MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 06 September 2019 13:38
Eceng Gondok
Pemprov Turunkan Alat Berat Bersihkan Eceng Gondok
AKAN DIKREASIKAN: Tumbuhan Eceng Gondok pasca dilakukan kerja bakti massal beberapa waktu lalu akan dijadikan bahan kerajinan tangan oleh pegiat lingkungan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Menindaklanjuti arahan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie terkait pembersihan eceng gondok di Sungai Selor dan Sungai Buaya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berencana menurunkan alat berat untuk membersihkan sungai sepanjang 3 kilometer (km) tersebut.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, H. Sanusi mengatakan, berkaitan dengan tindak lanjut dari arahan Gubernur tersebut beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan diundang untuk rapat.

“Insyaallah, dalam waktu dekat ini kita sudah bisa rapat. Paling lambat rapat dilaksanakan di hari Senin (9/9). Sebab kalau hari Jumat waktu mepet,” ungkap Sanusi kepada Radar Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/9).

Dalam rapat itu, akan ada beberapa poin yang dibahas, salah satunya mengenai penyusunan jadwal, karena tidak mungkin pembersihan dapat dilakukan secara rutin. “Kita kan punya kesibukan juga, jadi tidak bisa juga setiap hari dilakukan pembersihan, setidak-tidaknya dalam satu bulan itu satu atau dua kali pembersihan,” katanya.

Dikatakan, dalam proses pembersihan, akan ada dua konsep yang digunakan. Konsep pertama menurunkan alat berat. Konsep kedua pembersihan secara manual. Konsep menual, sungai itu akan dibagi kepada semua OPD termasuk juga masyarakat.

“Jadi kita akan buat kapling per OPD, kelurahan, masyarakat dan komunitas. Jadi setiap kaplingan itu ada kewajiban untuk menyelesaikan. Kalaupun harus melakukan pembersihan seperti sebelumnya tentu sangat sulit dilakukan, karena harus mengangkat eceng gondok ke darat, kalau kita biarkan eceng gondok hanyut tentu hal itu tidak akan menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Menyoal apakah nantinya akan ada target penyelesaian setiap OPD, Sanusi menjelaskan, untuk target sebenarnya Gubernur tidak memberikan target. Tatapi harapan dari Gubernur adanya rencana aksi, dan untuk melakukan itu tidak gampang. Persoalannya bukan hanya eceng gondok saja, karena melihat kondisi di lapangan ada beberapa titik yang sudah terjadi pendangkalan. “Itu juga yang akan kita fokuskan agar menata kembali sungai tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, kedua konsep yang sudah direncanakan itu harus terlebih dahulu dibahas di dalam rapat, termasuk menurunkan alat berat, apakah bisa menggunakan alat berat atau tidak. “Kita juga akan menurunkan ponton kecil di sungai itu,” bebernya.

Selain merencanakan pembersihan, pemprov juga berencana memanfaatkan eceng gondok sebagai pupuk dan kerajinan tangan seperti tas maupun kursi. Tapi semua itu akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan DLH. “Kalaupun ada komunitas yang ingin memanfaatkan eceng gondok sebagai kerajinan tangan silakan, tentu itu akan lebih baik,” bebernya.

Disinggung mengenai alokasi anggaran untuk pembersihan, Sanusi mengatakan, sampai saat ini memang tidak ada anggaran khusus untuk pembersihan. Tapi dalam arahan Gubernur, beliau mengarahkan kepada Setprov untuk mengakomodasi konsumsi.

“Tetapi saat ini kita akan melihat dahulu anggaran yang ada. Saya kira anggaran itu akan kita bicarakan, termasuk kalau seandainya pembersihan ini membutuhkan waktu yang cukup panjang dan hal itu akan kita bahas dengan Bappeda dan Litbang. Mangkanya di dalam rapat itu Bappeda dan Litbang akan diundang,” jelasnya.

Eceng Gondok Akan Dijadikan Barang Bernilai

Tumbuhan eceng gondok yang selama ini dianggap menjadi momok lantaran menjadi penyebab utama pendangkalan sebagian besar Sungai Selor dan Sungai Buaya.

Bahkan, terbaru hingga menyebabkan produksi air bersih di PDAM Kabupaten Bulungan menurun. Dan akhirnya berdampak bagi masyarakat. Khususnya yang ada di Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara) Tanjung Selor.

Ternyata, bagi pandangan para penggiat lingkungan. Hal itu justru menjadi suatu inovasi tersendiri. Pasalnya, dari tumbuhan Eceng Gondok tersebut sejatinya dapat dijadikan berbagai bahan kerajinan tangan. Sehingga tidak harus dibuang percuma begitu saja ke TPA (tempat pemprosesan akhir).

Tanti Nurhayati selaku penggiat lingkungan mengungkapkan, dari tumbuhan eceng gondok jika dikreasikan. Maka, menurutnya bisa menjadi anyaman seperti tas, tikar, ranjang dan lain sebagainya yang memiliki nilai cukup tinggi.

Artinya, di balik keberadaannya yang memang tak ditampik acap kali menjadi problematika di lingkungan dan masyarakat. Namun, jika ditelusuri lebih jauh akan tetap ada nilai–nilai positif di dalamnya. Tinggal bagaimana cara seseorang dalam menggali dari sebuah permasalahan tersebut.

“Ya, bagi kami penggiat lingkungan. Pasca kerja bakti lalu, Eceng Gondok itu tak harus dibuang begitu saja. Tapi, sebenarnya bisa menjadi bahan kerajinan tangan,” ungkapnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di kediamannya, Kamis (6/9).

Lanjutnya, pihaknya pun dalam hal ini sudah bertekad akan memulai mengkreasikan kerajinan tangan dari bahan Eceng Gondok itu sendiri. Tentunya, sebelumnya tetap mengharapkan peran serta masyarakat setempat dalam membantu mengolah bahannya.

“Eceng gondok ini sebelum kreasikan menjadi berbagai kerajinan tangan. Maka, wajib untuk dilakukan pengolahan. Yakni dengan cara dilakukan penjemuran pada batang eceng gondoknya,” ujar wanita berhijab yang akrab disapa Tanti ini.

Dan, lebih jauh dikatakannya, dalam proses pejemuran dengan panas matahari normal. Maka, setidaknya membutuhkan waktu sekira tiga hari baru dapat dilakukan pengolahan lanjutan. Karena dengan Eceng Gondok yang sudah mengering. Diketahui, itu akan dengan mudah dikreasikan sesuai inovasi yang ada.

“Dalam mengkreasikan eceng gondok ini sebenarnya tak cukup sulit. Ini tak ubahnya seperti bahan dari rotan, daun pandang ataupun koran. Hanya, prosesnya saja yang memang cukup lama harus dijemur sampai benar-benar kering dahulu,” kata wanita dengan sebutan ‘Ratu Sampah’ ini juga.

Ditambahkannya juga, pihaknya meyakini dengan tekad kuat menjadikan eceng gondok sebagai bahan utama kerajinan tangan ke depannya. Diklaim hasil atau kualitasnya jika benar terwujud akan lebih bagus dibandingkan kerajinan lainnya. Salah satunya dari koran bekas. “Bahan eceng gondok hingga menjadikan kerajinan seperti tas, keranjang dan tikar. Kualitasnya akan lebih bagus dari sekadar koran bekas,” ucapnya.

Di sisi lain, tak ditampik bilamana rencana itu akan sukses. Maka, kerajinan tangan dari enceng gondok itu pun dapat diekspor. Sebab, di beberapa wilayah lainnya sejatinya sudah cukup sering melakukan proses ekspor dari kerjajinan tangan berbagai Eceng Gondok itu sendiri.

“Tapi di sini, kita fokus dalam mengolah dan mengkreasikan agar benar-benar karyanya baik. Dan mengenai ekspor itu bisa saja dilakukan ke depannya,” tuturnya.

Tak sampai di situ, dikatakannya kembali, dari tangan–tangan kreatif itu nantinya. Maka, Eceng Gondok yang selama ini keberadaannya cukup luar biasa banyaknya. Seiring berjalannya waktu akan habis dengan sendirinya dan menjadi berbagai kerajinan tangan.

“Bahkan, menurut saya itu akan kurang. Itulah mengapa memang saya sarankan agar jangan dibuang begitu saja. Biar kami yang akan mengolahnya menjadi barang yang bernilai,” harapnya.

Senada dikatakan Agustryanti, penggiat lingkungan lainnya, yang mana dari eceng gondok itu memang benar dapat dikreasikan dan menjadi bahan kerajinan tangan yang bernilai. Pihaknya pun dalam hal ini menyatakan kesiapannya dalam membantu mengolah dan memberikan pengajaran terhadap masyarakat yang ingin bersama mengkreasikan eceng gondok.

“Eceng gondok ini menjadi alternatif bagus pengganti koran dalam membuat kerajinan tangan. Tapi, tetap melalui proses pengolahan yang benar,” ungkapnya.

Ditanya apakah benar kualitasnya akan jauh lebih baik ? wanita berhijab yang akrab disapa Yanti ini membenarkannya. Yang mana, hasil dari kerajinan eceng gondok memiliki kualitas yang cukup baik. Bahkan, jika sekalipun dikomersilkan itu sudah laik. “Dari eceng gondok ini selain indah, juga kualitasnya baik dan laik dikomersilkan,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya pun mengaku tak sabar dalam mengawalinya dalam pembuatan kerajinan tangan dari bahan eceng gondok. Oleh karenanya, saat ini pihaknya bersama para penggiat lingkungan lain terus berdiskusi dalam menjadikan eceng gondok menjadi barang yang bernilai. “Insyaallah dalam waktu dekat ini kita akan mengawalinya bersama,” bebernya. (*/jai/omg/eza)


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:41

Penyebaran Meluas, Pesan 1.000 Rapid Test

TANJUNG SELOR – Stok rapid test yang diterima Pemerintah Kabupaten…

Senin, 06 April 2020 14:40

Pembangunan Pasar Modern Masuk Tahap Akhir

TANJUNG SELOR - Ditengah pademi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Utara…

Senin, 06 April 2020 14:37

TPA Km 9 Segera Difungsikan

TANJUNG SELOR - Sempatmendapat tolakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan…

Senin, 06 April 2020 14:36

Personel Polri Dilarang Mudik

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara memastikan personel tidak…

Senin, 06 April 2020 13:13

Tingkat Hunian Turun, Hotel Tutup

TANJUNG SELOR - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di…

Senin, 06 April 2020 11:31

Bikin Heboh..!! Peta Zona Merah Covid-19 Tersebar, Begini Kata Kominfo

TANJUNG SELOR - Munculnya informasi yang beredar di mediasosial (medsos)…

Senin, 06 April 2020 11:26

Pemprov ‘Suntik’ Rp 20 Miliar

TANJUNG SELOR – Berbagai aktivitas di lingkungan pemerintahan jadi terhambat…

Senin, 06 April 2020 11:21

Disdukcapil Siapkan Rp 400 Juta untuk Alat Rekam Portabel

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui…

Jumat, 03 April 2020 12:35

Belum Siapkan Pemakaman Khusus untuk Pasien yang Meninggal karena Corona

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian memberikan…

Jumat, 03 April 2020 12:32

Polisi Bongkar Penjualan APD dengan Harga Tak Wajar

TANJUNG SELOR – Ada saja yang dilakukan PT DMS, penyedia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers