MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 10 September 2019 11:06
Petani Berinovasi
Tekan Impor, Petani Dituntut Berinovasi

Gubernur Beli Akar Bajakah

POTENSI PERTANINAN: Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie mencicipi hasil pertanian yang ada di stan Kabupaten Malinau.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sebagai negara agraris, Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan pangan secara menyeluruh, bahkan masih bergantung dengan impor.

Itu disampaikan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Ir. H. Irianto Lambrie dalam pembukaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke II tingkat Provinsi Kaltara, Senin (9/9).

Bahkan setiap tahun kebutuhan impor pangan terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan penduduk dan peningkatan konsumsi masyarakat. Mantan Sekprov Kaltim itu mengajak para petani dan masyarakat untuk terus memanfaatkan potensi pangan yang ada di daerah dan tidak terpaku pada satu produk.

“Kita juga harus melakukan diversifikasi pangan serta memanfaatkan teknologi yang ada serta terus berinovasi,” kata Irianto kepada Radar Kaltara kemarin.

Secara daya saing, petani masih di bawah petani Tiongkok, Korea dan Jepang. Oleh karena itu penting bagi petani untuk mencari informasi untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Khususnya pada bidang pertanian. “Disiplin, ketekukan, dan inovasi merupakan kunci agar petani Indonesia bisa maju,” ujarnya.

Di Jepang, walaupun lahan pertanian terbatas. Namun petani Jepang mampu mengembangkan teknik pertanian yang maju. Tentu semua itu tidak lepas dari kedisiplinan petani dalam memanfaatkan waktu.

“Jadi saya berharap melalui Peda KTNA ini dapat memberikan semangat kepada petani dan dapat terus berinovasi. Petani di luar sana sudah banyak yang berorientasi ekspor, sementara kita sekarang ini masih pada kebutuhan sendiri,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, sambung Irianto, akan terus berupaya membantu pengembangan pertanian. Hal itu tentu untuk dapat mencapai Kaltara yang swasembada pangan.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Andi Santiaji mengatakan, selain pameran, dalam kegiatan ini juga akan ada semacam bimbingan teknis (bimtek) tumpang sari. “Dalam kegiatan ini juga akan ada narasumber yang siap memberikan materi kepada petani-nelayan di Kaltara,” kata Andi.

Petani, jelas Andi, memiliki peranan penting dalam kemajuan banga dan negara. Sebab, secara universal pertaninan menjadi sumber bagi kehidupan manusia. “Negara dan bangsa kuat dapat diwujudkan jika didukung oleh pertanian yang kuat dan tangguh,” ujar Andi.

Di Kaltara, potensi pertanian cukup besar. Oleh karena itu perlu ada perhatian dari semua pihak untuk mengembangkan potensi tersebut.

Sebagai informasi, usai membuka kegiatan Peda KTNA ke II, Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie dan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, H. Udin Hianggio beserta seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara menyempatkan diri untuk menyambangi stan dan menikmati hasil pertaninan.

Bahkan Gubernur juga sempat mampir di stan yang menjual akar bajakah dan konon berkhasiat menyembuhkan penyakit kanker. Rasa penasaran Gubernur saat itu tampak semakin memuncak saat dirinya yang kala itu dapat melihat lebih dekat tumbuhan sejenis akar tersebut. Apalagi, dengan dikemas secara rapi ke dalam plastik mika. Sehingga saat itu tanpa ragu Gubernur langsung membelinya.

“Ini akar bajakah yang viral itu ya,” ungkap Gubernur sembari memegang plastik mika yang berisikan tumbuhan bajakah.

Akhirnya, setelah mendapatkan penjelasan sedikit dari pemilik stan dan para stafnya yang saat itu ikut dalam rombongan, Gubernur turut membelinya. “Saya belinya,” ucapnya seraya meminta ajudannya untuk membawanya.

Sementara, seperti diketahui bahwa viralnya akar bajakah itu yakni setelah siswa karya ilmiah SMA Negeri 2 Palangkaraya menyebutkan jika obat khas Dayak tersebut dapat menyembuhkan sakit kanker payudara.

Alhasil, medali emas pun berhasil diraihnya di Korea Selatan hingga membuatnya terkenal. Dan berangkat dari situ hingga kini akar bajakah terus menjadi pemburuan masyarakat. Khususnya mereka yang penasaran akan khasiatnya. Bahkan, belakangan ini juga akar Bajakah itu sudah dijual. Tak hanya di pasar-pasar tradisional. Melainkan di media sosial (medsos) pun ramai dipromosikan. (*/jai/omg/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 09:25

KERASSSS...!! Ke KPU, DPRD Ingatkan Anggaran Jangan Dibuat Hura-Hura

TANJUNG SELOR – Meski anggaran pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada)…

Sabtu, 21 September 2019 09:22

SIAP-SIAP AJA..!! 2020, Kemarau Diprediksi Lebih Ekstrem

Titik Panas di Kaltara Pukul 18.00 WITA Jumat (20/9) Lokasi …

Sabtu, 21 September 2019 09:15

PK Ditolak, Bang Toyib Tetap Dihukum Mati

TANJUNG SELOR - Upaya Arman Sayuti alias Bang Toyib terpidana…

Sabtu, 21 September 2019 09:13

Pengguna Ijazah Palsu Divonis 4 Bulan

TANJUNG SELOR – Sidang pelanggaran pemilu yang melibatkan Samsul sebagai…

Jumat, 20 September 2019 09:02

Tak Ingin Dibohongi, PLN Diminta Komitmen

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Soal Sengketa Lahan di Lokasi Pertambangan, Perusahaan Sebut Lahan Sudah Klir

TANJUNG SELOR – Menyikapi keluhan masyarakat Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Unsur Pimpinan Definitif Segera Ditetapkan

TANJUNG SELOR – Unsur pimpinan definitif di Dewan Perwakilan Rakyat…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Penyelesaian Batas Wilayah Belum Rampung

TANJUNG SELOR – Sejak terbentuknya Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi…

Jumat, 20 September 2019 09:00

Maharajalila Diusulkan Jadi Nama Korem Kaltara

TANJUNG SELOR – Komando Resor Militer (Korem) Provinsi Kalimantan Utara…

Kamis, 19 September 2019 09:13

Kualitas Udara Baik, tapi Sekolah Kok Diliburkan?

TANJUNG SELOR – Berdasarkan pantauan  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*