MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 Agustus 2019 12:03
MIRISNYA..!! PDAM di Kota Ini Krisis Air Dua Kali Setahun

Pelanggan: Paling Parah Bulan Ini

AIR BAKU MINIM: Embung Binalatung Kampung Satu yang debit airnya semakin mendangkal. Di beberapa bagian sudah tampak mengering, Minggu (25/8)./IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Pelanggan  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam ikut “gigit jari”. Belakangan ini aliran air bersih dari PDAM kembali tersendat, bahkan hingga berhari-hari. Maklum musim kemarau, persediaan air baku di embung pun terancam kering dan tidak mengalir.

 

---

 

ALIRAN air bersih PDAM tersendat, membuat pelanggannya merasa “galau” tidak karuan. Seperti yang dirasakan Rika Setyawati, warga RT 08, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah.

Wanita berusia 33 tahun ini mengaku, pertengahan Agustus ini rumahnya sama sekali tidak dialiri air bersih selama seminggu. Tentu ini pun membuatnya bingung. Mulai dari kebutuhan air bersih untuk masak, mencuci dan mandi.

“Lupa ya tanggal berapa, pokoknya pertengahan bulan ini pernah tidak mengalir selama seminggu. Sekarang sudah mengalir, tapi malam saja mengalir sudah mau semingguan juga,” terangnya kepada Radar Tarakan, pekan lalu.

Selama seminggu itu pun ia mengandalkan air galon untuk kebutuhan mandi dan masak. Sedangkan untuk mencuci, terpaksa ia menggunakan jasa laundry, bahkan nebeng ke rumah rekannya yang berlimpah air. “Pakai galon aja. Karena kan ini juga masih rumah sewa, tidak ada profil penampungan juga. Masak dan mandi pakai air galon, mencuci juga kadang ke rumah teman yang airnya mengalir,” bebernya.

Di akhir Agustus pun kembali ia rasakan krisis air. Sekarang ini air mengalir hanya saat malam hari, tepatnya sekitar pukul 22.00 WITA. Itupun aliran airnya sangat kecil. Kondisi ini membuatnya harus terjaga tengah malam untuk menampung air. “Enggak tahu sampai jam berapa. Tapi setelah bak terisi, saya langsung tinggal tidur. Tapi pas bangun subuh, itu sudah enggak mengalir lagi,” bebernya.

Ini kali kedua ia merasakan krisis air dalam setahun. Namun tidak separah bulan ini. “Pernah juga krisis (Februari) tapi sebetulnya daerah Ladang jarang krisis air. Mungkin karena kemaraunya parah makanya tidak mengalir. Kalau tersendat begini, biasa tagihannya juga ikut turun. Biasanya kita bayar Rp 50 ribu, tapi kalau beberapa hari tidak mengalir jadinya Rp 30 ribu,” bebernya.

Dia pun berharap pemerintah kota dapat menemukan solusi untuk permasalahan krisis air ini. Pasalnya setiap tahun, saat musim kemarau, aliran air tersendat dengan alasan embung mengalami kekeringan.

“Kalau embung kan hanya mengandalkan hujan. Kalau hujan airnya banyak, giliran kemarau ikut kekeringan juga. Otomatis kita yang ikut susah. Kita berharapnya ada inovasi baru, mungkin dengan mencari mata air baru, atau memanfaatkan air laut. Jadi pas kemarau kita tidak pusing,” harapnya.

Sementara itu, Shinta (25) warga RT 01, Kelurahan Gunung Lingkas, juga sempat merasakan krisis air. Ia mengaku aliran air PDAM pernah tidak mengalir di daerahnya selama 1 hari penuh. Namun setelah itu, aliran air kembali normal seperti biasanya. “Sekali aja tidak mengalir, itu satu hari. Tapi setelah itu lancar aja, airnya juga bersih,” katanya.

Sedangkan untuk tagihan per bulan, ia mengatakan tergantung dari pemakaian. Biasanya Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per bulannya.

“Tergantung pemakaian juga, tidak menentu. Tapi enggak tahu ya apakah akan berkurang, karena pernah tidak mengalir,” tukasnya.

 

KLAIM PERTUMBUHAN SAMBUNGAN SEIMBANG

Krisis air akibat minimnya persediaan air baku. Bertambahnya jumlah penduduk Kota Tarakan setiap tahun membuat kebutuhan air di Kota Tarakan meningkat.

Sehingga hal itulah yang menjadi tugas pemerintah agar pasokan air tetap terjaga.
Plt Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Alam Tarakan Sudarto mengungkapkan, sejauh ini penampungan air baku masih berimbang dengan jumlah sambungan yang ada.

Terdapat 3 penampungan besar persediaan air baku yang aktif digunakan. Penampungan tersebut ialah Embung Binalatung, Embung Persemaian dan Embung Bengawan yang dapat memuat 325 ribu kubik air dan melayani 27 ribu sambungan masyarakat Tarakan.

“Sebenarnya dari persediaan air baku dan sambungan masih berimbang kalau cuaca normal. Tapi karena sekarang cuaca kemarau  sehingga terjadi lebih banyak pengeluaran daripada air yang masuk. Sehingga terjadi kekeringan pada embung yang ada,” ujarnya, kemarin (25/8).

Adapun 2 penampungan yang saat ini belum bisa digunakan yaitu Embung Rawasari dan Indulung yang dapat menampung 238 ribu kubik air. Hingga saat ini belum dapat difungsikan. Ia menjelaskan, saat ini masih mengupayakan pengaktifan embung tersebut.

Menurutnya, jika kedua embung sudah dapat difungsikan, maka persoalan air di Kota Tarakan dapat terselesaikan.

“Embung Rawasari sekarang sudah selesai, tinggal sekarang ini menunggu 2 hal yaitu pencucian embungnya, yang kedua connecting pipa ke Persemaian. Saat ini masih dalam proses pengaktifan. Kami mengupayakan itu direalisasikan secepatnya. Kami pikir dengan aktifnya 2 embung itu bisa lebih dapat cukup membantu persediaan air kita,” tuturnya.

Pihaknya masih dapat mengalirkan air sekitar 80 liter per detik. Meski kondisi air pada embung belum menunjukkan peningkatan, namun dengan turunnya hujan dengan intensitas sedang, hal itu cukup membantu untuk beberapa hari ke depan.

“Saat ini masih sama. Untuk Embung Binalatung masih bisa menyalurkan 80 liter per detik. Ada hujan, tapi hanya mengaliri sungai sekitar embung. Dan itu bisa cukup membantu untuk beberapa hari ke depan,” tukanya.

Meski demikian, ia meminta maaf kepada masyarakat yang masih mengalami penghentian distribusi sementara di beberapa wilayah perbukitan. Menurutnya, distribusi yang tersendat disebabkan belum adanya peningkatan debit air secara signifikan. Sehingga mesin pompa tidak dapat mendorong air lebih kuat dari sebelumnya.

“Alhamdulillah turun hujan, tapi dengan curah hujan sedang yang terjadi tidak lama, tidak membuat peningkatan signifikan pada debit air. Walaupun begitu dengan turunnya hujan cukup membantu kami menjaga suplai air untuk beberapa hari ke depan,” tukasnya. (*/one/*/zac/lim)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 09:26

Ketua HIPMI Tertarik Pilgub Kaltara?

TARAKAN - Dari 13 figur yang mengambil formulir pendaftaran calon…

Sabtu, 21 September 2019 09:17

Malam Ini, Babak Penyisihan Tarakan Timur

TARAKAN – Babak penyisihan Lomba Domino Piala Irianto di Kecamatan…

Sabtu, 21 September 2019 08:35

Budi Daya Rumput Laut Sudah Langgar Batas Negara

TARAKAN- Wilayah budi daya rumput laut yang masih ditemukan di…

Sabtu, 21 September 2019 08:20

Sulap Lingkungan RT Menjadi Wadah Pendidikan

SEIRING berkembangnya zaman, kecanggihan tekonolgi tidak dapat dihindari. Tapi tergantung…

Jumat, 20 September 2019 09:33

BREAKING NEWS! Pipa Gas Bocor Keluar Api

TARAKAN - Warga sekitar RT 1 Kelurahan Gunung Lingkas dihebohkan,…

Jumat, 20 September 2019 09:29

45 Titik Panas Terpantau

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari belakangan berdampak pada…

Jumat, 20 September 2019 09:20

Langkah Andi Akbar Tergantung Mertua

TARAKAN – Kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dari Nunukan,…

Jumat, 20 September 2019 09:10

Gadai Sertifikat Tanah demi Pra PON

TARAKAN – Cabang olahraga panahan Kalimantan Utara (Kaltara) tertatih-tatih mengikutsertakan…

Jumat, 20 September 2019 08:58

Peserta per Kecamatan Dibatasi 260 Orang

TARAKAN – Babak penyisihan Lomba Domino Piala Irianto di Kecamatan…

Jumat, 20 September 2019 08:58

Harmoni Legislatif dan Eksekutif Kunci Sukses Kaltara

Nama                : Achmad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*