 2019 01:00

APA MAKSUD INI...?? Beredar Spanduk Mantan Bupati Enrekang, Mau Maju Pilgub Kaltara?

 TOKOH lain yang juga menjadi pembicaraan di tengah masyarakat adalah…

Sabtu, 14 September 2019 09:58

Kaltara Juga Diselimuti Kabut Asap, Titik Api Terbanyak di Bulungan

DAMPAK kebakaran lahan yang terjadi di beberapa wilayah hingga ke…

Sabtu, 14 September 2019 09:29

Berawal dari Patungan, hingga Sukses Mencapai Omzet Rp 30 Juta

Roda kehidupan benar adanya. Terkadang status manusia di titik terendah,…

Sabtu, 14 September 2019 09:05

Bagan Roboh, Yunus Ditemukan Selamat, Satu Orang Hilang

TARAKAN - Salah satu warga Pantai Amal yaitu Irhandayani (33)…

Sabtu, 14 September 2019 08:23

Fokus Peningkatan Kebutuhan Dasar Masyarakat

Partai Besutan Megawati Soekarno Putri Presiden ke-5 Repulik Indonesia mencatatkan…

Jumat, 13 September 2019 14:29

Pesan Wakil Ketua BPK, Fasilitas Baru Dipelihara

TARAKAN - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) …

Jumat, 13 September 2019 12:05

Warga Amal Butuh Bak Sampah

TARAKAN - Belum tersentuhnya program Sampah Semesta di RT 14…

Jumat, 13 September 2019 11:34

Kantor BPK Diresmikan, Bupati Ucapkan Selamat

TARAKAN – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si turut hadir…

Jumat, 13 September 2019 11:11

Undunsyah Optimistis Maju di Pilgub

TARAKAN – Bupati Tana Tidung Dr. H. Undunsyah, M.Si, memastikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*