MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 09 September 2019 14:15
TP PKK
Sedang Hamil dan Punya Anak Kecil Tak Menghalangi Pengabdian

Cerita di Balik Ping Yansen Terima Penghargaan Adhi Bhakti Madya (Bagian-4)

ZAMAN DULU: Ketua TP PKK Kabupaten Malinau Ping Yansen (kanan) saat menjabat Ketua TP PKK Kecamatan Mentarang mendampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bulungan Lenny RA Bessing kunjungan kerja di Kecamatan Mentarang.

PROKAL.CO, Menjadi seorang istri Camat dan menjabat sebagai Ketua TP PKK Kecamatan tentu beban dan tanggung jawab semakin besar. Hal itu pasti dibarengi dengan kesibukan luar biasa. Ping Yansen bisa menjalaninya walaupun saat itu sedang hamil dan punya anak kecil.

—AGUSSALAM SANIP—

Diketahui, baru beberapa bulan menikah Ping Yansen sudah mendapat amanah sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Mentarang pada tahun 1993. Saat itu, Kecamatan Mentarang masih masuk wilayah Kabupaten Bulungan sebelum adanya pemekaran Kabupaten Malinau.

Mulai saat itu, sebagai istri pejabat, ia mulai membiasakan diri mengatur waktu untuk keluarga, pekerjaan dan lainnya. Istri Dr. Yansen TP, M.Si ini mengaku berusaha sekuat tenaga agar semuanya bisa berjalan beriringan.

“Itu lebih kepada niat baik saya dalam bertugas mendampingi bapak dan bertugas sebagai kader PKK. Jadi mungkin itulah yang membuat ibu (dirinya) bisa mengatur waktu. Ibu berusaha sekuat-kuatnya untuk bisa membina rumah tangga dengan kesibukan yang ada,” akunya kepada pewarta yang menanyakan bagaimana bisa membagi waktu untuk keluarga dan tanggung jawab pekerjaan.

Diceritakannya, saat bertugas di Kecamatan Mentarang, anak sulungnya, Tipa Adiputra Yansen masih kecil. Waktu itu, kecamatannya ada kunjungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam hal ini Bupati. Dirinya sebagai Ketua TP PKK Kecamatan harus menyiapkan segala sesuatunya dan juga bersiap menyambut serta menerima kunjungan Ketua TP PKK Kabupaten.

“Waktu itu ada ibu Lenny (Istri Bupati Bulungan pada saat itu), nah anak kecil (Adi) saya ini tidak menjadi hambatan bagi saya. Pokoknya bagaimanalah cara saya bisa mengelola gerakan PKK menerima kunjungan ibu bupati dengan sambil mengurus anak juga,” kisahnya.

Kemudian, lanjutnya, sewaktu bertugas di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, saat itu sedang hamil dan melahirkan anak ketiganya, yaitu Xena Corpionela Triputri Yansen. Dengan tekad semangat yang kuat, dirinya yang juga merupakan seorang bidan, setiap ada kegiatan Posyandu anaknya pun dibawa ke Posyandu dan Puskesmas.

Untuk memaksimalkan waktu, ia bersama suami punya langkah-langkah yang dilakukan supaya anak-anaknya tetap terawat dan pekerjaan juga tetap jalan. “Sampai waktu itu kita buka TK/PAUD supaya Ocha (Rosalin Dwiputri Yansen) ini bisa sekolah dari pukul 07.30 sampai 09.30, lumayan dua jam bisa untuk kegiatan lain. Jadi saat itu bapak langsung buka TK, Ocha sekolah TK, saya bisa laksanakan tugas di Puskesmas,” bebernya.

Pada saat kunjungan istri bupati ke kecamatan, anak-anaknya pun ikut dibawa ke desa yang dikunjungi. Setelah acara selesai, sebutnya, ternyata istri Bupati Bulungan Kolonel RA Bessing saat itu yang sudah berada dalam speedboat melihatnya dan kaget bahwa dirinya ada punya anak bayi.

“Rupanya ibu Bessing ini tidak tahu bahwa saya punya anak kecil. Xena pada waktu itu masih bayi sekali. Begitu kami turun dari kampung, beliau sudah di speedboat. Oh ya ampun Ibu Yansen rupanya ada bayi kecil. Sini-sini kata beliau. Sini aja ikut kami. Kita kan naik longboat tuh, ibu bupati dan rombongan naik speedboat,” ungkapnya

Dengan pengalaman yang ada, menurutnya mau sedang hamil atau lagi punya anak kecil, bukan menjadi penghambat baginya untuk menjalankan tugas dan mengabdi kepada masyarakat. Sebab, rasa ingin mengabdi itu sudah terpatri dalam hati dan dirinya menganggap sudah menyatu betul dengan PKK. Oleh sebab itu, kata ibu dari Richard Armandoputra Yansen ini, jangan karena situasi seperti itu menghambat untuk mengabdi, karena tinggal bagaimana cara mengaturnya saja.

Kemudian, lanjutnya lagi, saat suaminya menjabat sebagai Sekretaris Daerah di Malinau, dirinya juga menjabat sebagai Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Malinau dan juga selalu memang ada ditugaskan untuk menangani kegiatan-kegiatan. Namun, dia sebagai kader PKK dengan senang hati menjalankannya.

“Mungkin bisa dilihat dokumentasi, saat perut dalam keadaan besar (hamil) pun hadir dan ikut bergerak di kegiatan PKK. Ya senang saja sih. Saya bilang sama anak-anak, dari dalam perut kalian sudah sering tampil loh,” ucapnya sambil tertawa mengenang. (bersambung/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers