MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 10 September 2019 11:06
Petani Berinovasi
Tekan Impor, Petani Dituntut Berinovasi

Gubernur Beli Akar Bajakah

POTENSI PERTANINAN: Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie mencicipi hasil pertanian yang ada di stan Kabupaten Malinau.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sebagai negara agraris, Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan pangan secara menyeluruh, bahkan masih bergantung dengan impor.

Itu disampaikan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Ir. H. Irianto Lambrie dalam pembukaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke II tingkat Provinsi Kaltara, Senin (9/9).

Bahkan setiap tahun kebutuhan impor pangan terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan penduduk dan peningkatan konsumsi masyarakat. Mantan Sekprov Kaltim itu mengajak para petani dan masyarakat untuk terus memanfaatkan potensi pangan yang ada di daerah dan tidak terpaku pada satu produk.

“Kita juga harus melakukan diversifikasi pangan serta memanfaatkan teknologi yang ada serta terus berinovasi,” kata Irianto kepada Radar Kaltara kemarin.

Secara daya saing, petani masih di bawah petani Tiongkok, Korea dan Jepang. Oleh karena itu penting bagi petani untuk mencari informasi untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Khususnya pada bidang pertanian. “Disiplin, ketekukan, dan inovasi merupakan kunci agar petani Indonesia bisa maju,” ujarnya.

Di Jepang, walaupun lahan pertanian terbatas. Namun petani Jepang mampu mengembangkan teknik pertanian yang maju. Tentu semua itu tidak lepas dari kedisiplinan petani dalam memanfaatkan waktu.

“Jadi saya berharap melalui Peda KTNA ini dapat memberikan semangat kepada petani dan dapat terus berinovasi. Petani di luar sana sudah banyak yang berorientasi ekspor, sementara kita sekarang ini masih pada kebutuhan sendiri,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, sambung Irianto, akan terus berupaya membantu pengembangan pertanian. Hal itu tentu untuk dapat mencapai Kaltara yang swasembada pangan.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Andi Santiaji mengatakan, selain pameran, dalam kegiatan ini juga akan ada semacam bimbingan teknis (bimtek) tumpang sari. “Dalam kegiatan ini juga akan ada narasumber yang siap memberikan materi kepada petani-nelayan di Kaltara,” kata Andi.

Petani, jelas Andi, memiliki peranan penting dalam kemajuan banga dan negara. Sebab, secara universal pertaninan menjadi sumber bagi kehidupan manusia. “Negara dan bangsa kuat dapat diwujudkan jika didukung oleh pertanian yang kuat dan tangguh,” ujar Andi.

Di Kaltara, potensi pertanian cukup besar. Oleh karena itu perlu ada perhatian dari semua pihak untuk mengembangkan potensi tersebut.

Sebagai informasi, usai membuka kegiatan Peda KTNA ke II, Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie dan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, H. Udin Hianggio beserta seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara menyempatkan diri untuk menyambangi stan dan menikmati hasil pertaninan.

Bahkan Gubernur juga sempat mampir di stan yang menjual akar bajakah dan konon berkhasiat menyembuhkan penyakit kanker. Rasa penasaran Gubernur saat itu tampak semakin memuncak saat dirinya yang kala itu dapat melihat lebih dekat tumbuhan sejenis akar tersebut. Apalagi, dengan dikemas secara rapi ke dalam plastik mika. Sehingga saat itu tanpa ragu Gubernur langsung membelinya.

“Ini akar bajakah yang viral itu ya,” ungkap Gubernur sembari memegang plastik mika yang berisikan tumbuhan bajakah.

Akhirnya, setelah mendapatkan penjelasan sedikit dari pemilik stan dan para stafnya yang saat itu ikut dalam rombongan, Gubernur turut membelinya. “Saya belinya,” ucapnya seraya meminta ajudannya untuk membawanya.

Sementara, seperti diketahui bahwa viralnya akar bajakah itu yakni setelah siswa karya ilmiah SMA Negeri 2 Palangkaraya menyebutkan jika obat khas Dayak tersebut dapat menyembuhkan sakit kanker payudara.

Alhasil, medali emas pun berhasil diraihnya di Korea Selatan hingga membuatnya terkenal. Dan berangkat dari situ hingga kini akar bajakah terus menjadi pemburuan masyarakat. Khususnya mereka yang penasaran akan khasiatnya. Bahkan, belakangan ini juga akar Bajakah itu sudah dijual. Tak hanya di pasar-pasar tradisional. Melainkan di media sosial (medsos) pun ramai dipromosikan. (*/jai/omg/eza)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 13:55

Jadi Pasangan Irianto, Sudjati: Belum Bisa Pastikan

TANJUNG SELOR - Peta politik di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga…

Jumat, 13 Desember 2019 13:53

Kemendes PDTT: Jangan Diperjualbelikan

TANJUNG SELOR – Sebanyak 7.021 sertifikat lahan transmigrasi diserahkan secara…

Jumat, 13 Desember 2019 13:51

Tak Tertib Administrasi, Kelapa Sawit Diekspor Ilegal

TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi…

Jumat, 13 Desember 2019 13:49

Ratusan Pencandu Narkoba Direhabilitas BNNP

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan rehabilitasi terhadap klien pencandu narkotika, psikotropika,…

Jumat, 13 Desember 2019 13:38

5.567 Berkas CPNS Terverifikasi Online

TANJUNG SELOR - Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di…

Kamis, 12 Desember 2019 11:47

Eks Koruptor Harus Jeda 5 Tahun

MAHKAMAH Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan judicial review (peninjauan kembali) atas…

Kamis, 12 Desember 2019 11:29

Penggunaan Dana Desa Harus Transparan

TANJUNG SELOR - Direktur Jendral (Ditjen) Pengambangan Kawasan Transmigrasi (PK…

Kamis, 12 Desember 2019 11:23

Minim Anggaran, Jalan Longsor Tak Tersentuh Perbaikan

TANJUNG SELOR - Tanah longsor yang terjadi di jalan poros…

Kamis, 12 Desember 2019 11:19

Pilkada 2020, Waspada Politisasi Agama

TANJUNG SELOR - Setiap daerah pasti memiliki kerawanan dalam pelaksanaan…

Rabu, 11 Desember 2019 12:08

Dua Ribu Usulan Beasiswa Berpotensi Tidak Terakomodir

TANJUNG SELOR - Proposal bantuan pendidikan berupa Beasiswa Kaltara Cerdas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.