MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 03 September 2019 10:00
Kesehatan
WADUH..!! Agustus Lalu, Dinkes Temukan Leptospirosis Lagi
WAJIB HIDUP SEHAT: Daerah pesisir Tarakan masih rawan akan penyakit leptospirosis. Tahun ini sudah ada 7 penderita, dan dua di antaranya meninggal dunia.

PROKAL.CO, TARAKAN – Selama bulan Agustus, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan menemukan adanya satu warga Bumi Paguntaka yang terindikasi terkena penyakit leptospiroris. Bila ditotal dari awal tahun hingga Agustus sudah ada 7 kasus leptospiroris, 2 di antaranya dinyatakan positif dan meninggal dunia.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Dinkes Tarakan, Subono Samsudi bahwa saat ini untuk seorang warga yang terindikasi terkena penyakit leptospiroris sudah dilakukan penanganan.

“Untuk memastikan apakah warga ini positif leptospiroris atau tidak, kami menunggu hasil uji laboratorium yang sampelnya sudah dikirim ke Salatiga,” bebernya.

Dirinya menilai penyakit yang disebabkan bakteri leptospira tersebut masih rawan menular ke manusia, mengingat hampir sebagian besar tikus yang ada di Bumi Paguntaka mengandung bakteri leptospira. “Potensi masih ada, sehingga kami harus mengantisipasinya sejak dini, terutama di daerah pesisir yang menjadi tempat paling banyak tikus berkembang biak,” ujarnya.

Secara umum jika seseorang menderita penyakit leptospirosis mulanya akan demam dan merasakan nyeri otot di seluruh tubuh. Jika parah, seseorang yang menderita leptospirosis akan mengalami pendarahan pada air kencing dan mata.

“Penyakit leptospirosis dapat mematikan pada manusia, dikarenakan penyakit ini menyerang organ dalam manusia, hingga mengganggu fungsi tubuh. Untuk itu, jika terlambat penanganannya dan dibiarkan, maka penyakit leptospirosis akan membuat manusia meninggal dunia,” ujarnya.

Sejauh ini Dinkes Tarakan telah mensosialisasikan dengan meminta masyarakat Tarakan tetap waspada dengan menjaga kebersihan lingkungannya, mengingat kebersihan lingkungan dapat memimalisir terjadi penularan penyakit leptospirosis. “Peran serta ketua RT, lurah dan camat sangat penting untuk mengajak warganya membersihkan lingkungan tempat tinggalnya, dengan lilngkungan yang bersih dapat meminimalisir terjadinya penularan penyakit leptospirosis,” ulasnya.

 

DITEMUKAN SEJAK JANUARI

Penyakit leptospirosis mulai teridentifikasi di Tarakan pada 13 Januari lalu. Awalnya menjangkit seorang warga Kelurahan Pamusian.

Namun, tak kunjung sembuh, korban pun kembali lagi pada 16 Januari dengan mendapatkan perawatan intensif melalui rawat inap. Dugaan sementara saat itu, korban mengidap hepatitis. Namun hasil laboratorium ternyata negatif.

Justru, suspect leptospirosis ditemukan dari gejalanya. Hingga akhirnya pada 18 Januari, korban meninggal dunia. Dari hasil laboratorium yang keluar pada Senin 21 Januari, positif mengandung bakteri leptospira interrogans.

Pada Agustus 2018 hasil penelitian yang dilakukan di beberapa kelurahan terdapat sumber leptospirosis, bisa ditularkan melalui tikus yang berkeliaran di lingkungan masyarakat. Yang mana penyakit ini terjadi karena terkontaminasi dengan tikus.

Dari hasil penelitian 2018, 96 persen rumah di Tarakan dihuni oleh tikus. Baik di daratan maupun wilayah pesisir, termasuk di selokan. Dengan demikian, kemungkinan penularan penyakit leptospirosis cukup rawan.

Penyakit leptospirosis bisa melalui kontak langsung dengan tikus. Gigitannya yang jika membuat kulit luka, membuka jalan bakteri leptospirosis untuk masuk ke dalam tubuh. Juga melalui kencing tikus, ke air kotor saat banjir. Atau kotoran tikus yang mengenai makanan langsung dan dikonsumsi.

Gejala leptospirosis umumnya tidak khas. Di antaranya demam tinggi, sakit kepala, pendarahan, nyeri otot atau sendi, menggigil, kelelahan, mata merah dan muntah. Dari gejala-gejala tersebut, hanya pendarahan menjadi gejala yang khas.

Warga patut waspada dan perlu ada tindakan nyata bersama untuk mencegah penularan penyakit ini. Entah itu dengan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar hingga bebas tikus. (jnr/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Bermodal Rp 4 juta, Mampu Raih Omzet Ratusan Juta Sebulan

Founder Project Salfa, Fatmawati (25) menggandeng Fitriani (28) berbisnis toko…

Selasa, 14 Januari 2020 09:43

Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang hingga Jalan Bergeser

TARAKAN- Hujan dengan intensitas tinggi yang yang mengguyur Tarakan mengakibatkan…

Selasa, 14 Januari 2020 09:41

Disemprot APAR, Api Terus Melahap Plafon

TARAKAN – Kepolisian langsung memasang garis polisi terhadap dua ruko…

Selasa, 14 Januari 2020 09:39

Lanud Anang Busra Siap Fasilitasi Olah Raga dan Seni

DANLANUD Anang Busra Kolonel Pnb HKD. Handaka mengatakan Lanud Anang…

Senin, 13 Januari 2020 14:50

Amblas, Jalan Ditutup Sementara

TARAKAN — Hujan yang mengguyur Tarakan sejak Sabtu (11/1) hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers