MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 11 September 2019 10:07
JKN KIS BPJS Kesehatan
Memetik Cerita Perjuangan Kader JKN dari Rumah ke Rumah

Mengingatkan Tunggakan, Malah Dibentak hingga Diusir

PEJUANG KADER: Seorang kader JKN, Suriani (baju merah) saat menjelaskan kepada salah seorang peserta BPJS untuk menunaikan iurannya, Senin (9/9).

PROKAL.CO, Termasuk orang yang suka bekerja di lapangan, membuat Suriani bergabung sebagai Kader JKN pada 2016 lalu. Wanita berhijab ini termasuk tipe orang yang suka bersosialisasi, hingga blusukan-blusukan.

 

—LISAWAN YOSEPH LOBO—

 

KESEHARIANNYA berkeliling, dari rumah ke rumah lengkap dengan tas ranselnya. Inilah rutinitas Suriani, edukasi sekaligus menyampaikan tunggakan iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Bukan pekerjaan gampang, apalagi menyenangkan. Tapi dijalaninya dengan semangat. Wanita berusia 46 tahun itu mendatangi satu per satu peserta BPJS yang menunggak. Dari RT ke RT, dari rumah ke rumah.

Senin (9/9) pagi, ia ada janji dengan seorang peserta BPJS yang menunggak. Bertemu di kediaman ketua RT 09, Kelurahan Lingkas Ujung. Untungnya peserta kelas 3 ini berniat melunasi tunggakannya. Nominalnya Rp 561 ribu, menunggak selama 22 bulan. Sebagai warga kurang mampu, angka ini cukup besar bagi peserta tersebut.

Dengan jelas dan sabar Suriani menjelaskan ke peserta JKN-KIS tersebut. Sebenarnya keluarga ini penerima bantuan iuran (PBI), tetapi satu anggota keluarga tidak terdaftar. Inginnya dialihkan ke PBI.

“Ibu Novi ini sudah kami konfirmasi ke ketua RT, dan benar tidak mampu. Ada 5 peserta, tapi 1 peserta tidak terdaftar dan itu yang menunggak. Saya bisa bantu karena ada kuotanya bisa dialihkan ke APBD atau APBN. Kami juga tidak bisa langsung alihkan begitu saja, tapi ada prosesnya,” kata wanita kelahiran Tolitoli 15 Juli 1973.

Masih di Lingkas Ujung, lain halnya dengan perserta kelas 1 dengan tunggakan 22 bulan, senilai Rp 10.560.000. Saat dihubungi, nomor telepon peserta justru tidak aktif. Tunggakan ini paling besar yang harus diselesaikannya.

“Tadi sudah janjian dengan ini bapak, tapi nomor handphone-nya tidak aktif lagi. Ini tunggakan yang paling besar, peserta kelas 1 dengan jumlah 6 orang totalnya Rp 10.560.000, yang harus dibayar,” katanya melanjutkan.

Ternyata bukan kali ini saja ia dihadapkan pada janji palsu, alias pemberi harapan palsu (PHP). Jatuh bangun ia menghadapi karakter peserta BPJS. Dari yang tidak mengaktifkan nomor telepon, tidak mengangkat telepon hingga mengaku tidak berada di Tarakan.

Sudah 3 tahun menjadi kader JKN, banyak suka dan duka dilalui ibu dari empat orang anak ini. Tidak selalu mulus, jalannya berliku-liku. Datang dengan maksud baik, belum tentu disambut baik oleh tuan rumah.

Beberapa daerah masih terekam jelas di ingatannya. Seperti di RT 12, Kelurahan Juata Laut. Tidak hanya dibentak, tapi diusir oleh tuan rumah. Maklum, sudah beberapa kali ia ke rumah peserta yang menunggak, tapi iuran tunggakan tidak diselesaikan. Bukannya dibayar, justru diperlakukan seperti tamu tidak diundang.

“Di situ saya dibentak, diusir. Katanya keluar kau, keluar kau. Ada juga yang bilang, saya tidak mau (bayar), ibu pergi saja,” katanya mencontohkan perlakuan peserta tersebut.

Adapula yang tidak ingin menandatangani kertas yang disodorkannya. Konon, tanda tangan peserta tunggakan yang dikunjungi salah satu bukti ia bekerja dan berhasil edukasi. Tapi tidak semudah itu untuk mendapatkannya. Bahkan ada peserta yang tidak bersedia tanda tangan, justru ingin memberinya sejumlah uang sebagai bayaran dari tanda tangan itu.

“Saya bilang tanda tangan itu bukti bahwa saya sudah bekerja dan menemui bapak. Saya sudah edukasi, sudah menyampaikan. Kalau saya minta tanda tangan RT, artinya saya tidak ada edukasi ke pesertanya langsung karena tidak ada tanda tangannya. Malah ada yang bilang, biar saya bayar. Tapi saya bilang, mohon maaf saya tidak bekerja untuk bapak. Karena memang dari tanda tangan ini, kita ada istilahnya fee atas kinerja kita, Rp 3.500,” bebernya.

Pernah juga ia mendengar omelan tuan rumah selama sejam. Belum lagi tuan rumah memukul meja, membanting pintu. Semua diterimanya, mencoba sabar dan menenangkan tuan rumah.

“Tapi kalau ada yang kelewatan, saya ketus juga. Ada juga yang bilang, BPJS itu haram, BPJS itu menyusahkan rakyat. Jadi saya jelaskan lagi, BPJS itu bersifat gotong royong dan sebagainya,” katanya.

Lantas apa sebenarnya alasan peserta BPJS ini menunggak hingga berjuta-juta? Rerata alasannya mulai dari perihal pelayanan kesehatan, permasalahan jaringan saat membayar, dan didaftarkan oleh orang lain sehingga tidak mengetahui informasi BPJS ini.

“Kalau dia bilang karena masalah jaringan, pasti dia bayar. Tapi kalau dia bilang karena pelayanan, tidak segampang itu dia mau lunasi. Jadi saya bilang, BPJS itu hanya penyelenggara. Kalau terkait pelayanan, ada bukti tolong laporkan ke BPJS, nanti ditindaklanjuti,” ucapnya.

Ada 7 kader JKN yang ditempatkan di Kota Tarakan ini. Tapi wilayah kerja Suriani yang paling luas. Mulai dari Kelurahan Juata Laut, Juata Kerikil, Juata Permai, Lingkas Ujung, Gunung Lingkas, Mamburungan, Mamburungan Timur, Kampung Empat, Kampung Enam, dan Pantai Amal.

“Di Karang Anyar ada 2 kader, yaitu Ibu Nursyam dan Ibu Ramadani. Karang Anyar Pantai ada Ibu Suharyanti, Selumit Pantai Ibu Marlina, Selumit dan Sebengkok Ibu Siti Jamila, Pamusian dan Kampung Satu/Skip ada ibu Herliana Lian. Saya yang paling luas wilayahnya, karena saya yang minta,” jelasnya.

Bukan main-main, total tunggakan dari wilayah kerjanya berkisar Rp 5 miliar. Konon total tunggakan yang harus dikejar kader-kader ini hingga belasan miliar se-Kota Tarakan, tapi belum semuanya terjangkau.

“Di Juata Laut sekitar Rp 1,4 miliar, Juata Kerikil sekitar Rp 700 juta, Juata Permai sekitar Rp 300 juta, Gunung Lingkas Rp 700 juta, Kampung Enam sekitar Rp 300 juta, Kampung Empat sekitar Rp 400 juta, dan yang paling besar di Lingkas Ujung sekitar Rp 1,6 miliar. Belum lagi yang dari teman-teman, dan tunggakan di Tarakan belum terkaver semua oleh kader,” bebernya.

Lantas bagaimana dengan peserta menunggak yang tidak mampu melunasi? Mengingat iurannya terus berjalan, biasanya ia menyarankan peserta menunggak untuk menabung sendiri. Dalam hal ini pun, BPJS bermitra dengan beberapa bank.

“Tapi 2018 banyak yang tunai, bahkan saya pernah berhasil mengumpulkan Rp 48 juta iuran yang dibayar peserta. Di Juata Laut, Lingkas Ujung pernah sekitar Rp 28 juta. Sebenarnya yang tunggakan ini tidak besar juga, itu saja yang paling besar tadi yang Rp 10.560.000,” katanya.

Meski ditolak beberapa kali, tidak menghentikan langkah Suriani. Ia sadar benar, inilah konsekuensi dari pekerjaannya. (***/bersambung/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 09:34

Rogoh Kocek hingga Rp 400-an Ribu tiap Bulan

TARAKAN - Embung Binalatung yang terletak di Kampung Satu Skip,…

Sabtu, 21 September 2019 09:26

Ketua HIPMI Tertarik Pilgub Kaltara?

TARAKAN - Dari 13 figur yang mengambil formulir pendaftaran calon…

Sabtu, 21 September 2019 09:17

Malam Ini, Babak Penyisihan Tarakan Timur

TARAKAN – Babak penyisihan Lomba Domino Piala Irianto di Kecamatan…

Sabtu, 21 September 2019 08:35

Budi Daya Rumput Laut Sudah Langgar Batas Negara

TARAKAN- Wilayah budi daya rumput laut yang masih ditemukan di…

Sabtu, 21 September 2019 08:20

Sulap Lingkungan RT Menjadi Wadah Pendidikan

SEIRING berkembangnya zaman, kecanggihan tekonolgi tidak dapat dihindari. Tapi tergantung…

Jumat, 20 September 2019 09:33

BREAKING NEWS! Pipa Gas Bocor Keluar Api

TARAKAN - Warga sekitar RT 1 Kelurahan Gunung Lingkas dihebohkan,…

Jumat, 20 September 2019 09:29

45 Titik Panas Terpantau

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari belakangan berdampak pada…

Jumat, 20 September 2019 09:20

Langkah Andi Akbar Tergantung Mertua

TARAKAN – Kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dari Nunukan,…

Jumat, 20 September 2019 09:10

Gadai Sertifikat Tanah demi Pra PON

TARAKAN – Cabang olahraga panahan Kalimantan Utara (Kaltara) tertatih-tatih mengikutsertakan…

Jumat, 20 September 2019 08:58

Peserta per Kecamatan Dibatasi 260 Orang

TARAKAN – Babak penyisihan Lomba Domino Piala Irianto di Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*