MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 Agustus 2019 11:34
Cepat Habis, BBM Diduga Dijual ke Industri
LANGKA: Masyarakat sering tidak kebagian BBM di APMS Nunukan karena cepat habis./ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU yang terjadi di beberapa daerah di Kaltara juga terjadi di Nunukan. APMS yang selama ini dipercaya menyalurkan BBM ke masyarakat Nunukan hanya beroperasi sekitar dua hari dalam sepekan.

Sehingga Satpol PP menduga kuota BBM untuk APMS di Nunukan banyak dialokasi untuk industri. Dampaknya kebutuhan masyarakat kerap tak bisa terpenuhi.

Kepala Satpol PP Nunukan Abdul Kadir mengatakan, tidak logis BBM di APMS cepat habis jika melihat jumlah kendaraan yang ada di Nunukan.

“Karena kebutuhan BBM masyarakat tidak akan banyak jika melihat jumlah kendaraan yang ada,” kata Kadir kepada Radar Nunukan kemarin.

Karena itu, Satpol PP meminta ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltara melakukan pemeriksaan APMS seperti yang dilakukan di Ibu Kota Provinsi Kaltara, Tanjung Selor.

“Seharusnya pemeriksaan juga dilakukan di daerah (Nunukan). Karena masalah BBM  di Nunukan  mirip dengan daerah lain,” ungkapnya.

Sebab, kata dia, pihaknya tidak punya kewenangan melakukan penindakan terhadap APMS yang tidak bekerja dengan baik dalam hal pendistribusian BBM ke masyarakat.

“Jadi kita berharap penindakan yang dilakukan provinsi juga dapat dilakukan di daerah seperti Nunukan ini,” pintanya.

Pihaknya, jelas Kadir, hanya bisa menegur pemilik APMS karena sering tutup. Karena  dalam sepekan hanya beroperasi dua hari melayani masyarakat. Selebihnya pemilik kendaraan harus mengisi BBM di pengecer.

“Kalau APMS menjual ke pengecer tidak perlu dipermasalahkan, karena sangat membantu,” katanya.

“Misalkan BBM habis di Jalan Sedadap dan tidak ada pengecer, masa harus kembali ke kota untuk mengisi BBM lagi di APMS, kan ndak mungkin,” sambungnya.

Karena itu, dikatakannya lagi, dengan jumlah kendaraan yang ada di Nunukan, dipastikan lebih banyak stok BBM yang masuk. Sehingga APMS tidak akan pernah tutup. Kecuali BBM dijual kepada pihak lain, BBM dipastikan akan cepat habis.

“Masalah BBM ini bukan baru kali ini, tapi sudah lama,” ungkapnya.

Hanya saja pihaknya tidak bisa berbuat banyak tanpa ada instruksi dari pihak yang berwenang. Jika ada aturan yang membenarkan Satpol PP melakukan penindakan terhadap APMS, sejak lama sudah dilakukan.

“Karena jika dilakukan pembiaran, keluhan masyarakat tidak pernah berhenti,” tukasnya.

Menurutnya, jika tidak dapat dilakukan penindakan, paling tidak ada solusi cepat agar BBM di APMS tidak cepat habis seperti yang terjadi selama ini.(nal/ana)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 09 April 2020 12:10

98 Warga Malaysia Lega Bisa Pulang

NUNUKAN – Meski masih memberlakukan lockdown, pemerintah Malaysia tetap membuka…

Rabu, 08 April 2020 14:37

Warga Malaysia Lega, Akhirnya Bisa Pulang

NUNUKAN – Meski masih memberlakukan lockdown, pemerintah Malaysia tetap membuka…

Senin, 06 April 2020 11:29

7.000 Pelanggan PLN Nikmati Subsidi

NUNUKAN- Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di wilayah Nunukan…

Minggu, 05 April 2020 13:53

Segini Jumlah IKM-UKM yang Diusulkan dapat Kartu Prakerja di Nunukan

Pelaku industri kecil menengah (IKM) dan usaha kecil menengah (UKM)…

Jumat, 03 April 2020 14:47

Puluhan Warga Malaysia Tertahan di Nunukan

NUNUKAN-Puluhan Warga Negara (WN) Malaysia harus tertahan di Nunukan akibat…

Jumat, 03 April 2020 13:32

Ratusan Eks Penumpang KM Lambelu Dilacak

NUNUKAN – Ratusan eks penumpang Kapal Motor (KM) Lambelu akan…

Kamis, 02 April 2020 14:08

20 Koli Kepiting Bakau Nyaris Lolos ke Malaysia

NUNUKAN – Di tengah polemik Covid-19 di perbatasan dengan masih…

Selasa, 31 Maret 2020 11:44

Nunukan Kaji Rencana Isolasi

NUNUKAN- Melalui surat edaran (SE) Kemendagri, kepala daerah akhirnya bisa…

Selasa, 31 Maret 2020 11:39

TKI dari Malaysia Dikarantina di Nunukan, Ini Kata Laura

NUNUKAN- Bupati Nunukan Asmin Laura menyebutkan, seusai arahan Gubernur Kaltara…

Minggu, 22 Maret 2020 15:22

Lockdown Dibuka Dua Hari, Malaysia Terus Pulangkan WNI

Sebanyak 297 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers