MANAGED BY:
SELASA
02 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 04 September 2019 11:59
Abu Sayyaf Bergerak, Kapal Angkut Batu Bara Diminta Waspada

Lantamal XIII Terus Memantau

WASPADA: Danlantamal XIII Laksamana Pertama TNI Judijanto menunjukkan titik kerawanan perairan yang sering dilalui kelompok Abu Sayyaf melalui peta, Selasa (3/9).

PROKAL.CO, TARAKAN – Imbauan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Kinabalu, Malaysia agar nelayan Indonesia waspada terhadap kelompok Abu Sayyaf yang kembali beraksi telah diterima Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XIII Tarakan.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana Pertama TNI Judijanto menegaskan, kelompok separatis ini merupakan kelompok kecil dari Abu Sayyaf Group (ASG). Diketahui, beberapa waktu lalu ASG sudah dihancurkan oleh pemerintah Filipina. “Ini hanya kelompok kecil dan pecahan. Mereka ini hanya beroperasi di kepulauan antara Tawi-Tawi sampai ke arah utara,” ungkap Danlantamal, Selasa (3/9).

Pihaknya juga telah menindaklanjuti hal tersebut dengan menyampaikan kewaspadaan terhadap pengguna laut, yang berada di perbatasan Filipina dan Indonesia. Jadi kapal batu bara dari Kalimantan ke arah utara, diharapkan untuk berwaspada terhadap pergerakan dari kelompok kecil ASG ini. “Orientasi mereka ini lebih kepada kalau mereka membutuhkan kelangsungan hidup, jadi mereka membutuhkan makan. Sehingga mereka mau menculik dan merompak karena faktor ekonomi,” bebernya.

Pihaknya memastikan, para ASG yang bergerak ini memakai speedboat yang kecil dan menggunakan senjata laras panjang. Kemungkinan untuk mengincar kapal besar pun sangat kecil dan dirinya menilai para kelompok ini mengincar kapal-kapal nelayan. “Ini hanya sebatas warning saja, bahwa ada pergerakan, bukan berarti akan terjadi sesuatu. Kita diharapkan waspada berlayar di daerah itu,” ungkapnya.

Selain hanya sebatas peringatan, pria berpangkat bintang satu itu memastikan tidak ada kejadian luar biasa setelah surat edaran tersebut keluar. Untuk di perairan yang diwaspadai, didapati juga cukup padat dilewati kapal berbagai ukuran, setiap harinya.

“Kalau di wilayah Indonesia tidak ada target yang diraih dengan mudah. Malah yang dari kita ini kapal besar yang paling banyak. Bahkan yang perlu kita waspadai, nelayan kita yang sampai ke arah perbatasan,” tuturnya.

Meski adanya peringatan terhadap pergerakan ASG, pihaknya sudah menempatkan pengamanan seperti biasanya. Meski demikian, Lantamal XIII sudah meningkatkan kewaspadaan terhadap perairan yang berbatasan langsung dengan Filipina. Saat ini pihaknya juga intens berkomunikasi dengan Malaysia dan Filipina, melalui maritime competence center yang sudah dibentuk. “Kami berharap nelayan dan pengguna laut tidak takut, namun tetap waspada. Untuk di perairan kita masih tetap aman,” jelasnya.

Dalam surat pemberitahuan KJRI Kinabalu dengan Nomor 01077/PK/09/2019/10/03, dilaporkan anggota kelompok Abu Sayyaf  kembali melakukan pergerakan di sekitaran perairan Malaysia pada 30 Agustus lalu.

Diketahui, para kelompok separatis dari Filipina itu mengincar ABK kapal batu bara, tanker, nelayan dan kapal tarik udang.

Selain itu, dalam pemberitahuan surat tersebut juga dijelaskan terkait wilayah yang menjadi sasaran yakni di perairan Bakongan, Bahala, Sandakan, Mamiang, Tambisan dan Taganak.

Sementara itu, Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan Syaharuddin saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya sudah menerima surat tersebut untuk segera ditindaklanjuti. “Kami juga sudah sampaikan dan teruskan surat ini ke KSOP se-Kaltara,” katanya.

Ditambahkannya, pihaknya juga segera melakukan antisipasi terhadap kemungkinan yang akan terjadi, sesuai dengan edaran surat tersebut. Apalagi informasi tersebut sangat akurat dan didukung dengan data intelijen. KSOP mengantisipasi terhadap kapal Indonesia yang akan berangkat ke Malaysia dan Filipina. Apalagi penculikan kelompok Abu Sayyaf terhadap WNI sudah pernah terjadi.

“Untuk saat ini pelayaran dengan tujuan Filipina, tidak diperbolehkan untuk berlayar. Hal ini berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Syahruddin, terhadap kapal Tawindo dan Indomaya dengan tujuan Tarakan- Tawau Malaysia, pihaknya sudah meminta kepada ABK untuk selalu berhati-hati. Bahkan pihaknya menginstruksikan agar jalur pelayaran dari Tarakan ke Tawau, tidak melalui garis haluan ke timur. “Kami segera melakukan antisipasi, karena takutnya nanti ada potensi kelompok ini melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan keselamatan (WNI)," tuturnya.

Diketahui, untuk saat ini pelayaran dengan tujuan Tarakan-Filipina, ada satu kapal yang bermuatan rokok. Namun untuk ABK, merupakan warga negara Filipina. “Tapi kami tetap memberikan imbauan agar hati-hati,” ungkapnya. (zar/lim)


BACA JUGA

Selasa, 02 Juni 2020 14:43

Persiapan New Normal, Operasi Ketupat Diperpanjang

TARAKAN - Operasi Ketupat Kayan 2020 yang digelar Polres Tarakan…

Selasa, 02 Juni 2020 14:28

Sisa 96 Orang yang Dikarantina

TARAKAN – Setelah sempat dipisahkan antara laki-laki dan perempuan, karantina…

Selasa, 02 Juni 2020 14:24

Gedung Sekolah Eks Karantina Disterilisasi

TARAKAN - Jadwal pembagian rapor bagi siswa sebentar lagi akan…

Selasa, 02 Juni 2020 14:12

Tarif Speedboat Diusulkan Naik 100 Persen

 MENINDAKLANJUTI berakhirnya pembatasan transportasi yang diatur Permenhub Nomor 25 Tahun…

Selasa, 02 Juni 2020 14:11

Kurva Melandai, Covid-19 di Kaltara Terkendali

PENYEBARAN virus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2) di Ibu…

Selasa, 02 Juni 2020 14:03

Performa Radar Tarakan Sentuh Seluruh Aspek Pemberitaan

TARAKAN - Media Radar Tarakan senantiasi bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.…

Senin, 01 Juni 2020 02:11

Pelonggaran Kegiatan di Rumah Ibadah Dibahas Lagi

TARAKAN - Rencana pelonggaran ibadah di rumah ibadah yang akan…

Senin, 01 Juni 2020 02:03

Dengan Sampe, Musisi Kaltara Menasional

Sebagai anak asli Kalimantan, membuat Uyau Moris bertekad ingin mempopulerkan…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:54

Dunia Usaha Bergairah sambut New Normal di Tarakan

Di Tarakan, sejumlah sektor usaha seperti perhotelan dan kafe sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:53

Kawal New Normal di Tarakan Tanpa Sanksi

TARAKAN - Untuk melihat kesiapan Kota Tarakan dalam menjalani tatanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers