MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 05 September 2019 09:29
Sampah plastik
Gunakan Metode Penyulingan, Sampah Plastik Hasilkan Energi Sejenis BBM

Cara KSM Lestari Mengembangkan Potensi Sumber Energi Baru

HASIL PENGOLAHAN: Ketua KSM Lestari Paijan Nur Ely memperlihatkan hasil pengolahan dari sampah plastik menjadi sejenis minyak tanah, bensin dan solar.

PROKAL.CO, Berawal dari kepedulian akan lingkungan Tarakan yang banyak ditemukan sampah plastik, membuat Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Lestari yang diketuai Paijan Nur Ely berinisiatif membuat alat yang mampu mengolah sampah plastik menjadi sumber energi yang bisa dimanfaatkan.

—JANURIANSYAH—

PERMASALAHAN sampah di Kota Tarakan menjadi salah satu permasalahan yang hingga saat ini masih dicari solusi penyelesaiannya. Berdasarkan informasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hake Babu setidaknya setiap hari ada 130 ton sampah yang diangkut di kota yang memiliki penduduk sekitar 250 ribu jiwa tersebut.

“Setiap harinya ada 130 ton yang diangkut petugas masuk ke TPA, jumlah ini naik 5 ton dibandingkan tahun 2018 yang hanya 125 ton setiap harinya,” beber Kepala UPT TPA Hake Babu Abdul Muin.

Tingginya jumlah sampah di pulau yang memiliki luas 250,80 km² tersebut tentunya menjadi perhatian berbagai pihak. Salah satunya KSM Lestari yang diketuai oleh Paijan Nur Ely yang menilai perlu ada solusi dalam penanganan sampah di Kota Tarakan terutama sampah plastik yang perlu waktu lama untuk dapat terurai.

“Angka 130 ton dalam sehari ini tentu merupakan angka yang cukup tinggi, bagi kota yang berada di sebuah pulau yang dikelilingi lautan, terlebih sampah-sampah ini terutama sampah plastik menjadi persoalan serius karena keberadaannya dapat berdampak buruk bagi lingkungan, mengingat sampah plastik ini sendiri butuh waktu ratusan tahun untuk dapat diuraikan,” beber pria kelahiran Surabaya ini.

Atas dasar dampak yang ditimbulkan oleh sampah, terutama sampah plastik, membuat dirinya yang berada di KSM Lestari berinisiatif membuat sebuah alat inovatif yang dapat mengolah sampah plastik untuk menjadi hal bermafaat.

“Ide awal muncul membuat alat ini berawal dari ketika saya melihat sampah plastik yang mudah terbakar bila terkena api, selain itu ketika dibakar menghasilkan berupa uap yang pada saat itu saya menilai ada potensi sumber energi dari sampah plastik ini,” ungkap ayah dari empat orang anak ini.

Ide rencana pembuatan alat yang dapat mengolah sampah plastik muncul pada tahun 2008, namun baru terealisasi pada tahun 2013, penyebabnya tidak lain sulitnya mencari bahan stainless untuk pembuatan alat tersebut.

“Jadi sampah plastik yang sudah dikumpulkan oleh tiga anggota KSM, kita olah dengan menggunakan alat pengolahan sampah plastik, dengan menggunakan metode penyulingan alat ini menghasilkan sejenis solar, sejenis bensin dan sejenis minyak tanah,” ujar pria kelahiran 1962 ini.

Sebelum menghasilkan tiga sejenis BBM tersebut, sampah plastik dimasukkan ke dalam penampungan yang terbuat dari stainless. Setelah itu ditutup rapat dan dipanaskan hingga mencapai 300 derajat untuk melehkan sampah plastik hingga tidak tersisa.

“Pemanasan dilakukan sekitar 30 menit dengan panas mencapai 300 derajat, setelah keluar cairan dari penyulingan baru diturunkan sekitar 200 derajat hingga 100 derajat. Dalam sekali proses alat pengolahan ini bisa mengolah 15 kg sampah plastik, di mana nantinya dapat menghasilkan sekitar 15 liter sejenis solar, sejenis bensin dan sejenis minyak tanah,” ungkapnya.

Pria kelahiran bulan September ini menilai pengolahan sampah plastik menjadi tiga sejenis BBM merupakan salah satu solusi untuk move on dengan memanfaatkan potensi sumber energi baru. Mengingat sumber energi yang ada saat ini jumlahnya terbatas dan sewaktu-waktu bisa habis, sehingga perlu ada solusi sejak dini bagaimana mengatasi ketersediaan sumber energi ke depannya.

“Saya rasa, pengolahan sampah plastik menjadi sejenis BBM ini bisa menjadi solusi jangka panjang, bila ada pengolahan dengan kapasitas besar tentunya selain menghasilkan potensi sumber energi baru yang lebih banyak, juga dapat mengurangi sampah plastik yang saat ini sudah menjadi permasalahan lingkungan,” tuturnya.

Sejauh ini KSM yang berada di Jalan Gajah Mada, RT 04, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat ini sudah membantu masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan akan BBM. Pada tahun 2014 warga sekitar sempat berlangganan untuk membeli sejenis BBM yang dihasilkan.

“Tahun 2014 banyak yang memesan, terutama sejenis minyak tanah, karena pada saat itu belum masuk gas bumi, masyarakat kebanyakan menggunakan BBM jenis minyak tanah untuk memasak namun selalu kehabisan. Jadi pesannya kepada kami, untuk saat ini sudah kurang karena sudah ada gas bumi, tapi orang-orang yang mau ke tambak masih memesan kepada kami, untuk sejenis BBM lainnya yakni sejenis bensin digunakan untuk alat transportasi sehari-hari dan sejenis solar digunakan untuk mesin diesel, selain itu ada juga gas yang dihasilkan yang dapat digunakan untuk memasak,” ungkapnya.

Alat pengolahan sampah plastik menjadi sejenis BBM ini juga menjadi daya tarik salah satu mahasiswa Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2014 yang kebetulan saat itu sedang melakukan penelitian pengolahan sampah plastik.

“Mahasiswa ini merupakan tamu Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tarakan, saat melihat adanya alat yang sudah bisa mengolah sampah plastik menjadi sejenis BBM, mahasiswa ini tertarik untuk melihat prosesnya karena kebetulan memiliki penelitian yang sama,” bebernya.

Bahkan mahasiswa UI tersebut sempat tiga kali bolak-balik Jakarta ke Tarakan untuk melakukan penelitian dan berencana melakukan kerja sama untuk pembuatan alat yang sama di UI.

“Jadi dia mengajak kerja sama dengan saya, ketika alat hasil buatannya sudah jadi dan akan diuji di UI, mahasiswa ini mengundang saya untuk hadir di sana. Tentunya ini menjadi kebanggaan saya sendiri bahwa ada yang tertarik dengan alat ini,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan untuk membuat alat pengolahan sampah plastik menjadi sejenis BBM setidaknya dibutuhkan biaya Rp 40 juta. Saat ini untuk pembuatannya beberapa daerah sudah tertarik seperti Tanjung Selor dan Malinau.

“Pada dasarnya niat awal kita membuat alat ini untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang saat ini sudah menjadi sumber masalah bagi lingkungan, kita harapkan ke depan ada pihak-pihak yang bisa membantu dalam pengembangan alat ini,” jelasnya.

Selain mengembangkan alat pengolahan sampah plastik menjadi sejenis BBM, KSM Lestari juga membuat beberapa alat inovatif lainnya seperti alat pencacah sampah organik menjadi kompos curah, alat pembuat kompos cair, alat pembuat mol pembasmi lumut, alat penyulingan multi guna yakni tempurung kelapa diubah menjadi asap cair (biopestisida), alat pencetak bricket dari tempurung kelapa, alat pengurai serabut kelapa, alat pemisah buah terap dari bijinya. (jnr/eza)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…

Senin, 14 Oktober 2019 08:37

Kelas VIP Bertanding hingga Dini Hari

 TARAKAN – Sabtu (12/10) malam hingga Minggu (13/10) dini hari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*