MANAGED BY:
JUMAT
15 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 11 September 2019 10:28
Deportasi WNI Dari Malaysia
Disdukcapil Flores Timur Jemput Bola

Proses Adminduk PMI yang Dideportasi

DIUSIR: Sebagian WNI yang dideportasi dari Sabah, Malaysia merupakan warga Flores Timur.

PROKAL.CO, NUNUKAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Flores Timur, serius menangani warganya yang ada di Kabupaten Nunukan. Termasuk warga yang dideportasi pun ikut didata.

Kepala Disdukcapil Flores Timur, Marianus Nobowaton mengatakan, hampir sepekan berada di Nunukan dan terus berupaya melakukan pelayanan terhadap warga yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan (adminduk).

“Masih terus melakukan pendataan bagi warga Flores Timur, bahkan yang telah dideportasi pun ikut didata,” kata Marianus.

Pada Jumat lalu, sempat mendatangi Rusunawa yang menjadi tempat penampungan pekerja buruh migran (PMI) yang dideportasi pemerintah Malaysia. Upaya itu dilakukan untuk memberikan pelayanan dokumen kependudukan bagi warga Flores Timur yang baru saja dipulangkan dari Sabah, Malaysia.

Menurutnya, sangat banyak warga Flores Timur yang sekarang berdomisili di Kabupaten Nunukan belum memiliki dokumen kependudukan yang lengkap, apalagi yang dideportasi dari Sabah Malaysia. Sehingga perlu dibantu untuk kepemilikan dokumen.

Banyaknya warga yang berasal dari Flores Timur tentu sebagian besar belum memindahkan dokumen kependudukannya ke Kabupaten Nunukan. Sebagian besar warga Flores Timur yang tinggal di Nunukan ini memiliki e-KTP Flores Timur, sehingga harus dipindahkan dari Flores Timur ke Kabupaten Nunukan.

“Kami keluarkan surat keterangan pindah, kemudian Disdukcapil Nunukan mengambil  datanya dan dipindahkan menjadi warga Kabupaten Nunukan,” ujarnya.

Dalam proses pendataan terdapat hambatan seperti proses pemindahan data. Karena ada data warga Flores Timur yang belum masuk, kemudian dalam menginput data harus diperiksa data orang tua. Karena pintu masuk dalam pengurusan sebuah dokumen kependudukan harus melalui kartu keluarga dulu. Jika sudah jelas baru kemudian diproses.

Masalah lainnya ketika mereka dari Flores ke Malaysia dengan tidak membawa dokumen yang lengkap, seperti mereka yang dideportasi. Namun tetap dilayani karena sudah kewajiban. “Saya sudah arahkan warga Flores Timur, untuk ke depannya harus ikut prosedur yang ada, harus berpikir positif bahwa yang pemerintah lakukan ini untuk kebaikan semua,” jelasnya. “Kemudian bagi mereka yang lahir di Malaysia diminta data dokumen orang tuanya dengan cukup memperlihatkan kartu keluarganya lalu kirim lewat Whatsapp atau media lain agar dapat dicocokkan dan input,” pungkasnya. (nal/ana)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*